By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Usung Tema Mural, Hysteria Gelar City Canvas sebagai Wadah Penyaluran Seni
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
RegionalWarta

Usung Tema Mural, Hysteria Gelar City Canvas sebagai Wadah Penyaluran Seni

Last updated: 7 Agustus 2025 6:50 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 7 Agustus 2025
Share
SHARE
hysteria, acara city canvas, seni mural, mural budaya kota, kota semarang
Ratri Septina Saraswati sedang memaparkan materi pada acara “City Canvas” di Wonderia Semarang, Jum’at (1/8/2025). (Amanat/Lutfi).

Amanat.id- Grobak Hysteria menggelar acara City Canvas dengan mengusung tema “Mural sebagai Ruang Bicara Warga Kota” di Wonderia, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jum’at (1/8/2025).

Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dosen Arsitektur Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) Ratri Septina Saraswati, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Semarang Anum Gianingrih, dan Seniman Mural Arief Hadinata atau kerap dikenal Hokage.

Sebagai Akademisi Arsitektur, Ratri mengatakan perspektif mural terdapat pada gaya hidup masyarakat yang tinggal di perkotaan.

“Biasanya jika melihat mural maka konteksnya mengarah ke urbanisme,” katanya.

Ia mengutip pendapat dari salah satu Dosen Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES) bahwa mural dapat muncul dari kegiatan informal.

“Menurut Aryo Sunaryo, mural tidak dikhususkan dalam ruang kota saja, tetapi juga bisa muncul dari kegiatan informal yang diawali vandalisme tempat yang kosong lalu dihidupkan oleh orang-orang yang hidup di jalanan,” ujarnya.

Ratri memaparkan mural berfokus pada beberapa objek, namun anggapan tersebut seringkali bertentangan.

“Mural terkonsentrasi pada transportasi umum atau bangunan tua yang mangkrak. Tapi, bagi urbanis justru dianggap negatif karena jika tema mural tidak terkoneksi dengan lingkungan sekitar, maka dianggap suatu objek yang asing,” paparnya.

Ratri menerangkan di Singapura mural dijadikan sebagai wadah revitalisasi tempat yang semula terbengkalai menjadi objek wisata.

“Di Singapura, mural dijadikan tempat terpadu dari tempat kosong terrevitalisasi menjadi tempat wisata, sehingga banyak wisatawan datang,” terangnya.

Lanjutnya, mural bukanlah kriminalitas, tetapi ruang bicara dalam bentuk seni.

“Mural tidak ada hubungannya dengan kejahatan, justru menjadi bentuk protes masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dalam bentuk seni,” ujarnya.

Ratri juga menjelaskan esensi mural sebagai alat bercerita.

“Fungsi dari mural yaitu alat pencerita ampuh. Mural juga bisa mengangkat isu sosial, sejarah, lingkungan, budaya, dan menjadi cerminan dari masalah masyarakat yang bisa muncul ke permukaan,” tuturnya.

Menurutnya mural dapat memperindah suatu tempat sekaligus menyampaikan keresahan.

“Sehingga mural memberikan dampak yaitu membuat tempat menjadi lebih indah sekaligus menyimpan pesan tersirat tentang keresahan masyarakat,” sambungnya.

BAPPEDA Kota Semarang, Anum Gianingrih mengatakan Pemerintah Kota tengah berupaya memberikan wadah pada bidang seni.

“Ibu Agustina mewadahi anak-anak muda Kota Semarang yang ingin menyalurkan hobinya di bidang seni yakni melalui program city canvas yang berfokus pada seni mural agar lebih terarah,” paparnya.

Ia mengatakan inovasi tersebut muncul karena melihat coretan kata-kata kasar yang terdapat di dinding tembok.

“Salah satu bentuk keprihatinannya melihat coretan tembok dengan kata-kata kasar, maka muncullah inovasi tersebut,” katanya.

Seniman Mural, Arief Hadinata menjelaskan bahwa kegiatan mural bisa dilihat dari berbagai perspektif.

“Jika dilihat dari perspektif lain, mural bisa dijadikan satu penanda daerah, sign system, atau suatu aktivitas untuk healing,” jelasnya.

Arief mengatakan beberapa terapis menggunakan mural sebagai kegiatan untuk memahami diri sendiri.

“Beberapa terapis menggunakan hal ini sebagai aktivitas untuk self-awareness,” imbuhnya.

Arief berharap acara tersebut menjadi pelengkap dari pelestarian kebudayaan kota.

“Semoga bisa menjadi pelengkap dari kemajuan kebudayaan dan kota,” tutupnya.

Reporter : Lutfi Ardiansyah
Editor: Azkiya Salsa Afiana

Kenang 6 Mahasiswa KKN Akibat Laka di Tubing Genting, DEMA UIN Walisongo Gelar Seruan Solidaritas
Gelar Jalan Sehat, Dosen UIN Tak Wajib Liburkan Perkuliahan
Pendaftaran UJM Diperpanjang! Segera Daftarkan Diri Anda
UIN Walisongo Gelar Wisuda Daring Lewat Face Tracking Animation
Pemilwa 2024: Tanggapan Ketua dan Wakil Ketua DEMA UIN Walisongo Periode 2025
TAGGED:acara city canvashysteriaKota semarangmural budaya kotaseni mural
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Tabloid SKM Amanat Edisi 109
Tabloid SKM Amanat

Tabloid SKM Amanat Edisi 109 Tahun 2007

Redaksi SKM Amanat
9 Maret 2024
4.004 Mahasiswa Baru Meriahkan PBAK UIN Walisongo 2024
Layanan SMS Perpustakaan Pusat UIN Walisongo Minim Peminat
Impor Rektor, Ketergantungan Indonesia pada Asing
Seni Membentuk Manusia dan Problem Pendidikan Karakter
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Usung Tema Mural, Hysteria Gelar City Canvas sebagai Wadah Penyaluran Seni
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Usung Tema Mural, Hysteria Gelar City Canvas sebagai Wadah Penyaluran Seni
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?