By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tumpuk-Menumpuk Beban Guru Gaptek
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Opini

Tumpuk-Menumpuk Beban Guru Gaptek

Last updated: 23 Oktober 2024 10:38 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 23 Oktober 2024
Share
SHARE
Beban guru, Guru gaptek, Guru gagap teknologi, Tuntutan guru, Tantangan menjadi guru,
Ilustrasi seorang guru tengah mengajar siswanya di kelas (istockphoto.com).

Pernahkah kalian mendengar istilah, “Guru itu harus bisa segalanya”. Bahkan “Guru itu harus update”. Istilah-istilah itu seakan menjadi hantu bagi guru-guru zaman dahulu. Hal ini karena, dengan usia yang semakin rentan, mereka juga dituntut untuk mengikuti perubahan zaman dalam melaksanakan tugasnya.

Bagi setiap orang yang telah menyandang gelar guru, mau tidak mau harus memenuhi segala tuntutan guru yang ada, baik dari lembaga pemerintah maupun tuntutan sosialnya. Beban guru tidak pandang bulu, tak peduli umur dan seberapa kemampuan orang tersebut, jika ia guru, maka ia harus mampu menjalankan berbagai tuntutan yang dipegangnya.

Jika kita menengok dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, disebutkan jika guru merupakan pendidikan profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada Pendidikan Anak Usia Dini jalur pendidikan formal, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Dalam Undang-undang tersebut juga secara tegas menjelaskan jika guru harus mampu meng upgrade dirinya supaya dapat mencerdaskan peserta didik sesuai amanat yang tertera.

Tuntutan Zaman Adalah Tuntutan Guru

Dewasa ini, teknologi digital sudah menjamur di masyarakat. Setiap anak sudah mampu mengoperasikan ponsel pintar mereka masing-masing, entah itu untuk belajar atau hanya sekedar bermain game.

Berbagai aktivitas anak yang cenderung melibatkan ponsel, terlebih dalam mempelajari sesuatu hal, dapat membuat otak mereka terlatih untuk menerima berbagai pembelajaran yang cenderung berubah-ubah atau terpaku pada teknologi.

Hal semacam itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru-guru yang telah menginjak masa lansia. Bukan karena tak mau belajar, mereka justru terhalang pada kemampuannya dalam menyerap suatu pembelajaran untuk bisa diajarkan kembali.

Salah satu contoh kasusnya terjadi di kota Solo. Dilansir dari solopos.com, di SMP Negeri di Solo lebih dari sebagian guru Gagap teknologi (Gaptek), dengan presentase 65% dari 35 orang, sebagian dari mereka belum bisa mengoperasikan teknologi.

Dari kasus tersebut dapat dilihat, bahwasanya masih banyak guru-guru yang belum mengerti betul akan penggunaan teknologi, terlebih pada guru-guru lansia.

Gaptek memang menjadi momok tersendiri bagi kalangan guru lansia. Mau tidak mau, suka tidak suka, setiap guru harus mampu melawan ataupun beradaptasi pesatnya perkembangan teknologi. Sehingga, satu kutipan ini serasa mampu mencerminkan berbagai hal yang harus dipegang oleh guru.

“Guru adalah profesi yang mengajarkan semua profesi lainnya”

Penulis: Niliyal Mahiro
Editor: Nur Rzkn

Blunder Tirto dan Kedewasaan Kita dalam Bermedia
[Refleksi Hari Lahir Pancasila] Makna Pancasila dan Keadaan Indonesia Hari Ini
Orang Miskin Dilarang Rayakan Valentine
Menyoal Integritas Penegak Hukum
Benarkah Membaca Buku Itu Jendela Dunia?
TAGGED:beban guruguru gagap teknologiguru gaptektantangan menjadi gurutuntutan guru
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Mengenang Kembali, Kematian Sang Penyair “Si Binatang Jalang”

Mohammad Azzam
28 April 2019
Hari Ini 500 Peserta Penumbuhan Minat Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Resmi Dirilis
Menghapus Cita-cita Kemajuan
Motivasi dari Keluarga Hantarkan Laila Jadi Lulusan Terbaik FPK
Zefa Ega Sekarrisma Raih Wisudawan Terbaik FEBI sekaligus Jadi Sarjana Pertama di Keluarga
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tumpuk-Menumpuk Beban Guru Gaptek
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Tumpuk-Menumpuk Beban Guru Gaptek
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?