By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: “How It Ends” Akhir Dunia dan Perjalanan yang Penuh Tanda Tanya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Film How It Ends 2018 (Dokumen Internet
Film

“How It Ends” Akhir Dunia dan Perjalanan yang Penuh Tanda Tanya

Last updated: 31 Juli 2018 7:45 pm
Rima Dian Pramesti
Published: 31 Juli 2018
Share
SHARE
Film How It Ends 2018 (Dokumen Internet

Skmamanat.com– Awal cerita Film garapan sutradara David M. Rosenthal yang rilis tanggal 13 Juli 2018 kemarin ini menggambarkan latar dan suasana kota Seattle secara normal. Sepasang suami istri yang sedang menanti kelahiran anak pertamanya, Will (Theo James) akan melakukan perjalanan ke rumah orang tua Sam (Kat Graham) di Chicago dan meninggalkan Sam di Seattle, berniat memberi kabar gembira bahwa Sam telah hamil. Namun ayah Sam, Tom (Forest Whitaker) tidak cocok dengan Will.

Saat di meja makan Will mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari Tom yang membuat Will akhirnya gagal mengungkapkan tujuan awalnya, konflik dalam film ini baru muncul saat pagi hari ketika Will bangun dari tidurnya, Will tengah melakukan panggilan vidio dengan Sam, tiba-tiba dari dalam vidio Sam terdengar suara-suara aneh dan misterius dan sambunganpun terputus.

Will menuju bandara dan berniat untuk berangkat menuju Seattle. Namun di bandara penerbangan dibatalkan. Will semakin tidak bisa tenang ketika melihat laporan berita menjelaskan bahwa terjadi peristiwa misterius yang di mulai di pantai barat Amerika dan menganggu tenaga listrik serta telekomunikasi, saluran telepon dan listrik di Chicago juga terganggu.

Will menuju rumah Tom,Tom berencana mengendarai mobil menuju Seattle untuk mengetahui keadaan putrinya. Dengan terpaksa Will memutuskan untuk ikut bersama Tom.

Perjalanan Menantang Maut

Tom dan Will diberitahu bahwa jalan raya antarnegara ditutup sebab kehilangan listrik. Tetapi Tom berhasil membujuk prajurit untuk mengubah rute mobil dan membiarkan mereka lewat. Ketika berada di jalan raya, mereka ditepi oleh patroli polisi. Tetapi Tom menyadari itu narapidana yang melarikan diri dan keduanya terlibat baku tembak yang mengakibatkan narapidana itu tewas, sementara Tom mengalami patah tulang rusuk.

Dalam adegan dan situasi yang penuh bahaya ini, Sutradara mengajak penonton untuk melihat dua tokoh yang awalnya tidak ada kecocokan, kemudian berubah saling menjaga dari bahaya. Perjalanan yang menentang maut, perjalanan menuju ribuan mil dengan jalanan mencekam di seluruh penjuru negeri.

Tom dan Will selanjutnya bertemu dengan perempuan bernama Ricki (Grace Dove) mekanik perempuan yang dapat memperbaiki mobilnya. Akhirnya Ricki memutuskan untuk ikut bersama Tom dan Will.

Adegan selanjutnya adalah mereka dihadapkan seorang wanita yang meminta bantuan. Will dan Tom ditodong senjata sementara perampok mencuri persediaan bensin mereka dan pergi menggunakan mobil. Ricki menembak dan menyebabkan mobil perampok berguling dan terbakar yang mengakibatkan semua perampok tewas. Disini kita bisa melihat, bencana berhasil membuat krisis nasional terjadi disepanjang jalan, orang-orang saling menembak untuk bensin.

Pagi harinya mereka mendapati Ricki pergi dan menghilang. Tokoh Ricky disini menjadi tidak relevan, sutradara menghilangkan tokoh wanita cantik ini dan tidak muncul lagi saat ceritanya benar-benar mulai panas.
Pada hari berikutnya Tom mengalami masalah dengan paru-parunya, sepanjang kesakitan dan rasa lelahnya Tom menceritakan betapa sangat ia mencintai putrinya, dan saat itu pula Will mengatakan bahwa Sam tengah hamil anak Will.

