
Amanat.id- Mahasiswa program studi (prodi) Akuntansi Syariah, Abdul Aziz Ahmad Yasin meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.93 pada wisuda ke-101 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (22/8/2026).
Mahasiswa kelahiran Semarang tersebut mengangkat skripsi berjudul “Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Tekanan Anggaran Waktu Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang)” yang terinspirasi dari tempat ia melaksanakan kegiatan magang.
“Saya pernah magang di Kantor Akuntan Publik (KAP), jadi saya fokus kesitu. Ditambah konsentrasi saya juga dibagian audit,” ujarnya.
Abdul mengatakan alasan memilih topik tersebut karena lokasi magang yang ia tempati memiliki dinamika menarik soal manajerial waktu.
“Yang saya temui di tempat magang ternyata para auditor di KAP Kota Semarang bisa mengelola waktu dengan baik walau ada tekanan waktu,” tuturnya.
Menurut Abdul, penelitian yang ia lakukan mendapatkan hasil yang berbeda dari hipotesa sementara.
“Kalau secara logika, tekanan waktu dapat memengaruhi dan menurunkan kualitas atau menjadi negatif. Tapi penelitian saya mendapatkan hasil sebaliknya,” imbuhnya.
Hal yang cukup menantang bagi Abdul ketika penyusunan skripsi adalah saat fase mengambil data penelitian.
“Saya membutuhkan data dari KAP yang mana saat itu sedang masa peak season, yaitu sedang sibuk-sibuknya bagi Auditor. Jadi peluang untuk bisa diterima kuisionernya semakin kecil,” ucapnya.
Meskipun mengalami kesulitan, Abdul berhasil mendapatkan data penelitiannya.
“Saya kemarin ke KAP di bulan Maret, bukan masa yang sesibuk bulan Januari dan Februari, tapi tetap saja sibuk. Alhamdulillah beberapa KAP menerima yang mungkin beberapa dilimpahkan ke perwakilannya,” terangnya.
Saat menjalani kuliah, Abdul menjalani perkuliahan dengan serius tanpa berpikir menjadi wisudawan terbaik.
“Saya sama sekali tidak ada niat untuk menjadi wisudawan terbaik, hanya all out aja ketika kuliah. Saya selalu bertanya dan aktif diskusi di kelas,” akunya.
Hal yang membuatnya mampu menjalani perkuliahan adalah dengan membuat jadwal harian.
“Saya mengelola waktu kuliah dengan membuat jadwal karena bagi saya belajar itu wajib. Jadi ketika sudah jadwalnya belajar kemudian di jam tersebut saya tidak bisa, saya akan mengalihkanya di jam lain di hari tersebut,” tuturnya.
Abdul berpesan kepada mahasiswa yang sedang berkuliah agar memanfaatkan waktu dengan baik.
“Saya berpesan untuk tidak menunda karena waktu tidak bisa diulang lagi, mulai aja dari hari ini, ubah cara belajar dan memandang dunia. Kalau bisa mulai dari sekarang cari judul skripsinya agar cepat selesai,” pesannya.
Reporter: Dinda Alfiani


