
Amanat.id- Kerusakan plafon yang terjadi di lantai 3 Gedung Islamic Development Bank (IsDB) Sosial Humaniora (Soshum) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, memicu keresahan dari sejumlah mahasiswa, Sabtu (28/2/2026).
Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Ria menduga kerusakan plafon tersebut diakibatkan oleh hujan badai yang sempat melanda.
“Plafon tersebut sepertinya rusak karena hujan badai yang terjadi beberapa waktu lalu,” ucapnya saat di wawancarai tim Amanat.id.
Menurutnya, kerusakan pada plafon tersebut akan membahayakan orang jika tidak kunjung dibenahi.
“Kerusakan tersebut akan membahayakan orang jika tidak segera dibenahi, ketika lewat saja sudah terasa ngeri plafonnya jatuh,” tuturnya.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Dian Allamah Nurhana menduga kerusakan pada plafon bermula dari adanya kemunculan black-mold.
“Kerusakan pada plafon bermula dari kemunculan black-mold yang lama kelamaan jadi semakin banyak,” katanya.
Dian menuturkan adanya black-mold bisa mengkhawatirkan bagi kesehatan.
“Black-mold bisa jadi pemicu batuk dan gatal-gatal, jadi bikin khawatir,” ungkapnya.
Pada saat melewati area kerusakan, ia mengaku khawatir karena plafon yang rentan jatuh bisa menimpa kapan saja serta genangan air menganggu.
“Di area tangga lantai tiga sudah ada plafon yang hampir jatuh serta genangan air yang dikhawatirkan membuat terpeleset, meskipun sudah ada papan peringatan,” ujarnya.

Senada dengan Dian, mahasiswa Prodi Manajemen Haji dan Umroh (MHU), Via mengatakan kerusakan plafon tersebut cukup mengganggu aktivitas perkuliahan.
“Kerusakan plafon sangat menganggu, karena membuat macet di tangga, terlebih ketika waktu masuk perkuliahan mepet,” tuturnya.
Dirinya mendesak agar kerusakan-kerusakan tersebut segera diperbaiki.
“Kerusakannya cukup parah, di ruang dan fakultas lain juga terdapat kerusakan. Semoga cepat diperbaiki,” ujarnya.
Serupa dengan Via, mahasiswa lain, Allysa juga merasa sangat terganggu dengan kondisi plafon yang berlubang.
“Rasanya mengganggu dan membuat was-was. Jika plafonnya sudah ambruk sebagian, pasti yang lainnya juga mulai berjatuhan, itu bahaya sekali,” katanya.
Ia mengatakan bahwa belum ada perbaikan dari pihak kampus hingga saat ini.
“Untuk kerusakan tersebut belum ada perbaikan, hanya ada banyak papan peringatan waspada,” ungkap Allysa.
Menurutnya, pihak kampus harus mengecek seluruh gedung perkuliahan, mengingat beberapa waktu lalu juga terjadi hujan badai yang merusak bangunan ma’had UIN Walisongo.
“Melihat gedung Ma’had UIN Walisongo yang rusak waktu hujan badai, sebaiknya pihak kampus mengecek kerusakan gedung-gedung yang lain,” katanya.
Ia berharap pihak kampus segera menangani kerusakan yang terjadi dan mengevaluasi seluruh bangunan di UIN Walisongo agar layak digunakan.
“Semoga pihak kampus bisa segera menangani kerusakan yang terjadi, terlebih ada plafon yang sudah rapuh dan hampir jatuh. Evaluasi oleh pihak kampus untuk seluruh gedung di UIN juga perlu dilakukan agar lebih layak digunakan,” harapnya.
Reporter: Anisa Atun Maryam
Editor: Dinda Alfiani



