
(Advertorial)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ikut ambil bagian dalam gotong royong yang digelar di seluruh dusun se-Desa Sepakung, Kabupaten Semarang, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung sejak pagi dengan melibatkan warga, perangkat dusun, serta mahasiswa KKN yang sedang menjalankan program pengabdian di desa tersebut.
Warga berkumpul di titik pertemuan di jembatan perbatasan Dusun Srandil sebelum bergerak membersihkan jalan dusun yang menanjak dan berkelok.
Dusun Srandil berada di kawasan lereng gunung dengan akses jalan yang menanjak dan melintasi perbukitan. Kondisi tersebut menjadi tantangan selama kerja bakti, tetapi tidak mengurangi antusiasme warga dan mahasiswa KKN dalam mengikuti kegiatan.
Kerja bakti tersebut digelar untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melestarikan budaya gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Dalam kegiatan tersebut, warga bersama mahasiswa membersihkan jalan lingkungan, memangkas rumput liar di sepanjang jalur, serta mengumpulkan sampah di sejumlah titik yang telah ditentukan.
Tak hanya fokus pada kebersihan jalan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi penanaman kembali (reboisasi). Warga dan mahasiswa bergotong royong memotong pohon-pohon yang sudah tua dan rapuh untuk kemudian digantikan dengan bibit tanaman baru guna memperbarui keasrian kawasan gunung.
Langkah penanaman kembali tersebut menjadi upaya krusial dalam mitigasi bencana tanah longsor. Mengingat wilayah Dusun Srandil memiliki riwayat mengalami longsor terutama saat memasuki musim hujan yang diperkirakan akan segera tiba. Peremajaan vegetasi tersebut sangat penting untuk memperkuat cengkeraman tanah.
Sementara itu, kayu dari pohon-pohon tua yang ditebang tidak dibuang sia-sia, melainkan dimanfaatkan secara bijak untuk kebutuhan masyarakat setempat.
Mahasiswa KKN UIN Walisongo turun langsung dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari pembersihan jalan hingga proses peremajaan pohon. Selain membantu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, keterlibatan mereka juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri dengan masyarakat serta memahami kondisi geografis warga setempat.
Koordinator Desa KKN Posko 62, Muhammad Bachrul Alam mengatakan bahwa kegiatan tersebut mengajarkan mahasiswa bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat bisa dimulai dari hal-hal sederhana,” ujarnya.
Menurutnya, kerja bakti dan penanaman kembali menjadi momen untuk membangun kedekatan dengan warga sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kerja bakti dan penanaman kembali ini menjadi momen untuk membangun kedekatan dengan warga sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan keselamatan lingkungan,” tambahnya.
Kepala Dusun Srandil, Turmidi menyampaikan bahwa masyarakat mengharapkan mahasiswa KKN aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan desa dan membangun kebersamaan dengan warga.
“Yang diinginkan masyarakat itu teman-teman KKN terlihat ikut serta dalam kegiatan. Kalau ada kegiatan, ikut susah senang bersama warga. Nanti itu akan terbalas dengan sendirinya,” katanya.
Menurutnya, hal yang paling penting adalah menjaga kerukunan selama pelaksanaan KKN.
“Yang penting kita bisa hidup rukun dan kebersamaan itu tetap terjaga,” imbuhnya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, meski medan jalan yang menanjak dan berkelok cukup menguras tenaga. Warga dari berbagai kalangan tetap bekerja sama membersihkan lingkungan dengan penuh semangat. Suasana kekeluargaan semakin terasa saat mahasiswa KKN dan warga saling berinteraksi di sela-sela kegiatan.
Bagi mahasiswa KKN, kerja bakti dan aksi penanaman pohon tersebut bukan sekadar agenda rutin masyarakat, melainkan juga pengalaman berharga untuk memahami nilai gotong royong serta upaya menjaga kelestarian alam sebagai salah satu kekuatan pembangunan desa.
Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong demi terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman di Desa Sepakung.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN Posko 62


