Harmoni Malam Seribu Bulan

1 Min Read
Ilustrasi bulan sabit (pixabay.com)
Harmoni malam seribu bulan, Sastra amanat, Sastra Amanat, Puisi kampoeng soeket teki, SKM Amanat,
Ilustrasi bulan sabit (pixabay.com)

Dalam hening malam

Untaian kata Ilahi terucap dengan tetap hati

Terdengar lirih, namun damai menyelimuti

Menghidupkan nurani yang

telah lama mati

Memulihkan kepasrahan jiwa yang kian sirna

Merengkuh raga yang semakin ke sini semakin asing saja

 

Dan malam ini, kesakralan yang paling agung

Malam yang bahkan seribu bulan pun tak mampu menandingi

Penyerahan total,

jika harus mereguk habis

bacaan itu.

“Itu bukan bacaan biasa, nak,” Dawuh ibu yang masih terngiang

Benar saja, takrifnya begitu teduh,

hingga bergetar sekujur tubuh

Semarang, 25 Maret 2024
Muhammad Fathur Rohman (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

Share This Article
Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegutuan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang