
Amanat.id- Nabila Okta Sofiana, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 pada Wisuda ke-102 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Gedung Auditorium II Kampus 3, Sabtu (7/11/2026).
Mahasiswa Asal Blora tersebut lulus dengan skripsi berjudul “Kedudukan Hukum Suara Sah Pemilih Pasca Diskualifikasi Pasangan Calon Kepala Daerah pada Sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Berdasarkan Putusan Nomor 313/PHP.BUP-XXIII/2025”.
Pemilihan topik tersebut dilatarbelakangi oleh peristiwa pemakzulan calon kepala daerah karena terdapat politik uang yang dilakukan oleh calon pemimpin tersebut.
“Di suatu daerah, ada calon kepala daerah yang memenangkan pemilihan suara, tetapi dimakzulkan karena ada praktik politik uang di dalam sana. Dari situ saya meneliti nasib suara rakyat yang sudah memilihnya,” jelasnya.
Okta mengatakan proses penulisan skripsinya sempat terkendala saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), terutama ketika harus menemui dosen pembimbing.
“Saat KKN terhalang jarak ketika harus bimbingan. Tapi tetap saya jalani. Kalau habis bimbingan, langsung kejar revisian di hari itu agar bisa segera bimbingan lagi,” paparnya.
Selama perkuliahan, Okta tergolong mahasiswa aktif dalam berbagai organisasi internal maupun eksternal.
“Saya pernah ikut Lembaga Riset Debat (LRD), PMII Rayon Syariah, Forum Kajian Hukum Mahasiswa (FKHM), dan Forum Silaturahmi Anisa (FOSIA),” ujarnya.
Bagi Okta, organisasi merupakan hal penting terutama untuk menambah jejaring dan melatih berbicara di depan publik.
“Menurut saya, organisasi itu penting. Kita dapat mengasah skill public speaking dan memperluas jejaring yang akan kita butuhkan di dunia kerja,” tuturnya.
Walaupun aktif berorganisasi, Okta berusaha memprioritaskan kegiatan perkuliahan.
“Saya tetap mengutamakan kuliah. Semisal dalam satu hari kuliah berbarengan dengan acara organisasi, saya tetap hadir di kelas setidaknya untuk mengisi absensi,” ujarnya.
Selain aktif berorganisasi, Okta juga berpengalaman magang di beberapa lembaga, seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Kementerian Hukum, Pengadilan Negeri, dan Pengadilan Agama. Baginya, magang juga penting untuk mendapatkan pengalaman nyata di lapangan.
“Magang itu cari pengalaman, karena yang kita pelajari di kelas terkadang beda dengan apa yang terjadi di lapangan. Maka dari itu saya cari pengalaman di sana,” ucapnya.
Okta berpesan, kunci keberhasilan adalah fokus pada diri sendiri tanpa harus menjatuhkan orang lain.
“Jangan terlalu fokus dengan proses orang lain, maksimalkan potensi diri. Jalani dan nikmati hidup kamu tanpa harus menjatuhkan orang lain,” tutupnya.
Reporter: Alika Aisyah Novellina
Editor: Nijam Alfatul Khasna

