[PUISI] Mengenang

1 Min Read
doc. dari berbagai sumber
doc. dari berbagai sumber
Di dua diding lesehan aldan kami terhimpit
Saling mencumbu mata, satu persatu kemudian berlalu
Sebuah kasih pada kisah yang terlanjur resah diatas kepala
Langit mendung kelabu,
Sebelum hujan jatuh mari kita menghangatkan tubuh bersama dengan membakar sandiwara
Aku di pojok kau di tengah, pecah dalam bias cahaya setelah kita bertatap
bersama melukis senggama
Sedang mereka masih sibuk mendaki puncak keagungan
Lau kau, aku, memutuskan pulang dan kembali kerumah
Untuk menata cermin yang pernah kita pecah bersama
Karena aku tak suka wajahmu yang semu
Kemarilah dan peluklah aku sebentar, agar detakku kembali
Peluklah, agar teduh yang hilang bisa kembali
Peluk aku lenia
Rindu

 

Tembalang, 30 Mei 2018
Indana Maulana, lahir 24 Maret 1997 aktif di kegiatan KIAS (Kajian Apresiasi Sastra).
Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.