By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Nasehat Ukhrowi yang “Menyesatkan”
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Nasehat Ukhrowi yang “Menyesatkan”

Last updated: 10 Mei 2019 11:07 am
Diah Khalimatus Sa'diyah
Published: 10 Mei 2019
Share
SHARE
(Ilustrasi Foto : Amanat/Hasib)

Nasihat itu menenangkan. Meskipun ia kadang bukan jawaban atas persoalan. Nasihat memberikan opsi untuk dipilih. Pertimbangannya berdasarkan kebaikan, dan membuat seseorang menjadi bijaksana dalam mengambil keputusan.

Namun, nasihat tak selamanya begitu ternyata. Nasihat mulai menemukan sebuah bentuk baru yang menjauh dari logika. Opsi yang diberikan hanya satu dan itu tak bisa diterima nalar. Bagiamana bisa?

Contoh nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama kini misalnya, nasihat yang menganjurkan untuk menikah muda. La Ode Munafar penggagas gerakan tersebut menganggap, menikah muda adalah solusi untuk ‘menumpas’ fenomena pacaran yang di kalangan anak muda. Ia menamai komunitas itu sebagai Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran dan Gerakan Nikah Muda. Bahkan juga menerbitkan buku dengan judul, Berani Nikah Takut Pacaran.

Mungkin si pengagas gerakan tersebut menganggap pacaran adalah sebuah bentuk kedzoliman. Tapi, kini, apa yang disebut sebagai kedzoliman begitu ambigu.

Jika kita benturkan dengan semangat perjuang emansipator dari kalangan wanita misalnya, tentu konsep yang dibawa oleh La Ode agaknya berat untuk diterima. Bangsa ini, bahkan dunia mempunyai sejarah panjang terkait hal tersebut. R.A Kartini dalam Novel Pramudiyah misalnya digambarkan dibungkam dengan pernikahan di tengah peletikan pemikiran-pemikirannya kala itu oleh kolonial. Dengan menikah, wanita akan sibuk mengurus suami dan keluarganya, di penjara bernama rumah. Tak selalu demikian tentu. Namun beberapa kasus membetulkan asumsi tersebut.

Imam An-Nawawy menguraikan penjelasan tentang nasihat untuk kaum muslim sebagai berikut,

“Nasihat memberikan petunjuk kepada mereka terhadap hal-hal yang membawa kebaikan dalam perkara duniawi dan ukhrawi. Tidak menyakiti mereka. Mengajari hal-hal agama yang belum mereka ketahui. Membantu mereka dengan perkataan dan perbuatan. Menutupi aurat dan kekurangan mereka. Melindungi mereka dari marabahaya, serta berusaha mendatangkan manfaat..” (Syarh Shahih Muslim I/239)

Jika kita merujuk pada penjelasan nasihat dari Imam An-Nawawy, nasihat-nasihat seperti diatas bukan tergolong sebagai nasihat. Karena mereka hanya menyerang sisi ukhrowi tanpa menghiraukan sisi duniawi. Tidak jarang juga, nasihat-nasihat semacam itu hanya menyasar “bagaimana cara mendapat pahala” tanpa berpikir banyak marabahaya yang ditimbulkan dari nasihat-nasihat itu.

Dunia adalah ladangnya akhirat, bagaimana kita bisa mendapat buah ketika kita tidak pernah menanamnya.

Penulis: Khalimatus Sa’diyah

Kematian Penulis dan Era Baru Pembaca
Mengenal Fenomena Social Loafing pada Mahasiswa
Bayang Akademik Non-akademik Setelah Lulus Kuliah
Nyala Perlawanan dalam “Lagu Hidup”
Menilik Gaya Hidup Mahasiswa Proletar vs Mahasiswa Borjuis
TAGGED:artikel nasihatnasihat menyesatkannasihat ukhrowi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
AkademikVaria Kampus

UIN Walisongo Buat Kebijakan Baru Cegah Covid-19

Rizkyana Maghfiroh
16 Maret 2020
Cek Di Sini! Cakruma 2022 SKM Amanat yang Lanjut ke Tahap Workshop
UIN Walisongo Raih Juara Umum Kejuaraan Karate Open Rektor Cup VIII
KKN KNMB 2022 di Papua Resmi Dibuka, Berikut Syarat Pendaftarannya
Masdar Farid: Jangan Bawa Isu SARA dalam Kampanye
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Nasehat Ukhrowi yang “Menyesatkan”
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Nasehat Ukhrowi yang “Menyesatkan”
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?