
Amanat.id- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menyelenggarakan festival K-Pop yang berlangsung pada 6-7 Juni di Tentrem Mall Semarang, Minggu (7/8/2026).
Mengusung tajuk “K-Chingu Expo!”, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai aktivitas bertema budaya Korea mulai dari random play dance, noraebang, K-pop gesture challenge, hingga workshop self make up Korean look Bersama sponsor yang sukses menggaet puluhan anak muda menjadi implementasi nyata mengelola event sekaligus wadah kreativitas bagi penggemar budaya Korea.
Public Relations acara tersebut, Annisa Kayla menyampaikan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Mata Kuliah Perencanaan Media yang dipelajari mahasiswa MICE PNJ.
“Acara ini bertujuan sebagai implementasi dari Mata Kuliah Perencanaan Media,” tuturnya.
Ia menjelaskan, persiapan acara telah dilakukan selama kurang lebih lima bulan sejak Februari.
“Acara ini sudah kami persiapkan dengan matang sejak bulan Februari kemarin sekitar lima bulan yang lalu. Panitia mempersiapkan berbagai kebutuhan acara secara bertahap agar pelaksanaan dapat berjalan lancar” ucapnya.
Annisa mengatakan rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi peserta, workshop, hingga acara puncak berupa kompetisi dance K-Pop.
“Untuk timeline-nya sendiri kita mulai dengan registrasi pendaftaran peserta dance competition, dilanjutkan dengan workshop, kemudian acara intinya pada hari ini yaitu kompetisi dance K-Pop,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kegiatan berlangsung dengan konsep berbeda pada masing-masing sesi. Hari pertama diisi kegiatan self make up daily look yang berkolaborasi dengan brand sponsor, sedangkan hari kedua berfokus pada kompetisi dance.
“Acara dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama ada self make up daily look with Emina, dan untuk hari kedua adalah dance competition,” ujarnya.
Pada kompetisi dance, panitia membagi perlombaan ke dalam dua kategori, yakni solo rookie dan group rookie untuk memberikan ruang bagi peserta individu maupun kelompok.
“Untuk lomba dance kita laksanakan dalam dua kategori, yaitu solo rookie dan grup rookie,” titahnya.
Annisa menyampaikan bahwa panitia berhasil menggaet antusiasme total 40 pendaftar pada kegiatan tersebut.
“Panitia berhasil menggaet antusiasme peserta dengan total 40 peserta dengan 20 peserta untuk solo dan 20 peserta untuk grup,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku panitia sempat menghadapi kendala dalam menjaring peserta pada awal persiapan. Namun, tantangan tersebut berhasil diatasi melalui penambahan media partner dan promosi.
“Kita juga sempat mengalami kendala dalam pencarian peserta. Namun, melalui media partner dan promosi kami berhasil mengatasi kendala tersebut sehingga mampu menjangkau audiens lebih luas,” paparnya.
Peserta kompetesi dari salah satu SMA di Semarang, Grace mengaku antusias mengikuti perlombaan tersebut dengan berlatih sejak lama.
“Saya sudah berlatih cukup lama berlatih menggunakan lagu yang dibawakan, tapi untuk persiapan lomba baru beberapa minggu terakhir,” ucapnya.
Grace mengungkapkan, penampilannya kali ini terinspirasi dari penyanyi K-Pop Jennie dengan membawakan dua lagu berjudul Like Jennie dan Zen.
“Untuk penampilan lomba, saya membawakan dua lagu dari penyanyi asal Korea, Jennie dengan dua lagunya yaitu ‘Like Jennie’ dan ‘Zen’,” tuturnya.
Ia menambahkan, dirinya cukup aktif mengikuti kelas dance maupun berbagai kompetisi serupa sehingga pengalaman tampil di panggung bukan hal baru baginya.
“Aku sering ikut kelas dance dan sering ikut lomba dance juga. Jadi pengalaman tampil di panggung bukan hal baru buatku,” ungkapnya.
Ke depan, Grace berharap dapat meniti karier di bidang yang berkaitan dengan dunia dance.
“Untuk kedepannya, semoga aku bisa bekerja sebagai guru dance atau pekerjaan yang berhubungan dengan industri ini,” tutupnya.
Reporter: Niliyal Mahiro