Di sebuah jembatan mereka bertemu sekelompok pria bersenjata dengan sepeda motor yang meminta mereka berhenti. Tom dan Will berhasil menghindari mereka, belum selesai Will tertawa atas kemenangannya, Tom terdiam, menyerah, dan meninggal.

Keadaan menjadi lebih parah lagi ketika mobil rusak, Will hampir frustasi. Akhirnya Will membakar jasad Tom bersama mobilnya yang sudah rusak parah.

Pada hari kelima, Will melanjutkan perjalanan dengan berjalan. Hingga ketika Will semakin dekat menuju Seattle, dia melihat bahwa kota tersebut hampir hancur seluruhnya. Will mendapati catatan yang ditinggalkan Sam dengan alamat. Dia menuju ke alamat dan mendapati Sam bersama seorang pria bernama Jeremiah, tetangganya.

Jeremiah berusaha membunuh Will, namun Will menembaknya lebih dulu sebelum meraih pistol.

Setelah itu adegan selanjutnya adalah gempa bumi yang memicu letusan besar seperti badai yang mengakibatkan kabut asap dan api yang mendekati Seattle dengan cepat. Will bersama Sam pergi dari bencana tersebut.

Banyak sekali pertanyaan dalam film ini yang tidak terjawab, di bagian akhir tidak menggambarkan apa yang sedang terjadi dan akhir dari film itu seolah-olah penulis baru saja menyerah, ataupun sutradara bingung menentukan akhir sebuah cerita dalam film berjudul “How It Ends (2018)” ini.

Dibagian akhir juga tidak menjelaskan Will dan Sam dapat menghindari badai kematian yang mengejarnya, tidak masuk akal dua orang dapat bertahan dengan mobilnya di tengah dunia yang rusak dan lari dari badai yang mengejarnya.

Film ini banjir kritikan, sebagian besar menganggap film ini gagal total, tidak ada akhir di film ini bahkan ada yang menyebutnya ini adalah film kiamat termurah.

Namun masih ada yang menganggap film ini layak ditonton, film ini bukan tentang apa yang terjadi. Ini tentang perjalanan untuk menemui seseorang yang dikasihinya, tidak ada yang menjawab apa yang terjadi dan begitu juga kita. yang penting dalam film ini adalah bertahan dan melindungi keluarga. Sesederhana itu.

Apalagi dengan Sinematografi yang dihadirkan tampak cukup detail dan nyata ketika kota Seattle terlihat hancur, bangunan tinggi dan keadaan di sepanjang jalan yang porak poranda serta hujan abu disemua penjuru, meski momen itu hanya diperlihatkan beberapa menit saja dari film yang berdurasi 113 menit ini, tapi mampu menggambarkan akhir dunia yang hancur.

Genre : Action, Adventure, Sci-Fi, Thriller
Aktor : Theo James, Forest Whitaker, Kat Graham
Sutradara : David M. Rosenthal
Produksi : Nettflix
Resentator : Rima Dian Pramesti.

Cerita Hidup Seorang Penipu Ulung
[Resensi Film] Dewasa Belum Tentu Paham Seks Education
[Resensi Film] Ketika Impian Terhalang Batasan Sosial
Bukan Sekadar Komentar, Mengkritik Film itu Harus Bijak
Dualisme Keinginan Hidup Normal
TAGGED:forest whitakerhow it ends 2018resensi film how it endsreview film how it ends 2018theo james
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Nur Khasanah, UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Alasan di Balik Maraknya Kekerasan PRT Menurut Nur Khasanah

Shinta Ayu Aini
30 Mei 2023
Lokasi KKN MIT Periode Januari Belum Bisa Dipastikan, Ini Penjelasan LP2M
Adoria – Puisi Hasan Tarowan
Acara Pembukaan Harlah HMJ PBI ke-2 Tampilkan Drama Berbahasa Inggris
Damkar Semprot Air saat Nyanyi Bareng di Penutupan PBAK UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: “How It Ends” Akhir Dunia dan Perjalanan yang Penuh Tanda Tanya
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: “How It Ends” Akhir Dunia dan Perjalanan yang Penuh Tanda Tanya
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?