By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Semarak Penyambutan Awal Bulan Ramadhan di Kudus
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Semarak Penyambutan Awal Bulan Ramadhan di Kudus

Last updated: 22 Februari 2025 10:01 pm
Nailatul Fitroh
Published: 28 Februari 2025
Share
SHARE
kudus, tradisi ramadhan kudus, tradisi dandangan, tradisi kota kudus, semarak penyambutan ramadhan
Masyarakat sedang melaksanakan tradisi dandangan (sumber: jatengprov.go.id)

Kudus adalah kota yang terkenal dengan Masjid Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus. Selain itu, tradisi-tradisi khas yang terkenal dari Kudus juga tidak luput dari perhatian. Salah satunya adalah tradisi yang dilakukan untuk menyambut bulan Ramadhan, yaitu Dandangan. Tradisi ini biasanya dilakukan 10 hari sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Mengutip dari kompas.com melalui buku Mengenal Perayaan Tradisional karya W. Dasanti, tradisi Dandangan telah dimulai sejak 450 tahun yang lalu oleh Syekh Ja’far Sodiq atau Sunan Kudus. Santri-santri akan berkumpul di pelataran Masjid Menara Kudus dan menunggu pengumuman yang akan disampaikan oleh Sunan Kudus.

Sehari sebelum puasa Ramadhan, Sunan Kudus akan mengumumkan awal bulan Ramadhan selepas solat Ashar di Masjid Menara Kudus. Sunan Kudus memukul bedug yang berbunyi ‘dang dang dang’. Nama Dandangan sendiri diambil dari bunyi pukulan bedug tersebut.

Seiring berkembangnya zaman, Dandangan bukan semata hanya pemukulan bedug sebagai tanda awal masuk bulan Ramadhan, tetapi juga diisi oleh kirab budaya. Kirab dilakukan sehari sebelum masuk Ramadhan. Kirab budaya yang menampilkan beragam budaya Kudus ini akan mengitari Alun-Alun Kudus sejauh 1 kilometer dipimpin oleh Bupati Kudus.

Berbagai tari-tari tradisional dan pertunjukan lain ditampilkan oleh kelompok seniman, pelajar, dan masyarakat Kudus. Atraksi seni dari Barongan Gembong Kamijoyo, yaitu seni barongan Kabupaten Kudus berupa Singo Barong yang bergelar Gembong Kamijoyo. Ada juga Tari Kretek yang menceritakan awal mula pembuatan rokok kretek. Saat pertunjukannya, para penari perempuan menggunakan caping dan memegang tampah sedangkan penari pria menggunakan blangkon. Musik gamelan dan lirik lagu yang mengiringi berisi cerita tentang macam-macam rokok yang ada di Kudus. Ada juga Tari Jenang yang menceritakan tentang pembuatan jenang dari mengolah sampai selesai dan berbagai atraksi kesenian yang hanya dijumpai di Kudus.

Kemudian sore harinya, akan dilakukan pemukulan bedug sebanyak 2 kali seperti yang dilakukan Sunan Kudus dulu. Pemukulan pertama dilakukan untuk mengumpulkan masyarakat. Pemukulan bedug kedua dilakukan sebagai keputusan dan pengumuman telah memasuki awal bulan Ramadhan. Dilansir dari detik.com, menurut Denny Nur Hakim, Humas Yayasan Masjid, penyampaian pengumuman itu dinamakan Blandrangan.

Masyarakat yang datang untuk mendengar pengumuman tersebut bukan hanya dari Kudus tetapi dari berbagai daerah seperti Demak, Jepara, Pati, dan daerah sekitar. Dandangan juga dapat disebut sebagai pasar malam atau festival rakyat sebelum Ramadhan. Mereka datang untuk menyaksikan kemeriahan dan kelestarian budaya dari Dandangan. Kudus yang terkenal dengan berbagai nama pondok pesantren pun, santriwan santriwatinya akan membuat acara semakin ramai dengan atmosfer khas pondokan.

Dandangan juga terkenal dengan banyaknya penjual yang menjual beragam barang, makanan, dan serba-serbi Ramadhan. Penjual akan berderet sepanjang jalan menuju Masjid Menara Kudus yang menambah kesan meriah dari tradisi ini. Berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari detik.com, ada sekitar 400 penjual yang meramaikan acara ini dengan stand-stand jualan mereka. Selain melestarikan budaya dan tradisi, juga dapat meningkatkan sektor perekonomian masyarakat Kudus.

Di kota lain juga pasti memiliki tradisi khas lainnya, tetapi prosesi Dandangan dari kirab budaya sampai pemukulan bedug hanya ada di Kudus. Tari-tarian atau atraksi seni yang ditampilkan benar-benar kesenian khas Kudus yang jarang ditemui di daerah lain. Misalnya, Tari Kretek dan Tari Jenang karena Kudus dikenal sebagai kota kretek dan produksi jenangnya. Jika kalian orang Kudus atau tinggal di daerah sekitarnya tetapi tidak menyaksikan setiap prosesi Dandangan ini pasti menyesal. Acaranya digelar meriah dan sarat akan makna tradisi juga pesan untuk melestarikan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Penulis: Nailatul Fitroh
Editor: Eva Salsabila

Pergeseran Makna Kumpul Keluarga pada Masyarakat Modern
4 Cara Jitu Atasi Homesick ala Mahasiswa
Rokok dalam Lakon Kebudayaan
Menakar Kekuatan Oposisi Pasca Pemilu 2019
Butuh Tambahan Uang? Ini 5 Pekerjaan Freelance yang Cocok untuk Mahasiswa
TAGGED:kudussemarak penyambutan ramadhantradisi dandangantradisi kota kudustradisi ramadhan kudus
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
UIN Walisongo, Paper mob PBAK, Paper mob UIN Walisongo, Video paper mob, DEMA UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Paper Mob PBAK UIN Walisongo Tak Kunjung Rilis, Ketua DEMA: Belum Ada Kepastian

Redaksi SKM Amanat
10 Oktober 2024
Peka Terhadap Sekitar, Wisudawan Terbaik FDK Usung Isu Masyarakat Marjinal
Begini Cara Menwa Batalyon 906 Rayakan Hari Kartini
PBAK 2018 UIN Walisongo Hadirkan Tamu Istimewa
UIN Walisongo Umumkan 263 Mahasiswa Penerima Bidikmisi 2019 
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Semarak Penyambutan Awal Bulan Ramadhan di Kudus
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Semarak Penyambutan Awal Bulan Ramadhan di Kudus
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?