By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Brahita Adilla Diva Kusmala jadi Wisudawan Terbaik FPK setelah Soroti Diare Akut dan Kebiasaan Jajan Siswa SD
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoWisuda

Brahita Adilla Diva Kusmala jadi Wisudawan Terbaik FPK setelah Soroti Diare Akut dan Kebiasaan Jajan Siswa SD

Wisudawan terbaik FPK, Brahita Adilla Diva Kusmala meneliti bahaya diare akut yang terjadi pada anak SD

Last updated: 23 Agustus 2026 7:43 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 23 Agustus 2026
Share
SHARE
brahita adilla diva kusmala, wisudawan terbaik fpk, wisuda 2026, wisuda uin walisongo, uin walisongo
Wisudawan Terbaik FPK UIN Walisongo, Brahita Adilla Diva Kusmala berfoto bersama ijazah kelulusannya, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Khusus).

Amanat.id- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Gizi, Brahita Adilla Diva Kusmala berhasil menjadi wisudawan terbaik Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 pada wisuda sarjana ke-101 yang digelar di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (22/8/2026).

Wisudawan asal Kebumen tersebut berhasil menyelesaikan studinya dengan skripsi berjudul “Hubungan Status Gizi, Perilaku Cuci Tangan, dan Frekuensi Konsumsi Jajanan Sekolah dengan Kejadian Diare Akut Siswa SD Islam Imama Semarang”.

Diva menjelaskan alasan dipilihnya judul tersebut karena keresahannya terhadap bahaya diare akut yang berkaitan dengan kurangnya status gizi yang dapat berakibat kematian.

“Diare akut masih menjadi salah satu penyebab kematian anak-anak. Status gizi yang kurang juga menjadi faktor risiko. Sehingga saya ingin menggali lebih dalam hubungan antara keduanya,” terangnya.

Selain faktor gizi, Diva juga menyoroti aspek kebersihan dasar yang sering diabaikan masyarakat.

“Seringkali kita kurang menjaga kebersihan seperti cuci tangan karena masih dianggap sepele, padahal cuci tangan dapat mencegah terjadinya hal buruk,” sambungnya.

Fokus penelitian diarahkan ke tingkat Sekolah Dasar (SD) karena kelompok usia tersebut rentan terpapar masalah pencernaan.

“Kasus ini banyak terjadi pada anak sekolah, sehingga saya memutuskan meneliti di SD Islam Imama. Disana frekuensi konsumsi jajanannya masih tinggi. Meskipun membawa bekal atau Makanan Bergizi Gratis (MBG), siswa tetap mengonsumsi jajanan,” jelasnya.

Ia menuturkan tidak adanya larangan berjualan jajanan di sekolah sehingga tidak ada batasan untuk anak-anak mengonsumsi jajanan.

“Karena tidak ada larangan untuk jajanan, di depan sekolah banyak sekali penjual jajanan yang sudah berjejer dari pagi hingga waktu pulang sekolah,” terangnya.

Diva menyampaikan tantangannya selama proses mengerjakan skripsi yaitu menyertakan surat pernyataan kode etik yang prosesnya lama.

“Di bidang kesehatan, kami membutuhkan ethical clearance atau izin kode etik karena mengambil data dari subjek manusia. Kebetulan izin kode etik saya turun cukup lama, hampir satu bulan. Tanpa surat tersebut, pengambilan data tidak bisa dilakukan karena menyalahi etik,” jelasnya.

Ia mengungkapkan proses surat izin tersebut membuatnya menunggu lama sehingga saat surat turun bertabrakan dengan kegiatan sekolah.

“Cukup lama saya menunggu. Begitu surat turun, waktunya justru berbenturan dengan kegiatan di sekolah. Jadi saya harus menyesuaikan lagi. Sebagai peneliti dibawah naungan institusi, maka saya harus fleksibel menyesuaikan dengan jadwal yang ada di sekolah,” lanjutnya.

Ia merasa cukup frustrasi saat proses menunggu surat sedangkan waktu terus berjalan.

“Saya cukup frustrasi semasa menunggu, karena tidak bisa mengambil data sedangkan saya dikejar untuk bisa cepat menyelesaikan, tapi alhamdulillahnya tetap bisa terkejar,” ujarnya.

Diva mengaku memiliki target untuk lulus tepat waktu agar tidak membebankan orang tuanya.

“Saya memiliki target untuk lulus tepat waktu karena tidak ingin memberatkan orang tua. Saya sudah berusaha mencari beasiswa, tetapi masih belum beruntung. Adik saya yang masih sekolah dan kakak yang masih kuliah membuat saya berkomitmen untuk lulus tepat waktu,” paparnya.

Ia mengaku tidak menyangka menjadi wisudawan terbaik.

“Saya tidak memiliki target untuk menjadi wisudawan terbaik karena bagi saya yang penting bisa melakukan yang terbaik dan selesai dengan tepat waktu,” ucapnya.

Selama perkuliahan, Diva juga aktif mengikuti berbagai organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga volunteer.

