By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Rushan Abbas: Penindasan Muslim Uyghur di Cina Bentuk Kejahatan Genosida
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

Rushan Abbas: Penindasan Muslim Uyghur di Cina Bentuk Kejahatan Genosida

Last updated: 24 November 2022 4:21 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 24 November 2022
Share
SHARE
KUPI II UIN Walisongo
Serangkaian acara KUPI UIN Walisongo di Audit II kampus 3, Rabu (23/11/2022). (Amanat/Eva)

Amanat.id– Dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, beberapa tokoh penting sampaikan isu permasalahan yang dialami masyarakat muslim di berbagai negara, Rabu (23/11/2022).

Direktur Eksekutif Kampanye Uyghur, Rushan Abbas menjadi salah satu pembicara dalam sesi konferensi “Muslim Women Movement around the World: Achievement and Gaps“.

Dalam pemaparannya, ia menyinggung soal penindasan terhadap muslim Uyghur sebagai bentuk kejahatan genosida.

“Apa yang terjadi di Uyghur sana, itu sudah merupakan tindak kejahatan tidak manusiawi. Mereka mengalami penindasan oleh Komunis Cina,” paparnya.

Dirinya menjelaskan bahwa Muslim Uyghur berasal dari etnis Turki dan Turkistan Timur di Asia Tengah. Mulanya, area Republik Turkistan Timur didirikan 2x pada 1933 & 1944, hingga kemudian dikuasai oleh pemerintahan Komunis Cina pada 1949.

Rushan menyebut bentuk penindasan yang dialami oleh Muslim Uyghur bervariatif, baik pemerkosaan massal kepada perempuan muslim, pemaksaan aborsi dan alat kontrasepsi, perbudakan modern, penculikan anak, dan lain sebagainya.

Bahkan, ia menambahkan, para perempuan muslim Uyghur dipaksa menikahi pria Han, etnis mayoritas Cina.

“Mereka (red. muslimah Uyghur) dipaksa oleh pemerintah supaya menikah dengan pria Cina. Jika menolak, ia dan keluarganya akan dikirim ke kamp penahanan oleh pemerintah,”

Terkait dengan realita yang terjadi di Uyghur, Rushan mengajak kepada seluruh Muslim agar membuka mata dan saling memperjuangkan hak-hak mereka yang tertindas.

Reporter: Eva Salsabila

Nur Khasanah; Festival Banjari sebagai Penyeimbang Kegiatan Akademik FST
15 Orda UIN Walisongo Kenalkan Budayanya lewat Nusantara Culture Festival
UKM Binora Bakal Adakan Badminton Competition Antar PTKIN/S Se-Jateng
Nafidatun Nisa, Wisudawan Terbaik FITK Selesaikan Skripsi Selama 3 Bulan
2.466 Mahasiswa Ikuti KKN Mandiri UIN Walisongo Semarang Tahun 2022
TAGGED:kupi iikupi uin walisongoRushan Abbasuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Dirjen Sains Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, PBAK 2025, PBAK UIN Walisongo, PBAK
Varia Kampus

Dirjen Sains Teknologi Kemdiktisaintek Kutip Pesan Arsene Wenger, Tekankan Fokus Keahlian Mahasiswa

Redaksi SKM Amanat
14 Agustus 2025
UIN Walisongo Terbitkan Panduan Perkuliahan Tatap Muka
Peduli Lingkungan, Mahasiswa UIN Walisongo Bersih-bersih Sampah di Pantai Maron
Mahasiswa Masih Canggung Jalani Kuliah Tatap Muka Perdana
Akibat Merger, Muncul Wacana Expo UKM-F Ditiadakan pada PBAK UIN Walisongo 2025
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Rushan Abbas: Penindasan Muslim Uyghur di Cina Bentuk Kejahatan Genosida
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Rushan Abbas: Penindasan Muslim Uyghur di Cina Bentuk Kejahatan Genosida
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?