By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Spionase Ganda Mata Hari
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Features

Spionase Ganda Mata Hari

Last updated: 18 Juli 2018 2:48 pm
Wiwid Saktia
Published: 16 September 2017
Share
SHARE
Margaret Berkisah: Potongan adegan ketika Mata Hari (wanita duduk di kursi) menceritakan kisah hidupnya yang penuh liku, dalam pementasan naskah Mata Hari di Auditorium I Kampus I UIN Walisongo, Kamis (8/9).

Skmamanat.com – Alunan iringan musik tari tradisional Timur Tengah diputar dalam siluet perempuan molek yang menari dengan terlayah-layah bak penari erotis. Tak ada seorangpun paham asal-muasal koreografi itu, hanya antropolog saja yang paham bahwa koreo itu dibuat spontanitas di atas panggung untuk memanjakan mata para pemirsa.

Itulah sepenggal pembuka pertunjukan karya sutradara Theresia  Krysty Oktaviolana Melano yang dipentaskan oleh warga Teater Kebon Tebu (TKT) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yogyakarta di Auditorium I UIN Walisongo Semarang, Kamis (8/9).

Naskah Mata Hari diambil dari kisah nyata seorang perempuan bernama Margaretha Zelle Macleod. Ia adalah seorang perempuan asal Belanda yang menikah dengan seorang perwira berdarah Skotlandia yang di tempatkan di Hindia Belanda sebelum Perang Dunia I, namun pernikahannya kandas lantaran ia merasa hanya menjadi tempat kemarahan dan seks suaminya saja.

Karir Mata Hari atau Margaret dimulai sejak ia bertemu dengan Gabriel Astruc, seorang agen teater terkenal di Prancis. Dari pertemuan inilah drama percintaan dan karir Margaret dimulai. Sebelum perang dunia I meletus Astruc meminta Margaret untuk pergi meninggalkan Prancis untuk keselamatan Margaret dari skandal.

Dalam suatu kesempatan, kebolehan Margaret menari serta kemudahannya mengakses kepergian ke Jerman selama Perang Dunia I membuatnya mendapat tawaran menjadi agen mata-mata Jerman. Namun nahas, ia dijebak Jordes Ladoks, kepala spionase Prancis. Mata Hari dihukum mati atas tuduhan menjadi agen mata-mata ganda dari Jerman dan Prancis.

Theresia menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dari pementasan itu ialah kebobrokan pemerintahan tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi di Negara lain pun juga demikian.

“Kelalaian pemerintah dalam memilih agen rahasia juga termasuk kebobrokan,” ujar Theresia.

Theresia juga menyampaikan bahwasannya tarian yang dibawakan Mata Hari adalah tarian yang ia lihat pada saat ia tinggal di Indonesia, tari Srimpi tepatnya. Mata Hari hanya melihat tanpa belajar menarikannya.

“Seharusnya iringan yang digunakan adalah iringan tarian Jawa, namun kami pilih Timur Tengah dengan berbagai alasan internal,” tambahnya

Penulis: Wiwid Saktia

4 Fakta Menarik Menwa UIN Walisongo yang Harus Kamu Ketahui!
Tingkah Lucu Cak Kirun dalam Puncak Dies Natalis UIN Walisongo Semarang
Menyatu dengan Alam Ala NU Backpacker Ungaran
Segenggam Rezeki dalam Secangkir Kopi
Menikmati Eksotisme Pantai Greweng yang Penuh Misteri
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Abraham Samad: Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan dalam Pemberantasan Korupsi

Redaksi SKM Amanat
19 Januari 2017
Eko Sulistyo Ajak Genwa Tangkal Hoaks dan Radikalisme dalam PBAK 2018
Aksi Evaluasi 9 Tahun Jokowi, Demonstran Usung 33 Tuntutan untuk Presiden
Haidar Bagir: Hinduisme Berasal dari Nabi Nuh, Budhisme dari Nabi Zulkifli dan Taoisme dari Nabi Luth
Gelar Aksi May Day, Aliansi Buruh Tolak UU Ciptaker hingga Tegakkan Supremasi Sipil
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Spionase Ganda Mata Hari
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Spionase Ganda Mata Hari
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?