
Amanat.id- Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo antusias mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Kamis (20/8/2026).
9 Maba dari Prodi di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tersebut turut meramaikan kegiatan PBAK 2026.
Kepala Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UIN Walisongo, Muh Ahlis Ahwan melihat kehadiran Prodi baru tersebut tidak lepas dari perubahan informasi yang terjadi di masyarakat.
“Sekarang banyak informasi yang datang secara bertubi-tubi. Bahkan kita sampai tidak tahu mana informasi yang benar dan salah. Terlebih dengan adanya AI, sekarang video-video palsu banyak bertebaran,” katanya.
Ahlis mengatakan dibukanya Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi di UIN Walisongo untuk mewadahi calon mahasiswa di bidang informasi seputar perpustakaan.
“Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi dibuka untuk mewadahi para mahasiswa yang ingin menggeluti di bidang informasi,” katanya.
Ia berharap lulusan prodi tersebut mampu menjadi agen informasi yang kritis.
“Prodi ini didirikan memang nanti akan mencetak agen-agen informasi. Jadi, diharapkan dapat benar-benar menyeleksi mana informasi yang baik dan mana informasi yang palsu,” terangnya.
Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi menerima 9 mahasiswa sebagai angkatan pertama. Ahlis menyampaikan bahwa jumlah tersebut mengalami perubahan dari jumlah awal pendaftar.
“Yang mendaftar pada tahun ini untuk pilihan pertama itu sudah 32 orang. Tetapi lambat laun karena diseleksi kemudian verifikasi berkas dan harus membayar UKT, akhirnya kita hanya mendapatkan 9 mahasiswa,” ucapnya.
Ahlis juga menjelaskan banyaknya peluang kerja bagi lulusan Perpustakaan dan Sains Informasi, salah satunya sebagai pustakawan.
“Dari mulai SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi itu membutuhkan tenaga pustakawan. Sehingga, salah satu peluang bagi lulusan kita adalah menjadi pustakawan,” jelasnya.
Di tengah statusnya sebagai angkatan pertama, Ahlis berharap 9 mahasiswa tersebut dapat menjadi fondasi bagi perkembangan prodi ke depan.
“Saya harap 9 mahasiswa dapat menjadi pelopor untuk adik-adik angkatan berikutnya, supaya mereka dapat menyemangati dan menjadi contoh serta figur bagi masyarakat,” tuturnya.
Salah satu Maba, Asna mengaku senang menjadi bagian dari angkatan pertama Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi.
“Senang, karena masih sedikit orang. Bisa membuka peluang menjadi pemimpin pertama, menjadi pionir,” katanya.
Sebagai angkatan pertama membuat Asna ingin berkontribusi lebih untuk Prodi.
“Mungkin dari aku sendiri, ikut organisasi agar bisa mengenalkan ke angkatan berikutnya bahwa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi ada di UIN Walisongo,” ujarnya.
Maba Prodi Perpustakan dan Sains Informasi lainnya, Akbar memilih prodi tersebut setelah memiliki pengalaman magang di perpustakaan UIN Walisongo.
“Saya pernah magang di perpustakaan UIN Warisongo selama 6 bulan ketika SMP makanya saya memilih prodi ini,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuatnya ingin memberikan kontribusi bagi perkembangan Prodi.
“Alasan saya memilih prodi juga ingin berkontribusi dengan menggali lagi sistem perpustakaan. Contoh membenahi web-webnya lagi,” katanya.
Akbar berharap Prodi Ilmu Perpusatakan dan Sains Informasi bisa bersaing dengan Prodi lain di UIN Walisongo.
“Semoga Prodi ini lebih berkembang dan maju. Biar ngga kalah dengan prodi-prodi lainnya,” pungkasnya.
Fadilah, salah satu Maba juga menceritakan bahwa ia ingin menjadi pustakawan.
“Awalnya tertarik waktu lihat postingan Instagram UIN Walisongo, terus saya juga tertarik jadi pustakawan,” katanya.
Sebagai angkatan pertama, ia berharap Prodinya bisa mendapatkan akreditasi yang baik.
“Harapan untuk prodi ini, semoga ke depannya juga makin baik, terus bisa dapat akreditasi yang baik juga,” timpalnya.
Reporter: Friciliya Lutfiah Zulva Romadhoni
Editor: Irbah Fatin


