By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Perempuan Berdikari di Era Disrupsi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Pentingnya Perempuan Berdikari di Era Disrupsi

Last updated: 20 Maret 2023 7:49 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 20 Maret 2023
Share
SHARE
Titik Rahmawati, Perempuan Berdikari, UIN Walisongo
Titik Rahmawati dalam acara Conference on Women’s Empowerment di Ruang Teater Lantai 4 Gedung Kyai Saleh Darat UIN Walisongo, Senin (20/03/2023). (Amanat/Roghib).

Amanat.id- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan acara Conference on Women’s Empowerment dengan tema “Eksistensi Perempuan dalam Paradigma People Centered Development” di Gedung Teater Kyai Saleh Darat Kampus 3, Senin (20/03/2023).

Acara ini menghadirkan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang, Titik Rahmawati sebagai salah satu pemateri.

Titik Rahmawati menyampaikan alasan betapa pentingnya perempuan Berdikari di era disrupsi.

“Kenapa perempuan harus berdikari? karena kalau tidak berdikari, perempuan rawan dengan adanya kekerasan, diskriminasi, subordinasi, beban ganda, dan stereotipe di masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahkan perempuan yang sudah mandiri juga belum tentu terlepas dari kekerasan maupun diskriminasi.

“Misalkan, perempuan yang menjadi buruh pabrik dan mendapat shift malam, ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saja masih mendapat stereotipe perempuan yang tidak baik karena pulang malam,” tuturnya.

Titik juga menjelaskan cara supaya menjadi perempuan hebat dan berdaya dalam aktualisasi diri.

“Perempuan hari ini kan dilihat dari segi penampilannya. Memang memilih menjadi cantik itu tidak salah, tetapi yang salah ialah kalau perempuan diobjektifikasi atas nama kecantikan,” ucap Titik.

Menurutnya, perempuan bisa memilih jenis produk kecantikan apapun, tetapi jangan sampai tereksploitasi oleh produk itu sendiri.

“Perempuan boleh memilih kosmetik apa saja, tetapi jangan sampai dieksploitasi oleh produk kecantikan itu sendiri, karena hal itu merupakan budaya patriarki,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Roghib
Editor: Fatma Deka

Kenalkan Prodi Kemasyarakat, PMI Selenggarakan Lomba Rebana se-Jateng
Himmatul Ikhyar Tekankan Pentingnya Belajar Bahasa Indonesia untuk Mendalami Keilmuan Sastra
Pendaftaran UJM Diperpanjang! Segera Daftarkan Diri Anda
Masih Ada Waktu! Pembayaran UKT UIN Walisongo 2023/2024 Diperpanjang
Lokasi KKN Mandiri Mendadak Dipindah, Mahasiswa Kecewa
TAGGED:dema uin walisongoera disrupsipentingnya perempuan berdikariperempuan berdikarititik rahmawatiuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

DEMA Potong Anggaran Peralatan UKM Secara Sepihak

Fajar Bahruddin Achmad
11 Mei 2017
Berkat Kontribusinya di Dunia Gender, K.H Husein Muhammad Raih Gelar Doktor Honoris Causa
Diskominfo Berikan 3 Tips Melawan Hoaks
Choiril Anwar: Sukarelawan Pengajar yang Raih Wisudawan Terbaik FPK
Diskusi Selapanan Anggoro Manis: Kitab Fafiruilallah Jadi Pengingat Hari Akhir
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Perempuan Berdikari di Era Disrupsi
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Pentingnya Perempuan Berdikari di Era Disrupsi
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?