Sembilu Sendu

1 Min Read
Ilustrasi bayangan seorang perempuan (istockphoto.com)
Sembilu sendu, Puisi sembilu sendu, Puisi Amanat, Sastra Soeket Teki, SKM Amanat
Ilustrasi bayangan seorang perempuan (istockphoto.com)

Tak semua rasa ada masa

Detak berlalu detik

Manis berangsur pahit

Tawa berujung tangis

 

Tengok kala itu kau elok

Menari rapi bagai merpati

Menyungging tiada singgung

Membara tiada tara

 

Itu dulu, dulu yang berlalu

Tentang Isak selalu sesak

Lantas ku tutup dengan kecup

Sisakan raga untuk berserah

 

Hanya ada aku dan pertolongan-Nya

Sekarang dua harapnya

Agar rumahnya segera kembali

Serta ambigu yang terkendali

 

Semarang, Juni 2024

Nadia S. (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.