By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: [Refleksi Isra Miraj] Momentum Penilaian Kualitas Salat Kita
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sumber ilustrasi: madaninews.id
Artikel

[Refleksi Isra Miraj] Momentum Penilaian Kualitas Salat Kita

Last updated: 11 Maret 2021 6:00 pm
Agus Salim I
Published: 11 Maret 2021
Share
SHARE
Sumber ilustrasi: madaninews.id

“Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali dihitung adalah salatnya. Jika salatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan akan selamat. Sebaliknya, apabila salatnya rusak, ia celaka dan akan merugi …. “ Al Jami Al Kabir, at-Tirmidzy Juz I Hadits nomor 413

Apa yang tertuang dalam hadits tersebut dengan tegas menekankan bahwa, hal yang pertama kali dihisab kelak setelah kehancuran alam semesta (baca: kiamat) adalah perkara salat. Setelah dikumpulkan di oro-oro mahsyar (padang mahsyar) dan menunggu lamanya hari perhitungan, lantas semua perkara umat manusia akan ditimbang untuk kemudian diadili satu per satu tanpa luput sedikitpun, tak terkecuali salat.

Memasuki peringatan Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2021 ini, penulis mengingatkan kembali perihal salat sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan kebergamaan umat muslim. Seperti kita ketahui, peristiwa Isra Miraj merupakan sebuah kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW untuk mendapatkan perintah salat dari Allah SWT, tepatnya pada tanggal 27 Rajab.

Terlepas dari jumlah rakaat salat yang harus dikerjakan umat muslim, yang semula 50 rakaat menjadi 5 rakaat,  ingin penulis tekankan bahwa komponen utama dalam salat adalah kekhusyukan. Hari ini, kita banyak dipertontonkan oleh orang yang lebih mengutamakan kewajiban menjalankan salat daripada esensi salat itu sendiri. Yang terjadi selanjutnya, perkara salat seolah dijadikan sebagai penggugur kewajiban semata. Lebih-lebih, orang yang melakukan salat seolah dikejar-kejar waktu hingga ia menjalankan salat dengan tergesa-gesa.

Padahal, jika kita kaji lebih dalam, esensi salat tidak hanya sebatas gerakan yang diawali takbir dan diakhiri salam. Lebih dari itu, salat sebagai sarana seorang hamba berkomunikasi lebih dekat dengan sang pencipta.

Lalu, bagaimana hukumnya dengan orang yang menjalankan salat dengan tergesa-gesa? Apakah salatnya bisa dikatakan sah?

Sah tidaknya salat seseorang bisa diukur melalui syarat sah dan wajib mendirikan salat termasuk rukun-rukunnya. Namun, yang menjadi garis besar permasalahan adalah persoalan cepat lambatnya orang mengerjakan salat.

Sebenarnya, umat Islam tidak boleh melaksanakan salat dengan kondisi tergesa-gesa. Bukan hanya salatnya saja yang tidak boleh tergesa-gesa, mendatangi salat pun tidak boleh dilakukan dengan tergesa-gesa. Seperti yang disebutkan dalam hadist berikut ini.

“Suatu hari, saat Rasulullah SAW salat, beliau mendengar suara gaduh di belakang. Seusai salat Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, apa gerangan yang telah terjadi sehingga terdengar suara gaduh pada saat salat? Para sahabat menjawab: kami tergesa-gesa mendatangi salat. Rasulullah SAW. kemudian bersabda, ‘jika kalian mendatangi salat hedaklah kalian (berjalan dengan) tenang. Ikutilah rakaat yang dapat kalian ikuti dan sempurnakanlah rakaat tang tertinggal.” (HR. Bukhari & Muslim)

Mengapa demikian? Pasalnya, orang yang tergesa-gesa biasanya tidak bisa mengontrol emosi dan pikiran mereka. Ini akan membuat hati dan pikiran kosong, serta menjadi tempat kesukaan setan. Terlebih, sifat tergesa-gesa datangnya dari setan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Ketenangan itu dari Allah dan tergesa-gesa itu dari syaitan.” (HR. Turmudzi)

Masih berbuat kemungkaran

Dalam realitas yang sebenarnya, kita masih sering menemui orang yang rajin dalam menjalankan ibadah salat, namun di sisi lain ia masih sering berbuat maksiat. Lalu, ada pula orang yang ketika di hadapan orang banyak terlihat alim dan shalih, namun ketika sepi, ia menjadi orang yang menerjang larangan Allah.

Padahal hakikatnya, fungsi salat sendiri dapat menghindarkan manusia dari perbuatan keji dan munkar. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Ankabut penggalan ayat 45 berbunyi: “Inna as-salata tanha anil-fahsya-i wal-munkari.” Yang artinya: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar.”

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Az-Zawajir an Iqtiraf Al-Kabair menjelaskan, orang yang menampakkan keshalihannya (baik itu mengerjakan salat, puasa, dan zakat) namun masih mengerjakan hal-hal yang dilarang Allah diganjar dosa. Maksiat yang dilakukan orang yang rajin salat itu merupakan pertanda runtuhnya ketakwaan dan rasa takutnya kepada Allah SWT.

Jika orang tersebut rajin salat namun masih melakukan maksiat—baik sembunyi maupun terang-terangan—tapi dipenuhi rasa penyesalan, Syekh Muhammad Al-Mukhtar menyebut orang semacam ini bukanlah orang yang menantang Allah. Namun, perbuatan maksiatnya yang tidak dibenarkan. Artinya dibutuhkan pertaubatan—yang sebenar-benarnya taubat—dan tidak mengulanginya kembali.

Berkaca dari fenomena tersebut, patutlah kita melakukan penilaian dan memperbaiki diri termasuk dalam menjalankan ibadah salat. Mengingat, salat merupakan ibadah yang pertama kali dihisab setelah hari kiamat nanti.

Penulis: Agus Salim I

Kejahatan Orang-orang (yang Katanya) Saleh
Mengapa Kita Perlu Berjalan Kaki?
Belajar Merawat Budaya Ala Si Jenius dari Timur
3 Langkah Fokus pada Diri Sendiri
Kisah Nabi Luth, Dukuh Legetang, dan Tragedi Kaum Sodom
TAGGED:aku yang salahisra mirajkewajiban salatrefleksi isra mirajsalat khusyuk
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Seminggu Lagi, MPR RI Gelar Seminar di UIN Walisongo

Afifah Kamaliyah
23 Maret 2018
Ketua DEMA FSH Sebutkan Alasan Maba Terlambat Visit UKM UIN Walisongo
Ahmad Ismail Tekankan 2 Hal Penting bagi Para Guru Profesional
Cek Akreditasi Terbaru 2 Prodi S1 FISIP UIN Walisongo
Pertama Kali Kirim Tim Robotika, UIN Walisongo Raih Spesial Award 1 Lomba Mecbot 2021
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: [Refleksi Isra Miraj] Momentum Penilaian Kualitas Salat Kita
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: [Refleksi Isra Miraj] Momentum Penilaian Kualitas Salat Kita
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?