By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kisruhnya Aksi Tolak RUU Pilkada Berujung Penangkapan Demonstran oleh Polisi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
RegionalVaria Kampus

Kisruhnya Aksi Tolak RUU Pilkada Berujung Penangkapan Demonstran oleh Polisi

Last updated: 23 Agustus 2024 6:43 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 22 Agustus 2024
Share
SHARE
RUU Pilkada, Aksi tolak RUU Pilkada, Penangkapan Demonstran, Tolak RUU Pilkada berujung chaos, Penangkapan massa aksi
Bentrok antara Demonstran dengan aparat kepolisian di halaman Gedung DPRD Jawa Tengah saat Aksi RUU Pilkada 2024, Kamis (Amanat/Alfarizy).

Amanat.id- Ribuan mahasiswa dan Lembaga Masyarakat Sipil berbondong-bondong memadati Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang demi menuntut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang regulasi ambang batas pencalonan untuk Pilkada, Kamis (22/8/2024).

Saat berusaha menyampaikan tuntutan pada Aksi Tolak Revisi Undang-undang (RUU) Pilkada , massa mengalami benturan dengan aparat kepolisian yang menyebabkan beberapa mahasiswa diamankan.

Menyikapi hal tersebut, salah satu Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Fajar Andika menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang represif terhadap mahasiswa.

“Kami menyayangkan tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa,” ucapnya.

Menurut Fajar, di tengah carut-marutnya perpolitikan saat ini, mahasiswa tengah berusaha menyuarakan kebebasan untuk berpendapat.

“Mahasiswa sedang menyuarakan kebebasan berpendapat di tengah rezim yang culas,” katanya.

Fajar menilai, tindakan represif oleh aparat kepolisian ditandai dengan adanya penangkapan massa aksi.

“Tindakan represif itu ditandai oleh penangkapan seseorang yang diduga mahasiswa,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan akan mendatangi Kepolisian Resor Kota Besar Semarang (Polrestabes) untuk melakukan upaya-upaya advokasi bersama tim hukum jaringan advokat.

“LBH Semarang bersama tim hukum jaringan advokat akan mendatangi Polrestabes untuk melakukan upaya-upaya advokasi,” imbuhnya.

Fajar menyatakan bahwa aparat kepolisian tidak seharusnya melakukan penangkapan kepada mahasiswa.

“Penangkapan ini seharusnya tidak dilakukan oleh pihak kepolisian,” ucapnya.

Sebab, sambung Fajar, mahasiswa saat ini sedang mencoba untuk menikmati Hak Asasi Manusia (HAM) dengan cara berunjuk rasa.

“Karena mahasiswa hari ini sedang melakukan penikmatan HAM,” katanya.

Adanya tindakan represif oleh aparat keamanan menurut Fajar menunjukkan indikasi ketidakberpihakkan polisi kepada rakyat.

“Tindakan represif ini menandakan pihak kepolisian tidak pernah berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Menanggapi soal penangkapan salah satu massa aksi, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Riki menerangkan bahwa hal tersebut tengah dalam pengusutan.

“Kita sedang mengusut terlebih dahulu mahasiswa yang diamankan,” ucapnya.

Riki menjelaskan bahwa ada 17 orang yang mengalami sesak nafas akibat tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.

“Ada 11 orang masuk rumah sakit, 6 orang dirawat di tempat solidaritas kami,” imbuhnya.

Salah satu massa aksi, Rizki menyampaikan bahwa demo berlangsung tidak kondusif akibat tindakan represi dari aparat kepolisian.

“Demonstrasi hari ini itu diawali kondusif, ketika kita berusaha untuk masuk, polisi menembakkan gas air mata,” ucap mahasiswa Universitas Sultan Agung.

Reporter: Moehammad Alfarizy
Editor: Eka R.

2.571 Camaba Berebut Kursi Masuk UIN Walisongo Lewat UJM
Lantik Ketua Dema dan UKM, Suparman Janji Akan Adakan Raker Bersama
Asep Cuwantoro: Masyarakat Hanya Konsumsi “Kotoran” Kaum Berkepentingan
5 Tahun Belum Resmi, Komunitas Ruang Inklusi Walisongo Berjuang untuk Eksis
Majelis Dzikir Hubbun Nabi dan Peserta Apresiasi Meriahnya “FEBI dan PBAS Berselawat”
TAGGED:aksi tolak ruu pilkadapenangkapan demonstranpenangkapan massa aksiruu pilkadatolak ruu pilkada berujung chaos
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Fajri Kholili, Wisudawan Terbaik FSH, UIN Walisongo
SosokUIN WalisongoWisuda

Kaitkan Perspektif Islam dan Sains, Fajri Kholili Sabet Gelar Wisudawan Terbaik FSH

Redaksi SKM Amanat
23 Agustus 2023
Bangun Karakter Jurnalistik, SKM Amanat Adakan Workshop 2022
Alasan Kenapa Berbuka Puasa Harus dengan yang Manis
4.004 Mahasiswa Baru Meriahkan PBAK UIN Walisongo 2024
15 Orda UIN Walisongo Kenalkan Budayanya lewat Nusantara Culture Festival
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kisruhnya Aksi Tolak RUU Pilkada Berujung Penangkapan Demonstran oleh Polisi
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kisruhnya Aksi Tolak RUU Pilkada Berujung Penangkapan Demonstran oleh Polisi
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?