
Amanat.id– Badan Eksekutif Mahasiswa Semarang Raya (BEM SERA) menggelar aksi damai desak pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo hingga reformasi struktural kepolisian di halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Tengah, Kamis (26/2/2026).
Dalam aksi damai tersebut, Aliansi BEM SERA menyampaikan tiga tuntutan utama sebagai berikut:
1. Mendesak pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilai terlalu lama berkuasa dan tidak mampu menjalankan tugasnya.
2. Menuntut keadilan untuk seluruh korban pelanggaran HAM oleh polisi serta mengadili seluruh pelaku secara transparan dan berkeadilan.
3. Mendesak Institusi Kepolisian untuk melakukan reformasi secara struktural dengan mengganti pimpinan di setiap tingkatan lembaga.
Koordinator Lapangan (Korlap) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Akbar menuturkan aksi damai dilakukan sebagai bentuk kecaman atas peristiwa penganiayaan oleh oknum polisi.
“Aksi damai ini sebagai bentuk solidaritas dalam mengecam peristiwa pembunuhan Arianto Tawakal oleh Bripda Masias Victoria Siahaya di Kota Tual, Maluku,” tuturnya.
Akbar mengatakan aksi yang dilakukan juga sebagai pengingat kasus Gamma, dosen Untag, dan dugaan penjagaan tambang ilegal oleh oknum polisi.
“Bukan hanya pembunuhan Arianto Tawakal saja yang melatarbelakangi aksi ini, kasus Gama, dosen Untag, serta penjagaan tambang ilegal yang dilakukan oknum polisi juga terus kami kawal,” jelasnya.
Akbar menilai minimnya perubahan dalam penanganan pelanggaran HAM oleh kepolisian menunjukkan perlunya evaluasi struktural.
“Tidak adanya perubahan yang signifikan oleh Institusi Kepolisian dalam menangani kasus pelanggaran HAM membuktikan perlunya evaluasi secara struktural di dalamnya,” titahnya.
Akbar mengatakan tujuan digelarnya aksi tersebut untuk memantik kesadaran masyarakat pada kondisi politik bangsa.
“Selain sebagai bentuk solidaritas BEM SERA, aksi ini juga sebagai pemantik kesadaran masyarakat terhadap kondisi politik bangsa,” ungkapnya.
Akbar mengatakan BEM SERA akan terus mengawal tuntutan yang diajukan agar ditindaklanjut.
“Jika tuntutan tidak dihiraukan, kami akan mengkonsolidasi kembali dengan BEM SERA,” tutupnya.
Reporter: Putri Natasya Islamadina
Editor: Romaito



