By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Gus Ulil Paparkan Fenomena Orang Beragama di Era Milenial
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Gus Ulil tengah memaparkan materi pada semianar nasional FUPK di Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo Kamis (21/11/2019) (Dok. Istimewa)
Varia Kampus

Gus Ulil Paparkan Fenomena Orang Beragama di Era Milenial

Last updated: 24 Desember 2019 1:29 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 22 November 2019
Share
SHARE
Gus Ulil tengah memaparkan materi pada semianar nasional FUPK di Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo Kamis (21/11/2019) (Dok. Istimewa)

Amanat.id- Mengangkat tema “Beragama di Era Milenial?” Fakultas Ushuludin Program Khusus (FUPK) gelar seminar nasional. Acara yang bertempat di Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo Semarang tersebut menghadirkan Ulil Abshar Abdalla, Kamis (21/11/2019).

Gus Ulil memaparkan mengenai fenomena keberagamaan di era Milenial ini. Pertama, zaman sekarang kecenderungan  beragama banyak yang Saklek, menganggap hanya golongannya saja yang benar dengan menyalahkan golongan yang lain.

Untuk menyikapi hal itu Gus Ulil mengutip perkataan Imam Syafi’i, bahwa setiap orang boleh menganggap pendapat sendiri benar. Tapi kodrat manusia bukankah bisa saja berbuat kesalahan?Kemudian, menganggap pendapat orang lain salah adalah tidak benar, padahal mungkin saja diantara mereka terdapat kebenaran.

“Dia hanya mendengar opini yang sejalan dengan pikirannya,” tegasnya.

Gus Ulil juga menambahkan bahwa sekarang ini banyak orang yang berhenti pada jargon yang Islam moderat, toleran, atau “Rahmatanlilalamin” saja. Tetapi, pada kenyataannya tidak moderat atau toleran.

“Menjadi ummatan wasathon atau umat yang moderat itu tidak mudah, susah sekali. Kita harus siap melihat ada kesalahan pada diri sendiri, dan ada kebenaran pada orang lain,” jelasnya.

Fenomena yang kedua adalah banyaknya orang beragama hanya sebatas pengetahuan. Menurutnya beragama seperti itu tidak ideal. Melihat agama semata-mata berdasar pada cara berpikir sederhana dan dangkal.

Kecenderungan orang dalam beragama sekarang memutuskan opini dari pemahamannya yang sederhana mengenai Alquran dan Hadis. Mereka ingin kembali ke sumber agama yang otoritatif (Alquran dan Hadis) padahal di lain sisi lain, Islam mengenal tradisi pemahaman yang panjang. Perlu adanya penafsiran dan pemahaman yang mendalam untuk memahami sumber ajaran Islam.

Gus Ulil mengatakan, sekarang ini orang-orang ingin terjawab langsung apa yang menjadi pertanyaannya. Jadi, mereka yang bersuara itulah yang didengarkan.

“Jadi, kita harus mengenali dengan baik orang-orang yang layak didengar, mereka itu producing voice atau producing noisy?”, tutupnya.

 

Reporter: Endang Paniati
Editor: Liviana

Truk Proyek Kampus 3 yang Beroperasi di Tengah PBAK Dinilai Mengganggu
Arafah SUCA 2 Indosiar Akan Geeerr-kan UIN Walisongo
Seminggu Galang Dana, MPI Serahkan Donasi untuk Korban Banjir Bantul
Dokter Poliklinik UIN Walisongo: Donor Darah itu Tidak Sakit
Sempat Cuti, Tak Halangi Tekad Aisyah Jadi Wisudawan Terbaik FDK
TAGGED:fenomena beragamagus ulilislam moderat
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Lifestyle

Sebelum Ke Pare, Perhatikan 6 Hal Ini Agar Waktu Belajarmu Tidak Sia-sia

Wiwid Saktia
17 Januari 2019
Asmara yang Merenggut Kebebasan Wanita
Alasan Mahasiswa Wajib Paham Investasi
Puncak Pekan Orda, Forsida Adakan Gelar Budaya
Berawal dari Tulisan dan Doa Asna Bisa Menjadi Wisudawan Terbaik FUHUM
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Gus Ulil Paparkan Fenomena Orang Beragama di Era Milenial
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Gus Ulil Paparkan Fenomena Orang Beragama di Era Milenial
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?