
Amanat.id- Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat mengadakan Workshop Jurnalistik untuk Calon Kru Magang (Cakruma) 2026 dengan tema “Merawat Akar, Menyuarakan Warga: Jurnalisme dalam Dinamika Budaya dan Kehidupan Lokal” di Salatiga, Jumat-Minggu (30-1/10-11/2026)
Kegiatan diawali dengan pembukaan, hunting objek liputan di beberapa lokasi seperti Kampung Singkong Argowiyoto, Klenteng Hok Tek Bio, Mata Air Senjoyo, Oemah Kriya Dekranasda dan Pasar Loak Salatiga. Acara dilanjutkan dengan penulisan rubrikasi, forum group discussion, editing, layouting dan kurasi hasil liputan Cakruma 2026.
Ketua Pelaksana (Ketuplak) Workshop Jurnalistik SKM Amanat 2026, Muhammad Wildan Sururi mengatakan kemudahan akses menjadikan Kota Salatiga sebagai lokasi Workshop.
“Perjalanan Semarang ke Salatiga hanya membutuihkan waktu satu jam, Hal ini memudahkan panitia dalam memobilisasi peserta ataupun panitia, juga suhu kota Salatiga yang sejuk serta banyak objek yang dapat di observasi,” ucapnya.
Wildan menjelaskan hunting isu liputan berguna untuk memberikan pengalaman observasi dan wawancara langsung bagi Cakruma 2026.
“Hunting isu di harapkan dapat menjadi bekal pengalaman wawancara turun lapangan secara langsung yang jarang ada di kelas,” jelasnya.
Pimpinan Umum SKM Amanat, Moehammad Alfarizy mengatakan persiapan Workshop terdapat beberapa kendala yang terjadi namun dapat diselesaikan.
“Kendala tentu ada. Atensi dan semangat dari panitia cukup baik, jadi bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Alfarizy berharap agar kru magang 2026 mendapatkan pengalaman baru di SKM Amanat.
“Semoga bisa terus belajar di amanat dan mendapat pengalaman baru,” tuturnya.
Salah satu Cakruma 2026, Muhammad Nabil Anjad mengaku mendapat banyak pengalaman baru terutama tentang layouting buletin.
“Dapat banyak pengalaman baru terutama tentang layout,” katanya.
Cakruma 2026 lainnya, Defina Naila Iza menjelaskan pembelajaran yang ia dapat dari Workshop SKM Amanat 2026.
“Aku dapat resensi buku. aku belum bisa merangkai strukturnya karena belum paham. Tapi dari workshop SKM Amanat aku belajar cara menyusunnya karena dibantu oleh kakak pembimbing dan terdapat revisi pada proses kurasi,” tutupnya.
Defina memberikan masukan untuk Workshop SKM Amanat ke depannya.
“Adakan forum diskusi yang lebih kecil agar tidak malu ketika ingin bertanya atau meminta penjelasan ulang kepada kurator,” tutupnya.
Reporter: M. Geizka Arielta

