
Amanat.id- Kebakaran melanda area belakang proyek pembangunan Gedung Pendidikan Profesi Terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (7/9/2026).
Pedagang area proyek pembangunan Gedung Pendidikan Profesi Terpadu, Purwadi mengatakan kobaran api pertama kali muncul dari bawah dekat kandang kambing.
“Saya di sini jualan nasi untuk makan orang proyek. Tadi kejadian kebakaran dari bawah sana, dari arah bawah kandang kambing. Itu awal mula kebakarannya,” ujarnya.
Saat kebakaran terjadi, Purwadi masih berada di lokasi untuk memantau kondisi api dan bersiap menyelamatkan diri apabila kobaran semakin melebar.
“Pas kebakaran saya masih di sini. Kalau api benar-benar melebar saya lari. Kondisinya sudah gelap karena lampunya sudah dimatikan,” ucapnya.
Menurut Purwadi, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan selang beberapa waktu pemadam kebakaran tiba dengan tiga unit mobil.
“Kejadiannya sekitar pukul dua siang. Pemadam kebakaran datang sekitar setengah jam kemudian. Ada tiga mobil pemadam yang datang ke sini,” jelasnya.
Ia menduga kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran di area bawah yang dipenuhi sampah, gelagah, dan alang-alang.
“Perkiraan aja, Mbak. Itu pasti ada orang yang bakar di sana, di bawah. Soalnya sampahnya terdiri dari gelagah dan alang-alang,” duganya.
Menurutnya, angin kencang membuat api semakin cepat merambat dari bagian bawah menuju area atas.
“Angin kan tadi sedang kencang-kencangnya. Tinggi apinya ada tiga meter. Kebakarannya sampai atas, pohon pisang kebakar semua,” sambungnya.
Ia mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam karena api membakar tumpukan yang berada di bawah permukaan.
“Ada satu jam untuk memadamkannya. Kebakaran kan tidak langsung mati, timbunan yang di bawah cukup lama dipadamkan,” katanya.
Purwadi mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan musim kemarau.
“Sekarang sudah terjadi kebakaran karena sampah-sampah di sini. Apalagi saat ini musim kemarau dan cuacanya panas. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Saya juga sering mengontrol dan mengingatkan agar tidak ada yang bermain api. Kita harus saling menjaga lingkungan,” paparnya.
Sementara itu, Petugas Pemadam Kebakaran Pos Sektor Ngaliyan, Muhammad Adib mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari Pos Jimbira sekitar pukul 13.30 WIB.
“Kira-kira dapat kabar soal kebakaran dari Pos Jimbira pukul setengah dua,” terangnya.
Ia mengatakan hembusan angin kencang sempat membuat api yang mulai mereda kembali membesar saat petugas berada di lokasi.
“Posisi saya ke sini untuk menggantikan yang pertama sudah agak padam. Cuma karena anginnya kencang, akhirnya apinya besar lagi,” jelasnya.
Ia mengatakan kebakaran tidak sampai mengancam permukiman warga. Namun, kepulan asap yang dihasilkan tetap berpotensi mengganggu lingkungan sekitar.
“Sebenarnya tidak terlalu mengarah daerah permukiman, jadi aman. Cuma asapnya itu yang membahayakan, karena tidak bagus untuk lingkungan,” imbuhnya.
Ia mengimbau masyarakat, termasuk warga kampus untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak sembarangan bermain api terutama saat musim kemarau.
“Harus waspada. Jangan sampai bakar sampah sembarangan karena dampaknya banyak sekali. Buat mahasiswa atau siapa pun jangan sembarangan mainan api,” tegasnya.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, Bima Ryan Pratama mengatakan dirinya melihat mobil pemadam kebakaran setelah mengikuti kegiatan kampus.
“Awalnya saya melihat mobil pemadam kebakaran, kemudian penasaran dan datang ke lokasi. Di sana saya melihat masih ada sisa asap tebal dan jalur bekas kebakaran yang cukup panjang,” terangnya.
Ia menduga kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di tengah kondisi vegetasi dan dedaunan yang mengering di sekitar area proyek.
“Dilihat dari daun, pepohonan, dan tumbuhannya itu kering-kering. Kemungkinan besar itu pasti ada yang membakar sampah, makanya langsung merambat,” duganya.
Ia berharap semua pihak dapat menjaga kebersihan lingkungan proyek dan tidak membuang puntung rokok sembarangan untuk mencegah kejadian serupa.
“Harapan saya jangan bakar sampah sembarangan, sampah-sampah di situ jangan lupa dibersihkan. Terus menghindari pembuangan bekas puntung rokok, jangan sembarangan,” pungkasnya.
Reporter: Romaito


