
Amanat.id- Laboratorium Pendidikan (Labdik) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memberikan keterangan pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II, Kamis (17/9/2026).
Kepala Labdik FTIK UIN Walisongo, Mustakimah mengatakan Informasi pelaksanaan PLP II yang semula 15 September 2026 mengalami perubahan waktu dari jadwal sebelumnya untuk mengakomodasi mahasiswa yang menyusul mendaftar karena berbagai kendala.
“Kami berusaha mengakomodasi mahasiswa yang belum mendaftar karena berbagai alasan, seperti lupa mendaftar, handphone rusak, atau tidak mengetahui informasi,” ujar Mustakimah.
Ia menjelaskan pelaksanaan PLP II UIN Walisongo 2026 merupakan metode pelaksanaan terakhir sebelum berubah.
“PLP II tahun ini merupakan kesempatan terakhir sebelum metode pelaksanaan PLP berubah,” tuturnya.
Selain mengakomodasi mahasiswa yang belum mendaftar, Labdik juga perlu memastikan seluruh jumlah peserta PLP II UIN Walisongo.
“Di Google Drive tercatat lebih dari seribu pendaftar, tetapi setelah datanya diolah jumlahnya hanya sekitar 900 mahasiswa,” katanya.
Ia mengatakan jumlah peserta PLP II UIN Walisongo tersebut membutuhkan penyesuaian dengan ketersediaan sekolah mitra.
“Dengan pendaftaran yang segitu banyaknya, kami membutuhkan banyak sekolah. Sekolah yang saat ini kira-kira dibutuhkan untuk pelaksanaan PLP II sekitar 90 sekolah,” jelasnya.
Menurut Mustakimah, Pihak Labdik masih menghubungi sekolah mitra untuk memastikan kesiapan dan menyesuaikan kebutuhan tiap sekolah mitra.
“Kita harus menelpon satu per satu kepada sekolah untuk mengetahui kesiapannya. Di situ juga nanti kita tanya mata pelajaran apa saja yang bisa diterima,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan PLP II UIN Walisongo juga harus menyesuaikan agenda akademik sekolah mitra.
“PLP II itu terikat dengan jadwal sekolah seperti Ulangan Tengah Semester (UTS), sehingga tidak bisa langsung mengubah jadwal,” ujarnya.
Mustakimah menjelaskan bahwa sebelum mahasiswa diterjunkan pada kegiatan PLP II, Labdik masih perlu menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan.
“Tahapannya adalah kita membuka pendaftaran kepada mahasiswa. Setelah itu, data yang masuk diolah,” jelasnya.
Ia mengatakan pengolahan data diperlukan karena terdapat mahasiswa yang mendaftar lebih dari satu kali.
“Dalam data pendaftar di G-drive, satu nama mahasiswa bisa tercatat tiga sampai empat kali karena terdapat pendaftaran yang masuk secara berulang. Oleh karena itu, data tersebut harus diperiksa satu per satu,” ujarnya.
Setelah data peserta selesai diolah, tahapan berikutnya meliputi pembekalan mahasiswa dan penyamaan persepsi dengan kepala sekolah serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah mitra.
“Kalau peserta sudah terdata, nanti ada coaching atau pembekalan kepada mahasiswa. Kemudian pembekalan bersama dengan kepala sekolah dan DPL, lalu pelepasan dan penyerahan ke sekolah,” jelas Mustakimah.
Mustakimah menghimbau untuk sementara, pelaksanaan PLP II UIN Walisongo direncanakan pada 29 September 2026.
“Untuk sementara rencana awal kita itu tanggal 29 September, tapi itu juga belum pasti,” ujarnya.
Menurutnya, kepastian jadwal masih menunggu kesiapan sekolah mitra dan sejumlah tahapan sebelum mahasiswa diterjunkan untuk pelaksanaan PLP II UIN Walisongo.
“Kepastian timeline itu dengan pihak eksternal, yaitu sekolah atau lembaga yang akan kita tempati. Sehingga pihak kami masih menunggu,” jelas Mustakimah.
Di tengah proses persiapan tersebut, ia meminta mahasiswa untuk bersabar menunggu informasi resmi terkait pelaksanaan PLP II UIN Walisongo.
“Untuk mahasiswa, mohon sabar dan tenang menanti informasi, tetap berpikiran positif, serta memahami kondisi dan kendala yang sedang kami proses,” ujarnya.
Reporter: Dwi Khoiriyatun Nikmah


