By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: [Resensi Buku] Manfaat Berdebat Dengan Orang Goblok
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Buku

[Resensi Buku] Manfaat Berdebat Dengan Orang Goblok

Last updated: 21 Januari 2020 8:34 am
Diah Khalimatus Sa'diyah
Published: 24 Februari 2019
Share
SHARE
Buku Enaknya berdebat dengan orang goblok (Instagram/warungsastra).

Bagi sebagian besar kita, orang goblok adalah jenis orang yang paling dihindari dalam berdebat. Bukan hal yang salah memang, karena untuk apa berdebat dengan mereka yang hati dan pikirannya telah tertutup. Data yang kita bawa, analisis yang telah kita siapkan, akan mentah di hadapan mereka.

Namun, tidak menurut Puthut EA. Dalam bukunya yang berjudul “Enaknya Berdebat Dengan Orang Goblok”, dia memaparkan beberapa manfaat berdebat dengan mereka. Salah satunya, membuat kita terhibur.
Ya, seperti yang ditulis oleh Puthut EA dalam bukunya,

“Tapi apapun itu, berdebat dengan orang goblok, apalagi yang menggebu, tak usah diambil pusing. Dibikin gampang saja. Lebih dari itu, harus bisa mendapatkan hiburan dari sana. Plus bonus. Misalnya, paling tidak, jadi tulisan ini”. halaman 18

Buku yang dicetak pada Oktober 2018 itu, merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh Puthut EA dalam beberapa tahun terakhir. Banyak tema yang diambil oleh penulis. Dari rokok, bisnis, politik, hingga sepak bola. Bahkan judul buku ini, diambil dari salah satu esainya.

Esai-esai yang ada dalam buku ini, tidak jarang membuat pembaca terpingkal. Ide-ide tulisan yang out to the box, akan membuat pembaca terdiam sejenak dan berpikir ulang. Kemudian berkata “oh begitu atau oh iya ya! ” atau sesekali kita akan dibuat mengumpat setelah membaca.

Seperti dalam salah satu esai di buku ini yang berjudul “Menjadi Manusia di Smoking Area”. Dalam tulisannya, Puthut EA menggambarkan bagaimana seorang perokok di area merokok, yang saling berkomunikasi, bertegur sapa, dan mendiskusikan suatu hal, bahkan tak jarang saling meminjam korek. Hal yang tidak ditemui pada mereka yang berada di area bebas rokok. Kritik pedas penulis lontarkan terhadap fakta di lapangan tentang “smoking area” yang selalu sempit, dan membuat penggunanya berdesakan.

“di negeri ini, ada keganjilan yang nyaris tidak masuk akal. Para perokok yang berdesakan di smoking area itu mengkonsumsi barang legal dengan cukai yang sangat tinggi. Namun, mereka diperlakukan seperti para paria, interniran, kriminal, dalam sebuah “burning area” yang sempit dan sesak” halaman 25.

Tidak cukup sampai disitu saja, penulis kelahiran Rembang itu juga menyentil tentang tingkah laku latah orang-orang Indonesia. Sedikit-sedikit anti, sedikit-sedikit menyalahkan namun pada akhirnya hanya penyesalan yang di dapat.

Hal ini dapat ditemui pembaca pada esai yang berjudul “Rezim Anti-Antian Yang Mengganggu Kewarasan Nalar Kita”. Pada esai tersebut, penulis menceritakan sejarah perpolitikan yang keji. Yang mungkin saja, tidak banyak diketahui anak milenial sekarang. Bukan kasus penculikan pada masa orba, namun tepatnya pada politik dagang (perang dagang) yang membuat kita kehilangan komoditas terbaiknya.

Sebelum ramai gerakan anti rokok, Indonesia pernah digegerkan dengan “gerakan anti minyak kelapa dan gerakan anti kopi”. Kedua gerakan itu dilandasi karena alasan kesehatan. Sehingga pada perjalanannya, minyak kelapa yang tumpah ruah di negeri ini, diganti dengan sawit yang malah sering menyebabkan peristiwa kebakaran hutan. Padahal, fakta mengatakan bahwa minyak kelapa adalah minyak yang paling sehat selain minyak zaitun.

Buku yang berisi 57 esai ini, ringan untuk dibaca. Terutama untuk pembaca yang suka dengan isu-isu atau fenomena terkini namun malas jika harus bertemu dengan buku tebal dan istilah-istilah yang asing dan berat untuk di pahami. Hal ini dikarenakan, penulis menggunakan gaya bertutur yang sederhana dan logika pemikiran yang mengejutkan.

Namun, suatu karya memang tidak terlepas dari yang namanya kekurangan. Dalam buku ini, tidak disebutkan bahwa esai-esai di dalamnya, sudah pernah di muat di mojok.co.

Terlepas dari itu semua, adanya buku ini membuat pembaca lebih mudah mengurutkan esai-esai penulis sesuai dengan tema.

Selamat membaca….

Identitas Buku
Judul Buku : Enaknya Berdebat Dengan Orang Goblok
Penulis : Puthut EA
Halaman: viii + 236
Penerbit: Shira Media
Resentator: Khalimatus Sa’diyah

Bukan Pasarmalam; Potret Pejuang yang Dilupakan oleh Masyarakat dan Sejarah
[Resensi Buku] Imajinasi Tak Selalu Lebih Indah dari Realita
[Resensi Buku] Kerinduan para Burung Camar untuk Pulang
Paradoks Institusi Pendidikan
Kebebasan Manusia Tercekal Dogma Agama
TAGGED:phutut earesensi bukuresensi buku enaknya berdebat dengan orang goblok
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
KKN

Melalui Webinar, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Sosialisasikan Cegah Pernikahan Dini

Redaksi SKM Amanat
16 Juli 2021
Pesan Tersirat Tradisi Warak Ngendog
3 Tuntutan Dema-Sema dalam Audiensi Soal Polemik TOEFL dan IMKA
Tundukkan FEBI 2-1, FSH Juara Futsal Orsenik 2017
Semarakkan HSN, KKN RDR UIN Walisongo Semarang, Adakan Lomba Religi Anak
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: [Resensi Buku] Manfaat Berdebat Dengan Orang Goblok
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: [Resensi Buku] Manfaat Berdebat Dengan Orang Goblok
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?