
Amanat.id- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI), Muhammad Rizal Firdaus berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Syariah dan Hukum pada Wisuda ke-101 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (22/8/2026).
Rizal lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dengan skripsi berjudul “Fenomena Cerai Gugat Aparatur Sipil Negara (ASN) Perspektif Pemberdayaan Perempuan Nayla Kabeer (Studi Kasus di Pengadilan Agama Semarang)”.
la mengatakan bahwa judul skripsinya berawal dari hasil pengamatan fenomena gugat cerai yang sering terjadi.
“Saya mengambil judul tersebut karena fenomena cerai gugat dari pihak perempuan mengalami peningkatan tiap tahunnya,” ucapnya.
Rizal mengaku diminta untuk menyelesaikan dua tugas akhir sekaligus.
“Kemarin wali dosen mengarahkan untuk membuat dua tugas akhir, yaitu skripsi dan jurnal Sinta 3 Alhamdulillah yang selesai duluan yakni skripsi,” katanya.
Dalam pengerjaan tugas akhir, Rizal mendapatkan bantuan dari dosen pembimbing sehingga ia tidak merasa kesulitan.
“Alhamdulillah, kedua dosen pembimbing saya memberikan banyak kemudahan. Beliau-beliau juga sangat terbuka dalam memberikan saran dan arahan selama melakukan penelitian,” ujarnya.
Sebelum diterima di UIN Walisongo, Rizal mengaku beberapa kali gagal masuk ke kampus impian.
“Sebelumnya saya pernah mendaftar melalui SNMPTN di Universitas Negeri Lampung dan di Universitas Bangka Belitung namun ditolak. Kemudian saya mencoba lagi jalur SPAN-PTKIN di UIN Malang dan UIN Walisongo juga ditolak,” ucapnya.
Hal itulah yang menjadikan dirinya sempat merasakan putus asa sebelum berkuliah.
“Di masa-masa itu saya hampir menyerah untuk dapat berkuliah. Namun, berkat dukungan serta doa orang tua saya mencoba lagi di jalur UM-PTKIN dan Alhamdulillah dapat diterima,” katanya.
Rizal mengatakan kondisi ekonomi keluarganya membuat orang tua hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, untuk membiayai kuliah, termasuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), ia berusaha memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
“Uang yang diberikan dari orang tua hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Untuk membayarkan UKT dan lain-lain, saya penuhi dengan menjadi marbot masjid dan mengajar ngaji,” jelasnya.
Mahasiswa asal Pangkalpinang tersebut mengatakan jika dirinya tidak menyangka akan terpilih menjadi wisudawan terbaik fakultas.
“Dari diri saya pribadi tidak menyangka, tiba-tiba kemarin diberikan informasi dari pihak Tata Usaha bidang humas fakultas bahwa saya terpilih menjadi wisudawan terbaik,” ucap Rizal.
Rizal juga mengatakan jika gelar tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan orang tua.
“Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan bagi diri saya beserta orang tua, terlebih saya menjadi wisudawan pertama di keluarga saya. Bapak saya hanya lulusan SMP sedangkan ibu saya berhenti di kelas 2 SD,” tuturnya.
Dirinya juga berterima kasih kepada keluarganya yang selalu mendukung pilihannya.
“Kepada keluarga, Alhamdulillah anakmu sudah menjadi sarjana dan doakan selalu anakmu agar menjadi orang yang Insyaallah bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Wildan Sururi
Editor: Irbah Fatin


