By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kisah Pilu Ketika Kemarau Panjang Melanda
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Film

Kisah Pilu Ketika Kemarau Panjang Melanda

Last updated: 3 Juni 2019 12:07 pm
Shafril Hidayat
Published: 2 Juni 2019
Share
SHARE
Hasil tangkap layar film Sontoloyo

Air. Apa yang akan terjadi kala ia tidak ada? Ide cerita itu yang coba dikembangkan dalam film Sontoloyo (2018) garapan sutradara Kiky Zkr.

Film ini dibuka dengan segerombolan masyarakat dengan jerigen di tangan yang menanti truk tangki pembawa air, bantuan dari pemerintah. Wajah mereka gelisah. Di sela sela penantian itu, Jibun (Yabes) dan Tayo(Kirun) mengerutu menunggu bantuan air yang tak kunjung datang.

Kemudian datang sepasang kakek-kakek (Rugi dan Duri) dengan membawa jiregennya. Mereka meletakanya di antrian paling depan. Lantas mengakibatkan Jibun dan Tayo memprotes tindakan tersebut.

Yang menjadi daya tarik terik sekaligus kekuatan dalam film ini adalah adegan percakapan antar tokoh yang harus menyentil pemerintah. Sutradara berhasil menggambarkan percakapan khas orang-orang desa. Seperti ketika, bantuan janjian kepada masyarakat di tengah krisis yang tak kunjung datang.

Pada adegan selanjutnya kita diperlihatkan adegan yang dramatis. Ketika, seorang tokoh agama di kampung itu meninggal dunia. Keluarga meminta, supaya sang jenazah dimandikan, namun air tidak ada. Akhirnya, mereka meminta masyarakat untuk menyumbangkan persediaan air yang dimilikinya sebagai balasan atas jasa si mayit.

Sewaktu hidup, ia berkah berkata, “kalau untuk perkara dunia kita harus hemat, tapi kalau untuk perkara akhirat kita harus jor-joran.”

Ucapan itu keluar ketika, ia tidak tega melihat anak Minu yang terus menangis kehausan dan memangil anak perempuanya yang bernama Lulu (Joanna Dyah) untuk mengambilkan cadangan air yang ada di dalam rumah pak kyai.

Adegan lucu dalam film ini adalah, ketika pak tamir menyiarkan di musholla, namun tiba-tiba listrik di musholla mati, para wargapun binggung dan menyangka itu siaran kalau kiriman air sudah datang lantas para warga langsung bergegas mendatangi musholla sambil membawa jiregen masing-masing. Tetapi saat para warga hendak ke musholla melihat para jamaah sedang mempersiapkan pemandian jenazah akrirnya para warga belok kerumah pak kyai, kemudian pak tamir menjelaskan kepada warga kalau ini salah paham tadi bukan siaran kiriman air datang tetapi siaran kematian.

Penulis film ini adalah Syaikhu Luthfi mahasiswa UIN Walisongo Semarang, ia mendapat ide dari kisah nyatanya saat mendaki gunung merapi yang bebarapa bulan baru mengalami erupsi, sang penulis merasakan betul bahwa air lebih berharga daripada emas dan berlian.

Film ini sangat menginspirasi dan sangat mendidik bagi si pembaca karena mengandung banyak pesan-pesan kehidupan didalamnya.

Namun Sinematografi yang dihadirkan terlihat biasa-biasa saja, tidak ada yang membuat kagum dalam film yng berdurasi 80 menit ini, tapi mampu mengambarkan sebuah desa yang sedang mengalami kekeringan secara nyata.

Judul: Sontoloyo SCTV (2018)
Genre: Drama
Sutradara: Kiki ZKR
Penulis Naskah: Syaikhu Luthfi
Negara: Indonesia
Tayang pada: 17 Desember 2018, Senin pukul 23.30 WIB
Resentator: Muhammad Shafril Hidayat

[Resensi Film] Memori Kelam Penari Lengger Lanang
Dualisme Keinginan Hidup Normal
The Night Comes for Us: Banjir Darah Manusia
[Resensi Film] Kisah Pencarian dan Balas Dendam Saudari Perempuan
Ngeri-Ngeri Sedap: Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga
TAGGED:film sontoloyosinema wajah indonesiasyaikhu lutfhi uin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
ORSENIK

Singkirkan FEBI, FITK Juara Orsenik Cabor Futsal Setelah Delapan Tahun Puasa Gelar

Shafril Hidayat
29 Oktober 2021
Mengenang Prie GS, Prodi ISAI Adakan Pameran Kartun Nasional
Aktif Organisasi dan Bekerja Tak Halangi Putri Raih Wisudawan Terbaik FITK
Berikut Tanggapan Mahasiswa UIN Walisongo Terhadap Kasus Kekerasan Seksual yang Terjadi
MJO Dalang di Balik Drama Banjir Semarang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kisah Pilu Ketika Kemarau Panjang Melanda
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kisah Pilu Ketika Kemarau Panjang Melanda
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?