
Amanat.id- Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat kembali mengadakan Workshop Jurnalistik untuk Calon Kru Magang (Cakruma) 2025 dengan tema “Menempa Keterampilan Jurnalistik dalam Gema Sejarah dan Harmoni Budaya Kota Surakarta,” Kamis-Minggu (23-26/10/2025).
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan hunting objek liputan, seperti Kampung Batik Kauman, Monumen Pers, Museum Keris, dan Desa Semanggi. Acara dilanjutkan dengan penulisan rubrikasi, editing, dan layouting. Kamudian, dilanjutkan dengan kurasi hasil penulisan Cakruma 2025.
Ketua Pelaksana (Ketuplak) Workshop Jurnalistik SKM Amanat 2025, Lutfi Ardiansyah mengatakan pemilihan Kota Surakarta sebagai lokasi workshop karena memiliki beberapa aspek dan keunggulan untuk liputan.
“Beberapa plan dan opsi tempat sebenarnya sudah terencana, tetapi Surakarta unggul dari segi akomodasi, destinasi, dan mobilisasi,” katanya.
Lutfi berharap setelah melewati tahap Workshop, Cakruma tetap menjaga semangat dan berpegang teguh dengan niat awal masuk SKM Amanat.
“Setelah workshop ini, para cakruma diharapkan untuk tetap menjaga api yang telah tertanam, jangan padam meski angin kencang mengancam, tetap berpegangan erat terhadap apa yang sudah menjadi niat,” ucapnya.
Pemimpin Umum SKM Amanat, Rio Ramadhan menjelaskan bahwa workshop tahun ini lebih menekankan pada konsep interaktif antar cakruma serta panitia.
“Tahun ini kami menekankan pada konsep yang lebih interaktif antara seluruh rekan yg terlibat, karena workshop bukan hanya pembelajaran untuk cakruma saja tapi untuk panitia juga, ” jelasnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada Cakruma 2025 yang telah resmi menjadi bagian dari SKM Amanat.
“Saya ucapkan selamat pada seluruh cakruma yang setiap tahap seleksi selalu mempertahankan kemauannya, mulai dari sekarang kalian telah menjadi bagian dari keluarga Amanat,” ujarnya.
Salah satu Cakruma 2025, Evelyn Atha Nasywa mengaku bahwa banyak pembelajaran dan ilmu baru yang didapatkan dari Workshop Jurnalistik SKM Amanat.
“Sangat menyenangkan banyak pembelajaran dan ilmu baru yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya, sebuah experience yang tidak bakal aku lupakan,” akunya.
Ia berharap agar bisa konsisten dan mendapat bimbingan dalam proses di SKM Amanat kedepannya.
“Membuat buletin itu tidak semudah yang aku bayangin sebelumnya, setelah ini harus banyak-banyak belajar lagi cara membuat sastra dan berita dan lainnya. Semoga aku bisa konsisten dan mendapat pembimbing yang benar-benar membimbing agar aku paham caranya membuat suatu berita,” pungkasnya.
Reporter: Nailatul Fitroh



