Sebatas Perih

1 Min Read
Ilustrasi wanita memejamkan mata (pixabay.com)
Puisi Amanat, Puisi Soeket Teki, Puisi Sebatas Perih, Sastra Soeket Teki
Ilustrasi wanita memejamkan mata (pixabay.com)

Senyum kecut terpatri dalam guratan

Kala kusaksikan tawa riang tak terbendung

 

Anganku melambung tinggi,

Membentuk awan harapan dalam benak

Menuai beragam tanya,

“Kapan pula masaku tiba?”

 

Semakin banyak kebimbangan bersemayam,

Semakin pula ia tak terelakkan

 

Tertatih aku menahan bulir

Atas dukana yang menggendam lara

Yang sekelebat menjelma dalam ruang-ruang hampa

Menyayat, menafsir elegi

 

Usai sudah, tak perlu kembali

Kau hanya akan dapat sakit yang kedua kali

Semarang, 10 Oktober 2023

Revina Annisa Fitri (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

Share This Article