By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: UKK Tax Center UIN Walisongo Gelar Seminar Nasional, Tekankan Pentingnya Melek Pajak
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

UKK Tax Center UIN Walisongo Gelar Seminar Nasional, Tekankan Pentingnya Melek Pajak

Last updated: 29 September 2025 10:54 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 29 September 2025
Share
SHARE
UKK Tax Center, UKK UIN Walisongo, Seminar Festival Pajak, Liafatra Nurlaily, UIN Walisongo
Liafatra Nurlaily sedang memaparkan materi dalam Seminar Nasional Festival Pajak di Gedung Auditorium 2 Kampus III UIN Walisongo, Rabu (24/9/2025). (Amanat/Alfi).

Amanat.id– Unit Kegiatan Khusus (UKK) Tax Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar Seminar Nasional Festival Pajak dengan tema “Transformasi Sistem Perpajakan Menuju Regulasi yang Efektif dan Berkelanjutan di Era Ekonomi Digital” yang bertempat di Auditorium 2 Kampus 3, Rabu (24/9/2025).

Acara tersebut menghadirkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI), Liafatra Nurlaily sebagai pembicara.

Liafatra mengatakan terdapat lonjakan pajak di beberapa daerah yang salah satunya mencapai 250%.

“Baru-baru ini terdapat lonjakan pajak di beberapa daerah yang luar biasa, salah satunya Kota Pati dengan lonjakan 250%, kemungkinan pajak naik setelah pemerintah menghitung Inflasi pertahun,” ucapnya.

Liafatra menjelaskan faktor rendahnya rasio pajak di Indonesia diantaranya karena kepercayaan masyarakat yang rendah.

“Penyebab rendahnya tax ratio yaitu kepercayaan masyarakat yang rendah dipicu beberapa kejadian, diantaranya korupsi yang dilakukan pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, Liaftatra mengatakan regulasi kompleks dan ekonomi gelap juga menjadi faktor rendahnya rasio pajak.

“Regulasi kompleks dan kegiatan tersembunyi seperti ekonomi gelap yang sengaja dilakukan untuk menghindari pajak juga menjadi faktor rendahnya tax ratio,” imbuhnya.

Lia menyampaikan solusi yang bisa dilakukan untuk menuju sistem perpajakan yang ideal.

“Untuk menuju sistem perpajakan yang ideal bisa dimulai dengan fondasi kepercayaan masyarakat dengan literasi perpajakan, keadilan dan pemerataan pajak, signifikasi aturan pajak serta transparansi oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia juga memaparkan peran akademis yang berhubungan dengan pajak harus kritis dengan sistem-sistem perpajakan.

“Ketika kritis akademis bersinggungan dengan pajak, harapannya adalah muncul analisa sistem seperti pertanyaan mengenai keefektifan pajak dan akses kemudahan pajak bagi kita,” tuturnya.

Liaftara menegaskan sebagai akademisi harus kritis literasi pajak dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai akademisi kita juga harus mengetahui literasi pajak seperti manfaatnya bagi kehidupan, tujuan adanya pajak, hal yang bisa kita rasakan dari pajak tersebut, dan lainnya sehingga perpajakan bisa berjalan dengan optimal,” titahnya.

Ia memberikan contoh kritis pada fenomana perpajakan.

“Contohnya saat pajak naik menjadi 12%, kita harus bisa kritis mengenai kegunaan pajak dan lain sebagainya agar kita bisa membayar pajak dengan efisien dan optimal,” ucapnya.

Ia megatakan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menganalisis dan mengkaji perpajakan.

“Peran mahasiswa tidak hanya melaksanakan perpajakan tapi mengkaji dan menganalisis, serta menjadi moderator di antara masyarakat untuk membantu dalam urusan perpajakan,” terangnya.

Liafatra berharap mahasiswa bisa berperan di masyarakat dalam pelaksanaan kepatuhan perpajakan.

“Sebagai mahasiswa diharapkan bisa menjadi agen untuk membantu masyarakat dalam pelaksaan kepatuhan perpajakan tanpa keberatan, karena masih banyak yang belum mengetahui manfaat pajak seperti jalan umum, BPJS, bansos, beasiswa, dan sebagainya,” tutupnya.

Reporter: Ragil Alfiyyah

Editor: Azkiya Salsa Afiana

Pendaftaran KKN Reguler DR 2022 Resmi Dibuka, Berikut Syarat dan Jadwalnya
Problem TOEFL-IMKA yang Tak Kunjung Selesai
Mantan Pemred SKM Amanat Ini jadi Guru Besar UIN Walisongo
Genbi Kenalkan Beasiswa Bank Indonesia Lewat Scholarship Sharing Session
Perjuangan Menyelesaikan Skripsi di Balik Sosok Wisudawan Terbaik FST
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Esai

Tradisi Lebaran, Dari Baju Baru Hingga Ketupat dan Opor Ayam yang Harus Ada

Rima Dian Pramesti
4 Juni 2019
Penerima LPDP Tak Wajib Pulang, Picu Fenomena Brain Drain?
Rantai dalam Tutur Manis Sang Kiyai
Datangkan Pembicara dari Iran, PBI Gelar Workshop Akselerasi Jurnal Vision
Suara Sang Putri Mahkota
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: UKK Tax Center UIN Walisongo Gelar Seminar Nasional, Tekankan Pentingnya Melek Pajak
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: UKK Tax Center UIN Walisongo Gelar Seminar Nasional, Tekankan Pentingnya Melek Pajak
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?