
Di dua diding lesehan aldan kami terhimpit
Saling mencumbu mata, satu persatu kemudian berlalu
Sebuah kasih pada kisah yang terlanjur resah diatas kepala
Langit mendung kelabu,
Sebelum hujan jatuh mari kita menghangatkan tubuh bersama dengan membakar sandiwara
Aku di pojok kau di tengah, pecah dalam bias cahaya setelah kita bertatap
bersama melukis senggama
Sedang mereka masih sibuk mendaki puncak keagungan
Lau kau, aku, memutuskan pulang dan kembali kerumah
Untuk menata cermin yang pernah kita pecah bersama
Karena aku tak suka wajahmu yang semu
Kemarilah dan peluklah aku sebentar, agar detakku kembali
Peluklah, agar teduh yang hilang bisa kembali
Peluk aku lenia
Rindu
Contents
Di dua diding lesehan aldan kami terhimpitSaling mencumbu mata, satu persatu kemudian berlaluSebuah kasih pada kisah yang terlanjur resah diatas kepalaLangit mendung kelabu,Sebelum hujan jatuh mari kita menghangatkan tubuh bersama dengan membakar sandiwaraAku di pojok kau di tengah, pecah dalam bias cahaya setelah kita bertatapbersama melukis senggamaSedang mereka masih sibuk mendaki puncak keagunganLau kau, aku, memutuskan pulang dan kembali kerumahUntuk menata cermin yang pernah kita pecah bersamaKarena aku tak suka wajahmu yang semuKemarilah dan peluklah aku sebentar, agar detakku kembaliPeluklah, agar teduh yang hilang bisa kembaliPeluk aku leniaRinduTembalang, 30 Mei 2018Indana Maulana, lahir 24 Maret 1997 aktif di kegiatan KIAS (Kajian Apresiasi Sastra).



