By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: KSMW Gelar Dialog Publik, Bedah Polemik Kajian DEMA-U terhadap Program Walisongo Campus Ambassador
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

KSMW Gelar Dialog Publik, Bedah Polemik Kajian DEMA-U terhadap Program Walisongo Campus Ambassador

KSMW menggelar dialog publik untuk menanggapi kajian DEMA UIN Walisongo terbaru di postingan akun instagram @demauinsmg

Last updated: 25 April 2026 12:35 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 25 April 2026
Share
SHARE
dialog publik ksmw, ksmw, walisongo campus ambassador, wca uin walisongo, dema uin walisongo, uin walisongo
Tangkapan layar Widi Cahya Adi sedang menjelaskan peran WCA dalam dialog publik yang diadakan oleh KSMW UIN Walisongo, Jumat (24/4/2026). (Dok. Khusus).

Amanat.id- Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan Dialog Publik dengan tema “Antara Kosmetik Kehumasan dan Politisasi Isu: Menguji Objektivitas Duta Kampus dan Arah Kritik DEMA Universitas” melalui platform Google Meet, Jumat (24/04/2026).

Dialog publik tersebut diselenggarakan untuk menanggapi unggahan di akun instagram @demauinsmg dengan menguji validitas data, dasar argumentasi, dan motif kritik DEMA UIN Walisongo.

Wakil ketua DEMA UIN Walisongo, Yusuf Aditya Pratama menegaskan kritik Walisongo Campus Ambassador (WCA) ditujukan pada program, bukan individu.

“Kami mengkritik WCA sebagai sebuah program dari Humas UIN Walisongo Semarang, bukan sebagai identitas personal,” ujarnya.

Ia menyatakan ingin memastikan promosi kampus selaras dengan realitas yang dirasakan mahasiswa.

“Kami ingin memastikan bahwa promosi kampus yang elok selaras dengan realitas yang dirasakan mahasiswa di lapangan,” katanya.

Ia menjelaskan target kritiknya adalah rektorat yang meninggalkan kualitas infrastrukturnya.

“Kritik DEMA menyoroti rektorat atas kebijakan yang menutupi kekurangan, di tengah upaya kampus menjual citra baik lewat WCA sementara masih ada infrastruktur tak layak seperti robohnya ma’had,” paparnya.

pihaknya sepakat WCA berperan sebagai branding kampus dan hal itu tidak diperdebatkan.

“Kami sepakat bahwa WCA itu memang punya tugas sebagai branding kampus untuk mempromosikan kampus, dan kita tidak pernah berdebat di situ,” tuturnya.

Menteri Kajian, Aksi, dan Propaganda (Kaspro) DEMA UIN Walisongo, Salman Alfarizi menyampaikan permohonan maaf atas kajian yang memicu serangan personal, serta menekankan bahwa kritik ditujukan pada program WCA, bukan individu.

“Satu hal yang paling utama adalah permintaan maaf atas dasar kajian kami yang kemudian menimbulkan komentar yang menyerang secara personal. WCA yang kami kritisi adalah program, bukan personal,” ucapnya.

Perwakilan WCA, Rachel Aqila Hafsha Firmansyah menegaskan pihaknya tidak berorientasi pada materi serta tidak mendapatkan bayaran dalam bentuk apapun.

“WCA benar-benar no money oriented. Tidak dibayar, tidak dapat honor, dan tidak dapat uang dalam bentuk apa pun itu,” tegasnya.

Ia menilai penggunaan foto 20 anggota WCA angkatan 2024 pada slide pertama thumbnail merupakan kesalahan fatal.

“Pemilihan thumbnail feeds untuk yang slide pertama saya kira sangat fatal ya, karena kenapa harus menggunakan foto dari 20 WCA angkatan 2024?” sanggahnya.

Menurutnya, penggunaan foto dengan wajah yang di-blur memberikan kesan mereka adalah pelaku kejahatan.

“Kesannya kami adalah penjahat, dan memblur foto kami adalah hal yang kurang etis,” tambahnya.

Pembina WCA, Widi Cahya Adi mengakui penggunaan duta kampus sebagai strategi promosi visual guna menarik calon mahasiswa dengan menonjolkan sisi positif universitas.

“Kami memang mempromosikan kecantikan kampus untuk menarik minat mahasiswa baru. Namun, bukan berarti menutupi hal buruk, melainkan menonjolkan sisi positifnya,” akunya.

Ia menilai isu viral perlu dipastikan dampaknya ke pimpinan, meskipun birokrasi sudah merumuskan kebijakan baru terkait ma’had.

“Informasi yang viral ini perlu diukur dulu, apakah sudah sampai ke telinga pimpinan atau belum, karena sasarannya memang birokrasi. Tanpa postingan viral ini pun, birokrasi sudah menilai dan akan ada kebijakan baru tentang Ma’had karena pimpinan kita baru ganti,” jelasnya.

Widi menjelaskan birokrasi kampus telah melakukan evaluasi mandiri dan berencana mengeluarkan kebijakan baru mengenai ma’had.

“Birokrasi sebenarnya sudah melakukan penilaian tanpa harus menunggu postingan viral, dan saat ini kami tengah menyiapkan kebijakan baru terkait ma’had seiring adanya pergantian pimpinan,” pungkasnya.

Reporter: Firman Ade Rizqi
Editor: Romaito

Nur Hayid Tekankan Pentingnya Optimisme Dalam Meraih Kesuksesan
Sayyid Zulfikar Ceritakan Keutamaan Berselawat
Aksi Tolak Perppu Ciptaker Ingin Masuk Bersama, Quatly: Perwakilan 5 Mahasiswa Saja
Angkat Konflik Remaja dan Orangtua Antarkan Rach Madita Jadi Wisudawan Terbaik FPK
Pentingnya Ulama Perempuan dalam Peradaban
TAGGED:dema uin walisongodialog publik ksmwheadlineksmwuin walisongoWalisongo Campus Ambassadorwca uin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Indepth

[Indepth] Meramu (Lagi) Sketsa Deradikalisasi

Agus Salim I
19 November 2020
Rekam Jejak 34 Tahun SKM Amanat
Upaya Menjaga Lingkungan dengan Sustainable Fashion
Lestarikan Warisan Lokal, LP2M bersama mahasiswa adakan Pelatihan Anyam
Menuju UIN Walisongo Unggul, Rektor Lantik 104 Pejabat Struktural
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: KSMW Gelar Dialog Publik, Bedah Polemik Kajian DEMA-U terhadap Program Walisongo Campus Ambassador
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: KSMW Gelar Dialog Publik, Bedah Polemik Kajian DEMA-U terhadap Program Walisongo Campus Ambassador
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?