By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Seksisme “Internalized Misogyny”; Perempuan Wajib Tahu!
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
ArtikelMilenial

Seksisme “Internalized Misogyny”; Perempuan Wajib Tahu!

Last updated: 1 Mei 2023 6:37 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 1 Mei 2023
Share
SHARE
Internalized Misogyny
Ilustrasi Internalized Misogyny (berkeleybeacon.com)

“Males temenan sama cewek, banyak drama!”

“Pake makeup cetar banget, kalo aku sih mending cantik alami aja.”

“Buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, toh akhirnya di dapur juga?”

Pernah dengar contoh kalimat di atas? Atau mungkin kalian pernah mengatakannya? Bahkan pernah ada mahasiswa UIN Walisongo yang melayangkan kalimat serupa pada laman Instagram @pesan_uinws—akun yang mewadahi keresahan mahasiswa UIN Walisongo:

“Beli baju kayak gitu aja mampu, masa bayar UKT aja masih protes? Beli makeup secetar itu aja mampu, masa beli buku aja masih mikir?”

Kalimat-kalimat seksis seperti di atas lazim terdengar di telinga kita, baik dalam lingkungan pertemanan atau bahkan keluarga. Biasanya, seksisme yang internalized sulit untuk disadari dan diperbaiki. Kalimat-kalimat tersebut merupakan contoh dari Internalized Misogyny.

Menurut Wikipedia, Internalized Misogyny adalah istilah yang dikaitkan dengan perilaku atau sikap dan pandangan perempuan terhadap perempuan lain atau dirinya sendiri secara tidak baik.

Hampir semua perempuan memiliki Internalized Misogyny dalam diri mereka dan mayoritas tidak menyadarinya. Internalized Misogyny dapat dilakukan oleh perempuan secara sadar maupun tidak sadar. Perempuan yang memiliki Internalized Misogyny tinggi, akan membentuk lingkup pertemanan tersendiri (circle) yang sesuai dengan preferensi mereka. Sementara para perempuan lain yang bertolak belakang akan dicibir dan direndahkan.

“I’m not like other girls” atau yang artinya “aku tidak sama dengan perempuan lainnya” adalah narasi yang identik dengan internalized misogyny. Perempuan pada kelompok ini enggan disamakan dengan perempuan lainnya karena menganggap dirinya lebih superior, keren, dan unik.

Sikap yang demikian ini tentu bertentangan dengan feminisme. Melalui Internalized Misogyny, seolah perempuan yang melakukan perawatan telah melakukan kesalahan, sedangkan perempuan yang cantik secara natural lebih baik. Mereka juga menganggap bahwa perempuan yang menyukai warna pink dan aksesoris lucu itu lebay, perempuan yang melahirkan melalui operasi bukanlah perempuan sejati, dan feminisme adalah memalukan.

Fenomena ini menjadi kontradiktif dengan perjuangan sebagian perempuan dalam mencapai kesetaraan gender. Sementara mereka memperjuangkan hak-haknya, ada segolongan dari sesama perempuan yang justru mengotak-kotakkan peran gender sehingga menjadi kaku. Alih-alih sama-sama berjuang, mereka justru menjadikan sesamanya sebagai lawan yang selalu bersaing dan berselisih.

Kenapa Internalized Misogyny dapat Terjadi?

Mereka yang Internalized Misogyny cenderung memiliki pemahaman yang sempit terhadap seseorang atau gender tertentu. Motif utamanya, biasanya dikarenakan keperluan validasi dari orang lain bahwa dirinya superior. Ketika perempuan mulai merendahkan orang lain untuk mengangkat derajatnya sendiri, artinya ada pola pikir yang keliru di sana.

Atau bahkan hal ini secara tidak sadar dapat tercipta dari lingkungan keluarga. Paham bahwa anak perempuan harus bisa memasak, independen, tidak boleh cengeng, dan tidak boleh memainkan permainan laki-laki. Mayoritas orang tua dalam lingkungan kita masih menanamkan nilai-nilai seperti itu pada anak perempuannya sedari dini.

Saat anak perempuan tumbuh dan menemui perempuan yang berkebalikan dengan mereka pelajari sejak kecil, mereka akan menganggapnya sebagai perempuan yang tidak memenuhi standar alias stereotipikal. Budaya patriarki yang hidup subur dan mewaris inilah yang mesti kita kikis perlahan.

Bisakah Internalized Misogyny Diatasi?

Meskipun sikap Internalized Misogyny sulit disadari, bukan berarti tidak bisa diatasi. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.

1. Open Minded

Untuk mengatasi atau menghindari Internalized Misogyny, yang harus kita lakukan pertama kali adalah membuka pikiran; membaca suatu hal dari pelbagai sudut pandang dan terutama dari sisi positif. Misalnya, alih-alih mengomentari makeup seseorang yang dianggap berlebihan, kita dapat memuji keterampilannya dalam berias.

Perlahan tapi pasti, kita juga harus menghapus pandangan seksis terhadap perempuan. Contoh pandangan seksis yang menjadi stereotipe pada perempuan adalah perempuan itu tukang gosip, ribet, rempong, tidak bisa mengendarai motor dengan benar, sulit dipahami, dan sebagainya. Kita perlu mengubah cara pandang untuk berhenti mendikotomikan satu sama lain.

2. Penerimaan Tanpa Syarat

Seperti maskulinitas, feminitas juga sebenarnya produk dari kontruksi sosial. Seharusnya kita tidak perlu membuat syarat dan standar mengenai perempuan harus seperti apa dan bagaimana. Perempuan memiliki hak dan wewenang untuk menjadi apapun sesuai keinginannya. Setiap yang mereka lakukan sebagai bentuk aktualisasi diri tidak akan mengurangi kadar kewanitaannya.

Penulis: Eka Rifnawati

Filosofi Ketupat, dari Nama, Bahan, dan Kehidupan
Sukses Bukan dari Lulusan Mana, Tapi Bagaimana Proses Hidupnya
Sejumlah Imam Mengatakan Anjing Tidak Pernah Najis
Menjadi Pribadi yang Sehat Jasmani dan Rohani
Tradisi Lebaran, Dari Baju Baru Hingga Ketupat dan Opor Ayam yang Harus Ada
TAGGED:artikel amanatartikel internalized misogynyinternalized misogynyinternalized misogyny perempuanseksismeseksisme perempuan
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
ArtikelOpini

Literasi dalam Dunia Simulacra

Mohammad Iqbal Shukri
10 Oktober 2019
Dema-U Bersama 16 UKM-U Lakukan Open Donasi Peduli Covid-19
Inovatif, Mahasiswa KPI-B Angkatan 2016 Gelar Workshop Menjadi Broadcaster Handal
UIN Walisongo Buka Seleksi Atlet PORSI II JAWARA hingga 31 Januari 2025
Kendala Administrasi Sebabkan Sulitnya Pengembalian Uang Catering Mahad UIN Walisongo Gelombang 3 2024
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Seksisme “Internalized Misogyny”; Perempuan Wajib Tahu!
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Seksisme “Internalized Misogyny”; Perempuan Wajib Tahu!
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?