“Saya aktif di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi karena berkaitan dengan berita dan jurnalistik. Di saat yang sama, saya juga bergabung di Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) FPK, dan (Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia) ILMAGI,” jelasnya.

Diva juga menjelaskan cara manajemen waktu dengan berbagai kesibukan yang dilaluinya.

“Saya tipe perencana. Jauh-jauh hari, semua agenda sudah saya susun di aplikasi google calendar. Untuk organisasi yang waktunya sering berbenturan, saya mengatasinya dengan mengatur skala prioritas, tergantung dimana saya lebih dibutuhkan,” jelasnya.

Ia menjelaskan pengalamannya mulai dari mengikuti lomba, hingga menjadi tentor les privat.

“Selain mengikuti lomba berhadiah, saya juga mengajar les privat matematika dan bahasa Inggris. Meskipun penghasilannya tidak seberapa, pekerjaan ini membuat saya bertahan hampir dua tahun sebelum selesai karena magang,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa teman-teman bisa menjadi support dan teman berkembang bersama.

“Awalnya saya mencoba lomba bersama teman. Di sana saya bertemu teman satu tujuan untuk belajar dan berkembang bersama. Alhamdulillah saya dan teman-teman bisa lulus tepat waktu,” terangnya.

Ia menyebutkan tantangan selama perkuliahan adalah dirinya sendiri karena memang bukan jurusan pilihan pertamanya.

“Awalnya saya tidak ingin prodi Gizi, bukan karena tidak tertarik tapi ada yang ingin saya kejar waktu itu. Namun, saya masih idealis karena ingin prodi kedokteran, akhirnya tidak bisa tercapai. Dengan berat hati saya akhirnya tetap menjalani ini,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, Diva merasa nyaman dan berusaha meyakinkan diri.

“Seiring berjalannya waktu, saya merasa nyaman dan meyakinkan diri sendiri kalau ini memang sudah jalannya, tidak perlu takut dan ragu. Walaupun masih merasa insecure karena banyak teman yang lebih hebat dari saya,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan bahwa dorongan dan motivasi dari orang tua untuk terus melanjutkan kuliah sangat membantunya.

“Syukurnya saya mendapat dorongan dan motivasi dari orang tua untuk terus melanjutkan apa yang sudah saya mulai dan ada mata kuliah yang cukup menarik. Sampai sekarang saya ingin melanjutkan lagi,” tuturnya.

Ia mengaku motivasi terbesarnya adalah kedua orang tuanya yang selalu meyakinkan dirinya untuk terus mencoba.

“Orang tua adalah motivasi terbesar saya. Mereka merangkul saya saat terpuruk belum mendapat kampus, hingga mendukung penuh di masa-masa sulit skripsi. Ketika burnout, mereka selalu menenangkan dan mengajak saya untuk menyegarkan pikiran sejenak,” jelasnya.

Ia juga menuturkan apa yang ingin ia sampaikan jika bertemu dengan dirinya saat menjadi mahasiswa baru.

“Saya ingin berkata jangan malu, jangan insecure, percaya dengan diri sendiri, jalanilah saat ini dengan baik. Coba gali potensi, cari relasi yang sebanyak-banyaknya karena di situ kita bisa tahu bahwasanya dunia itu sangat luas,” tutupnya.

Reporter: Nur Rofiqoh Nabila

Editor: Azkiya Salsa Afiana

Meski Sudah Berkeluarga, Tak Halangi Andria Jadi Wisudawan Terbaik FEBI
UIN Walisongo Keluarkan Surat Edaran Pembayaran UKT dan Biaya Ma’had 2023
Dua Prodi Baru Jadi Kebanggaan UIN Walisongo dalam Dies Natalis Ke-55
Laksanakan Wisuda 1 Sesi, UIN Walisongo Luluskan 629 Wisudawan Periode November 2023
Prodi ISAI UIN Walisongo Gelar Pameran yang Pertama di Kalangan PTKIN
TAGGED:brahita adilla diva kusmalaheadlineuin walisongowisuda 2026wisuda uin walisongowisudawan terbaik fpk
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Perang Badar, Perang Hawa Nafsu dan Perang Ideologi

Agus Salim I
20 Mei 2019
Dukung Tuntutan Maba, AMW dan DEMA-SEMA U Tekadkan Pembatalan Wajib Ma’had
LPTK UIN Walisongo Kukuhkan 537 Mahasiswa PPG dari 15 Provinsi Berbeda
Ini Tanggapan KH.Fadlolan Soal Wacana Pembubaran HTI
Guru Besar UIN Walisongo; Akademisi Jangan Seperti Politisi
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Brahita Adilla Diva Kusmala jadi Wisudawan Terbaik FPK setelah Soroti Diare Akut dan Kebiasaan Jajan Siswa SD
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Brahita Adilla Diva Kusmala jadi Wisudawan Terbaik FPK setelah Soroti Diare Akut dan Kebiasaan Jajan Siswa SD
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?