By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kericuhan Terakhir Menjelang Senja di  Gedung DPRD Jateng
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Regional

Kericuhan Terakhir Menjelang Senja di  Gedung DPRD Jateng

Last updated: 7 Oktober 2020 9:02 pm
Shafril Hidayat
Published: 7 Oktober 2020
Share
SHARE
Foto saat kericuhan aksi demo tolak Omnibus Law di depan Gedung DPRD Jateng, Rabu (07/10/2020).

Amanat.id- Aksi demo yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Menggugat (GERAM) di depan kantor Gubernur Jawa Tengah berakhir dengan ricuh.

Kericuhan ini bermula, ketika permintaan masa untuk bertemu dengan sejumlah fraksi di DPRD Jateng  tak direspon. Hanya, Bambang Eko Purnomo dari fraksi Partai Demokrat yang turun menemui demonstran.

Meski sudah berjanji bakal membawa tuntutan ke pemerintah pusat, namun demonstran merasa tak percaya.

Aksi yang digelar sekitar pukul 12.00 WIB, akhirnya pecah usai Adzan Ashar dikumandangkan. Ketika itu, sejumlah perwakilan buruh dan mahasiswa membacakan tuntutannya. Massa beberapa saat kondusif. Namun, ketika koordinator aksi dari masing-masing mahasiswa dan buruh meminta untuk membubarkan diri, sebagain banyak yang pulang dan Sebagian lagi bertahan dan membuat kericuhan.

Kericuhan yang semula hanya berupa lemparan botol dan kayu, berubah menjadi lemparan batu. Sejumlah fasilitas public yang berada di seputaran Gedung DPRD Jateng jadi sasaran amuk massa. Selain dua gerbang utama yang rusak, bolam lampu yang berada di sana juga dipecah massa. Bahkan, mobil inova yang terparkir di depan Gedung DPRD Jateng juga dilempari batu massa.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Auliansyah Lubis, lewat pengeras suara berusaha memberi imbauan kepada massa untuk tenang.

“Saya minta aksi dengan damai, jangan sampai disusupi oleh provokator,” seru Auliansyah, Rabu (7/10/2020).

Namun, permintaan itu tak digubris oleh massa yang sedang marah.  Hampir sepuluh menit lemparan batu menghujani gedung DPRD Jateng. Polisi kemudian mengambil tindakan dengan menyemprotkan water cannon dan gas air mata ke arah demonstran. Massa menjadi kalang kabut dan berhamburan.

Atas kericuhan tersebut, sejumlah polisi dan demonstran mengalami luka berdarah akibat terkena lemparan batu.

Hingga menjelang senja, suasana di seputaran Gedung DPRD Jateng masih mencekam. Sejumlah demonstran yang dicurigai sebagi provokator kericuan diamankan paksa kepolisian.

Selain itu, arus lalu lintas di Jalan Pahlawan ditutup karena ada massa aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang memenuhi jalan. Penutupan di sebelah utara ada di Air Mancur dan sisi selatan di sekitar gedung Perhutani.

Arus lalu lintas dialihkan di sisi selatan Jalan Veteran dan Sriwijaya. Sisi utara Simpang Lima dialihkan ke Pandanaran atau langsung Jalan Ahmad Yani.

 

Reporter: Shafril

 

 

 

 

Hardiknas dan May Day, Buruh Jateng Serukan Kesetaraan dan Keadilan di Tempat Kerja
Mahasiswa UIN Walisongo Adakan Pelatihan Pengolahan Ikan Lele
WR 3 UIN Walisongo Ikut Tanggapi Aksi Tolak RUU Pilkada
Berbeda Hasil Konsolidasi Sebabkan Demo “Semarang Menggugat” Terlaksana di Dua Tempat Berbeda
Dua Aktivis Lingkungan-Demokrasi Ditangkap oleh Polrestabes Semarang
TAGGED:demoOmnibus Lawricuh
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
garis luka, puisi skm amanat, puisi soeket teki, sastra soeket teki, skm amanat
PuisiSoeket Teki

Garis Luka

Isna
21 Februari 2026
Percepat Kelulusan Mahasiswa,Ujian Toefl Imka Dirubah Online
UIN Walisongo Umumkan Jadwal Pembayaran UKT Semester Genap 2025/2026
Masuk Kuliah 12 Agustus, Mahasiswa Baru Keluhkan Tidak Ada Waktu Istirahat
Perpustakaan Dijadikan Tempat Rapat, Mahasiswa FDK Telan Kekecewaan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kericuhan Terakhir Menjelang Senja di  Gedung DPRD Jateng
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kericuhan Terakhir Menjelang Senja di  Gedung DPRD Jateng
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?