By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tuai Pro Kontra, Guru Besar Pendidikan UIN Walisongo Tanggapi Program Pendidikan Barak Militer KDM
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan Barak Militer, Kontroversi Pendidikan Barak, KDM, Guru Besar UIN Walisongo, Raharjo
Ilutrasi pendidikan di barak militer (istockphoto.com).
Nasional

Tuai Pro Kontra, Guru Besar Pendidikan UIN Walisongo Tanggapi Program Pendidikan Barak Militer KDM

Last updated: 21 Juni 2025 6:36 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 21 Juni 2025
Share
SHARE
Pendidikan Barak Militer, Kontroversi Pendidikan Barak, KDM, Guru Besar UIN Walisongo, Raharjo
Ilutrasi pendidikan di barak militer (istockphoto.com).

Amanat.id– Hingga saat ini, program pendidikan barak militer milik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM masih menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan, Kamis (19/6/2025).

Sejak resmi dimulai pada Kamis, (1/5) program pendidikan dengan mengirimkan anak ke barak militer masih menjadi bahan diskusi dan kajian oleh kalangan akademisi, termasuk Guru Besar Pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Guru Besar Pendidikan UIN Walisongo, Raharjo menyampaikan perlu adanya definisi yang jelas tentang kenakalan remaja.

“Definisi kenakalan remaja itu ada banyak. Jika nakalnya sudah di tahap minum-minuman keras, tawuran, dan sejenisnya lebih baik dikirim ke barak,” ucapnya saat ditemui secara langsung, Kamis (19/6).

Anak yang dikirim ke barak, menurut Raharjo, merupakan remaja yang sudah tidak bisa diatasi oleh orang tua dan guru.

“Anak yang dikirim ke barak ini ya anak yang memang nakal dan orang tua serta guru sudah tidak bisa menangani,” ujarnya.

Menurutnya apabila kenakalan remaja masih dalam ranah pendidikan, tak perlu untuk mengirimkannya ke barak militer.

“Jika kenakalannya bolos atau nyontek, tidak itu masih bisa diatasi pihak sekolah karena di sekolah ada guru Bimbingan Konseling (BK), tidak perlu ke barak,” katanya.

Ia menjelaskan pemberian stimulus pada anak dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kenakalan remaja layaknya yang disebutkan dalam Teori Burrhus Frederic Skinner.

“Semisal masih ada anak-anak yang memungkinkan diberikan stimulus yang baik, seperti diberikan contoh perilaku baik oleh orang lain dan tenaga pendidik, maka itu masih bisa diatasi pihak sekolah,” jelas Raharjo.

Raharjo mengatakan mengirimkan anak ke barak dapat menjadi solusi apabila kenakalan terjadi di luar sekolah, namun harus dengan seizin orang tuanya.

“Terkadang di luar sekolah melakukan hal negatif, apabila diberikan hukuman keras dari sekolah, guru akan dilaporkan ke polisi. Maka pengiriman ke barak merupakan solusi yang seimbang dengan izin orangtua,” tambahnya.

Efektivitas kebijakan yang belum pasti

Menurut Raharjo, efektivitas menanggulangi kenakalan remaja dengan pendidikan ke barak belum bisa dipastikan hasilnya.

“Jika membahas efektivitas belum bisa dipastikan karena kebijakannya baru berlangsung dan belum ada penelitiannya,” tuturnya.

Raharjo mengatakan perlu untuk melihat latar belakang atau penyebab terjadinya kenakalan remaja.

“Semisal anak masih memungkinkan untuk didengar ya didengar, oleh karena itu perlunya mengetahui latar belakang kenakalannya,” ucapnya.

Menurutnya pendampingan psikolog juga diperlukan dalam seleksi anak yang akan dikirim ke barak militer.

“Agar hal yang dicemaskan terkait mental tidak terjadi, maka diperlukan seleksi ketat siapa yang akan dikirim ke barak, termasuk tes psikologi,” imbuh Raharjo.

Apabila ingin diterapkan di daerah lain, sambungnya, diperlukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas kebijakan tersebut.

“Jika ingin diterapkan di daerah lain, harus dilakukan penelitian terlebih dahulu hasil dari pendidikan barak dan mekanismenya,” sambungnya.

Menurutnya hal positif dari pendidikan barak militer adalah anak-anak menjadi lebih disiplin dan patuh.

“Jika dibilang brainwash ya bisa jadi, karena di barak pasti diajarkan untuk mentaati orangtua, guru, dan pemerintah dengan sedikit ancaman dengan artian positif agar mereka tidak berontak,” ungkapnya.

Ia mengatakan brainwash juga diperlukan dalam konteks positif untuk meminimalisir pemberontakan.

“Ketika ada yang melakukan pemberontakan ke ranah negatif seperti teroris juga diperlukan brainwash agar seseorang itu sadar dan tidak mengulangi kejahatan itu lagi,” jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo, Ahmad Wijananto menjelaskan bahwa mengirim anak ke barak merupakan alternatif pendidikan.

“Pemerintah Jawa Barat ini memberikan wadah bagi orang tua yang sudah kewalahan menghadapi kenakalan anak di bawah naungan militer” ungkapnya.

Selaras dengan pendapat Guru Besar Pendidikan UIN Walisongo, Ahmad juga belum bisa memastikan keefektivitasan kebijakan tersebut.

“Belum bisa dibilang efektif karena baru berjalan beberapa bulan dan belum terlihat hasilnya,” jujurnya.

Mahasiswa asal Bandung, Jawa Barat tersebut berharap tidak ada kepentingan politik praktis dalam pelaksanaan program pendidikan ke barak.

“Semoga pelaksanaan kebijakan ini tidak ada politik praktis karena jika politik masuk ke ranah pendidikan akan menimbulkan dampak yang buruk bagi pendidikan,” harapnya.

Reporter: Yumna Amiliatun Nida
Editor: Moehammad Alfarizy

Badriyah Fayumi Ibaratkan Gus Dur sebagai Buku yang Tidak Ada Tamatnya
Demo 13 April Aliansi Rakyat Jawa Tengah Menggugat, Berjalan Tertib
Hasyim Muhammad: Ramadan Memiliki Nilai Spiritual yang Tinggi
Tidak Perlu Resah, Sekarang RUU TPKS Sudah Jadi Undang-Undang
Ketua Dewan Pers; Keberlanjutan Media Tanggung Jawab Bersama
TAGGED:guru besar uin walisongokdmkontroversi pendidikan barakpendidikan barak militerraharjo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Lokasi KKN MIT Periode Januari Belum Bisa Dipastikan, Ini Penjelasan LP2M

Fika Eliza
18 Oktober 2019
SEMA FDK Gelar Diskusi Terbuka Ajak Mahasiswa Melek Politik
Kontemplasi Rembulan
Sempat Vakum, Orsenik 2021 Bakal Segera Digelar 
HMJ PGMI Hadirkan Haekal Adha Jelaskan Definisi dan Manfaat AI dalam Kehidupan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tuai Pro Kontra, Guru Besar Pendidikan UIN Walisongo Tanggapi Program Pendidikan Barak Militer KDM
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Tuai Pro Kontra, Guru Besar Pendidikan UIN Walisongo Tanggapi Program Pendidikan Barak Militer KDM
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?