By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Dokter Poliklinik UIN Walisongo: Donor Darah itu Tidak Sakit
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Dokter Poliklinik UIN Walisongo: Donor Darah itu Tidak Sakit

Last updated: 18 Juli 2018 3:43 pm
Wiwid Saktia
Published: 28 Februari 2017
Share
SHARE
Dokter Poliklinik UIN Walisongo, Sri Hartini saat ditemui skmamanat.com di ruang kerjanya, (Amanat/Sakti)
Skmamanat.com – Sri Hartiningsih, Dokter Poliklinik UIN Walisogo Semarang mengatakan bahwa donor darah itu tidak sakit, Senin (27/2). Hal itu ia sampaikan, mendekati kegiatan donor darah yang akan diselenggarakan oleh Korps Sukarela (KSR) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Unit UIN Walisongo Semarang, Kamis s/d Jumat (2-3/3).
Sri mengungkapkan, donor darah tidak sesakit seperti yang diangan-angankan kebanyakan mahasiswa. Sedikit akan terasa nyeri ketika jarum suntik di masukkan ke pembuluh vena di lengan pendonor. Hal itu wajar, karena ukuran jarumnya sedikit lebih besar dari jarum biasa.
“Setelah dimasukkan tidak terasa nyeri, asalkan tidak mengoyak jaringan,” ungkap Sri.
Sri yang kerap mendampingi KSR dan PMI UIN Walisongo dalam kegiatan donor darah, mengungkapkan bahwa donor darah tidak  akan menurunkan kesehatan pendonor. Justru dengan donor darah, sel darah akan terbarukan secara rutin. Sel darah diproduksi selama 120 hari sekali, kemudian sel darah yang sudah tidak dipakai akan dilisiskan oleh tubuh.
“Maka dari itu, perlu kiranya kita mendonorkan darah dengan skala tiga bulan sekali,” imbuhnya.
Saat di temui oleh skmamanat.com di kantor poliklinik, Sri memberikan cara untuk menghilangkan rasa sakit saat hendak mendonorkan darah. Pendonor perlu diberi sugesti bahwa donor darah tidak sakit. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan resistensi rasa sakit pendonor. Sri meyakini apabila resistensi rasa sakit pendonor tinggi, maka pendonor tidak akan merasa sakit.
Menghindari hal yang tidak diinginkan, Sri menyampaikan bahwa tidak semua calon pendonor diperbolehkan melakukan donor darah. Seleksi pendonor diperhatikan untuk menjaga kualitas darah dan keadaan fisik pendonor. Pendonor setidaknya memiliki berat badan minimak 45 Kg, usia 17 tahun ke atas, berhemoglobin (Hb) normal dengan skala 12-15 gram%.
Selain itu, pendonor harus bebas penyakit, dalam kurun waktu tiga hari pendonor tidak diperkenankan mengonsumsi obat apapun, dan tensi darah dengan skala 110-140 (sistole) dan 70-90 (diastole).

“Apabila pendonor tidak memenuhi syarat, dikhawatirkan akan pingsan sehinga tekanan darah akan turun,” Ungkap Sri.
Wiwid Saktia N.
Dari FITK Menjadi FITIK, Kabag Umum: Hanya Salah Penulisan
KPM UIN Walisongo Beberapa Kali Ubah dan Takedown Timeline Kampanye Pemilwa
Mohammad Nuh Ajak Mahasiswa Jadi Ahli Wakaf
Motivasi yang Kuat Antarkan Rahma Jadi Wisudawan Terbaik FSH
Akibat Insiden Kecil Ini, Pemenang Lomba Poster Sempat Dibuat Kecewa
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
UIN Walisongo, UKT UIN Walisongo, Pembayaran UKT UIN Walisongo, Perpanjangan Pembayaran UKT UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Rapat Koordinasi Pemilwa Belum Temukan Titik Terang

Redaksi SKM Amanat
6 Desember 2023
Mendalami Pramuka di Racana Walisongo
Antisipasi Banjir, Warga Karangrandu Bersama Tim KKN Bersihkan Sampah
Karena Salah Cetak, Kartu ATM Mahasiswa Angkatan 2017 Batal Dibagikan
[Resensi Film] ‘Mukti utowo Mati’
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Dokter Poliklinik UIN Walisongo: Donor Darah itu Tidak Sakit
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Dokter Poliklinik UIN Walisongo: Donor Darah itu Tidak Sakit
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?