
Amanat.id- Senyum bangga terpancar dari wajah Nurina Zain saat mengenakan toga di hari wisudanya. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) tersebut berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo pada wisuda ke-101 di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (22/8/2026).
Predikat tersebut diraih Zain dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 berjudul “Implikasi Bimbingan Agama Islam dalam Upaya Mengatasi Kecemasan pada Jamaah Majelis Pengajian Difabel (MPD) Semarang”.
Dalam skripsinya, ia menyoroti kecemasan pada penyandang disabilitas, termasuk cara menghadapi dan mengelola kondisi tersebut.
“Setiap orang memiliki kecemasan. Begitu juga Disabilitas. Menurut kasus yang saya temui, disabilitas lebih rentan mengalami kecemasan. Yang menjadikannya saya tertarik menekiti adalah cara mereka menghadapi dan mengelola kecemasan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar selama proses penulisan skripsi adalah menghadapi diri sendiri.
“Selama proses penulisan yang paling sulit adalah menghadapi diri sendiri, karena skripsi tidak ada jadwal khusus sehingga diperlukan kesadaran diri mulai dari waktu menulis hingga penelitian,” tambahnya.
Ia mulai mempersiapkan skripsinya sejak mengikuti Mata Kuliah Penelitian Kualitatif.
“Persiapan sudah sejak semester enam ketika mulai mempelajari matkul penelitian kualitatif. Selama matkul tersebut harus sudah mempunyai judul yang kemudian saya lanjutkan untuk skripsi,” katanya.
Selama proses bimbingan, ia mengaku mendapat kemudahan karena dosen pembimbingnya juga merupakan wali dosen.
“Pembimbingnya merupakan wali dosen sendiri, jadi lebih enak. Dari segi jadwal dan juga bimbingan beliau memberikan nasihat dan saran,” terangnya.
Dalam menjaga semangat selama perkuliahan, ia terbiasa membaca buku dan melakukan hobi yang ringan serta menghibur.
“Saya mengutamakan semangat agar bisa bertahan menjalani kuliah. Salah satu caranya dengan membaca buku serta melakukan hobi yang sifatnya lebih ringan dan menghibur,” jelasnya.
Selama kuliah, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luang.
“Selama kuliah saya mengikuti UKM Korps Da’i Islam (Kordais) khususnya bidang kaligrafi. Kemudian mengikuti Relawan Kesejahteraan Sosial (RKS) untuk mengisi waktu luang,” terangnya.
Dalam hal mengatur waktu, ia mendahulukan akademik terlebih dahulu karena merupakan kewajiban.
“Saya lebih mendahulukan akademik karena merupakan suatu kewajiban. Jadi, jika tugas-tugas sudah selesai dan punya waktu luang baru lanjut organisasi,” katanya.
Nasihat Kepala Jurusan (Kajur) juga menjadi salah satu hal yang membuatnya semangat menjalani kuliah.
“Dulu sempat mendengar perkataan dari Kajur yaitu Bu Emma, yang kemudian menumbuhkan semangat dari diri saya sendiri, beliau mengatakan apapun yang terjadi harus tetap semangat dan berpegang teguh pada keimanan,” katanya.
Selepas wisuda, ia memiliki rencana bekerja untuk memahami kondisi lapangan sebelum melanjutkan studi S2.
“Untuk memperdalam pemahaman mengenai persoalan di lapangan saya memutuskan kerja dulu. Ketika pengetahuan di lapangan sudah mumpuni, ketika lanjut studi sudah mengetahui seluk beluk di lapangan,” tambahnya.
Menurutnya kelulusan tersebut merupakan awal menuju dunia baru, mulai dari pekerjaan hingga kesuksesan.
“Kelulusan ini merupakan salah satu pintu untuk menuju dunia yang baru. Entah itu menuju kesuksesan, pekerjaan, dan sebagainya,” tuturnya.
Menutup perjalanan perkuliahannya, Zain menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf kepada keluarganya.
“Saya ucapkan terima kasih untuk keluarga yang sudah mendukung selama ini, serta banyak kata maaf saya ucapkan kepada kedua orang tua atas kesalahan yang telah terjadi di waktu-waktu lalu,” pungkasnya.
Reporter : Noor Saidah
Editor : Romaito


