
Amanat.id- Forum Mahasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (FORMAKIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Dharma Aksi Mahasiswa KIP (DHARMAKIP) dengan tema “Langkah Nyata Penuh Makna, Menumbuhkan Kepedulian untuk Masyarakat Desa” di Dusun Nduren, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Senin (13/7/2026).
Ketua Panitia DHARMAKIP, Yumela Sukmawati mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada sosialisasi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
“Acara ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa KIP-K dalam mendukung peningkatan pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan keagamaan di masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan, bukan sekadar kunjungan atau sosialisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mayoritas warga Dusun Nduren merupakan petani jagung dengan persoalan pemanfaatan limbah bonggol jagung.
“Saat survei, kami mengetahui mayoritas warga di sini merupakan petani jagung. Permasalahan utamanya adalah limbah bonggol jagung yang belum dimanfaatkan, sehingga kami menghadirkan sosialisasi pengolahan limbah jagung menjadi pupuk kompos,” jelasnya.
Ia menerangkan panitia menggelar sejumlah program di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan keagamaan selama kegiatan berlangsung.
“Rangkaian kegiatan meliputi cek kesehatan gratis, sosialisasi di MI Nahdlatul Ulama (NU) 46 Winong, belajar bersama anak-anak, sosialisasi pengolahan limbah jagung, pelatihan kerajinan, pengajian akbar, hingga senam dan perlombaan bersama warga,” terangnya.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis membantu warga mengetahui kondisi kesehatannya, sementara kegiatan pendidikan meningkatkan minat belajar dan kemampuan bahasa anak-anak.
“Dari cek kesehatan, masyarakat bisa memeriksakan kesehatan secara gratis. Sementara untuk anak-anak, kami berharap mereka menjadi lebih gemar membaca dan mengenal bahasa Arab maupun bahasa Inggris,” sebutnya.
Ia menambahkan kegiatan pengolahan limbah jagung diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan yang selama ini dihadapi warga.
“Harapannya limbah bonggol jagung tidak lagi dibuang begitu saja, tetapi dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi lahan pertanian masyarakat,” imbuhnya.
Salah seorang warga Dusun Nduren, Alwi mengatakan seluruh rangkaian kegiatan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pemeriksaan kesehatan gratis dan sosialisasi pengolahan limbah jagung.
“Rangkaian acaranya sangat bermanfaat, terutama cek kesehatan gratis yang membantu warga, khususnya lansia. Kemudian sosialisasi limbah jagung juga menambah wawasan masyarakat karena sebelumnya kami belum tahu limbah itu bisa dimanfaatkan menjadi apa,” ucapnya.
Ia mengikuti hampir seluruh kegiatan karena penasaran sekaligus ingin memperoleh manfaat dari program yang diselenggarakan mahasiswa.
“Saya mengikuti hampir seluruh rangkaian kegiatan karena jarang ada organisasi mahasiswa yang mengadakan acara seperti ini di dusun kami. Selain penasaran, saya juga ingin mendapatkan manfaat dari kegiatannya,” kata Alwi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.
“Semoga ke depan semakin banyak organisasi mahasiswa yang mengadakan kegiatan seperti ini di dusun kami karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Romaito


