By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Berlayar di matamu – Puisi Hasan Tarowan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sastra

Berlayar di matamu – Puisi Hasan Tarowan

Last updated: 6 Oktober 2017 5:03 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 6 Oktober 2017
Share
SHARE

 

doc. internet: lukisan eropa perahu layar


berlayar di matamu

perahu telah berlayar di matamu

ketika senja turun dan langit

berwarna kelabu

kulesatkan setumpuk rindu dengan

air mata yang dulu kau seka dari

pipimu sendiri untuk

kepulanganmu

di biru laut matamu, kasihku.

tubuhku lumer, mengalir cintaku padamu

bening dan dalam

kelak, bila aku tak lagi menyeduh

bergelas-gelas rindu lantaran bosan,

di batinku ingin kuciptakan matamu yang

tak berkedip menatapku

berlabuhlah dalam dadaku

aku kenang tubuhmu sebagai perahu layar

sebab matamu laut:

yang menghadiahi seluruh musim

2017

di stasiun poncol itu

malam itu lampu-lampu letih

menciptakan bayang

di wajahnya ia menyalakan

kelelahan-kelelahan

setelah kereta menyepi

menetas air mata sunyi

menggigilkan waktu

dalam desau yang dingin

di stasiun ini, Nun

saat sirine dibunyikan ku lesatkan

rindu. saat orang-orang kehilangan

kota tujuan entah ke berapa

hanya kerlip lampu naik turun

mengurai kenangan

tak ada yang terkabar dari kepulangan itu,

kecuali bangku-bangku yang gigil

dan sendiri

di stasiun itu, di poncol itu

orang-orang saling menziarahi kesepiannya,

agar janji segera tertunai

2017

 
kepada yang membukakan pintu dan menutupnya

di taman itu,

begitu setelah kunyalakan lelampu

biasa cahayanya menjadi sebilah puisi

sedang kolam kecil yang melingkar di

tengah jantung kota hanya

mengalirkan air mata.

sampai kini, jalan menuju padamu

basah mengamini segala musim

sedang pada jendela hatimu yang gemetar itu,

menempel kenangan-kenangan yang lembab.

kelak, bila engkau tak juga membukakan pintu

aku hendak menemuimu di kota yang lain

: kota tempat saling bertukar luka

dan kecemasan

kau tak perlu gusar, Nun

selain kursi dan meja makan

aku sedang membikin pintu dengan

pecahan-pecahan rindu.

2017

Hasan Tarowan, penyair muda kelahiran sumenep 13 Pebruari 1995. Antologi tunggalnya, “orang mabuk di negeri mahapetry” (2016) dan antologi bersama “sajak anak negeri” (2017). Aktif di komunitas Soeket Tekidan pengelola komunitas sastra silang pertemuan. penyuka buah salak dan anggur. Tinggal di Semarang.

Wajah-wajah Tanpa Mata
Hiatus
Jumat di Rumah Tua
Tanpa Kata
Peluk Erat Kemelut
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
RegionalVaria Kampus

Potret Aksi Tolak RUU Pilkada di Gedung DPRD Jateng Hari Ini

Eka Rifnawati
22 Agustus 2024
4 Sektor Potensial dalam Dunia Saham di Tahun 2024
Akibat Sengketa, KPM UIN Walisongo Ubah Timeline Pemilwa 2024
Persiapan UIN Walisongo Cetak Atlet Pesona 2022
Membangun Karir Sejak Kuliah
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Berlayar di matamu – Puisi Hasan Tarowan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Berlayar di matamu – Puisi Hasan Tarowan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?