
Amanat.id- Peroleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95, mahasiswa program studi (Prodi) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Mita Putri Afiliani berhasil sabet gelar wisudawan terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) pada wisuda ke-100 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (23/5/2026).
Ia berhasil lulus dengan menerbitkan jurnal berindex Science and Technology Index (SINTA) 3 berjudul “Implementasi Nilai Moderasi Beragama Dalam Tradisi Satu Tungku Tiga Batu Dalam Konseling Keluarga Islam di Kabupaten Pulau Papua.”
Alasan Mita mengambil topik tersebut karena menurutnya moderasi beragama di wilayah Papua begitu tinggi.
“Saya melihat di sana banyak tokoh agama yang berperan sebagai konselor keluarga, akhirnya saya berpikir bahwa moderasi agama di Papua dapat diimplementasikan dengan konseling keluarga islam,” ucapnya.
Mita mengatakan bahwa dirinya ingin memperlihatkan bahwa konseling keluarga juga dapat diintegrasikan dengan budaya Papua.
“Saya ingin memperlihatkan bahwa konseling keluarga itu bisa digabungkan dengan budaya Papua menggunakan beberapa metode,” ujarnya.
Dalam penelitiannya, Ia menggunakan pendekatan integratif berbasis budaya yang bersifat kontekstual.
“Saya menggabungkan kerangka konseling islam dan nilai-nilai kearifan lokal melalui pendampingan yang dialogis, persuasif dan partisipatif sebagaimana tercermin dalam praktik konseling oleh tokoh agama,” jelasnya.
Dalam penyusunan jurnalnya, Mita mengaku mampu menyelesaikan tugas akhirnya hanya dalam waktu satu bulan.
“Saya hanya membuat jurnal dalam waktu satu bulan,” titahnya.
Meskipun dapat menyelesaikan tugas akhirnya dalam waktu singkat, Mita mengakui sempat mengalami kendala.
“Ada keterbatasan pengetahuan untuk menggali informasi di sana, jadi saya mengerjakan dengan menonton YouTube secara detail, baru menggabungkan unsur-unsurnya dengan teori,” katanya.
Selain berkuliah, Mita juga aktif dalam beberapa organisasi.
“Di semester tiga dan empat, saya bergabung bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) BPI, kemudian aktif di Radio RGM, menjadi relawan kesehatan UIN Walisongo sebgai ketua Umum pada 2025/2026, hingga Organisasi Daerah (Orda) Ponorogo,” tuturnya.
Mita juga turut memperoleh berbagai kejuaraan baik nasional maupun internasional.
“Tahun 2024 saya mengikuti lomba Perkumpulan Asosiasi Bimbingan Konseling Islam Indonesia (PAPKIN), Juara 1 Esai Literasi Digital bidang teknologi, dan di tahun 2025 saya memperoleh Runner Up 1 esai kesehatan mental dalam lomba internasional di UIN Jambi,” ucapnya.
Dirinya mengungkapkan bahwa menjadi wisudawan terbaik sudah melampaui keinginannya.
“Menjadi wisudawan terbaik rasanya sudah melampaui apa yang saya inginkan, karena saya berasal dari SMK jurusan Tata Boga yang mana ketika mahasiswa baru betul-betul belajar dari nol,” ungkapnya.
Baginya yang bisa mengantarkan menjadi wisudawan terbaik adalah doa orang tua dan tekadnya.
“Selain do’a orang tua, saya memiliki tekad untuk mengubah tantangan menjadi sebuah kesempatan,” tutupnya.
Reporter: Dwi Endang Setyorini


