
Amanat.id– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang berlaku mulai 17 April dengan Nomor 2800/Un.10.0/R/HK.04/4/2026 tentang penyesuaian pola kerja dan kegiatan akademik, Selasa (21/4/2026).
Adapun rincian SE sebagai berikut:
1. Pegawai UIN Walisongo melaksanakan Work From Office (WFO) selama empat hari, yaitu Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis.
2. Pegawai melaksanakan Work From Home (WFH) selama satu hari, yaitu Jumat.
3. Untuk kegiatan akademik seperti praktikum, laboratorium, studio, praktik lapangan, serta pembelajaran lain yang wajib tatap muka, tetap dilaksanakan secara langsung pada hari Jumat.
4. Layanan publik yang bersifat penting, termasuk pelayanan kesehatan di Klinik Pratama UIN Walisongo, tetap berjalan dengan pengaturan kehadiran pegawai minimal 50% pada hari Jumat.
5. Penggunaan energi seperti listrik, gas, air, dan lainnya dengan bijak
6. Mendorong pemanfaatan teknologi digital dan menggunakan transportasi umum dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Staf Ahli Wakil Rektor III UIN Walisongo, Widi Cahya Adi menjelaskan kebijakan tersebut berasal dari arahan pemerintah pusat.
“Ini merupakan arahan nasional. Dari negara turun ke kementerian, dari kementerian turun ke PTKIN,” ujarnya saat diwawancarai Tim Amanat.id, Selasa, (21/4).
Menurutnya, salah satu tujuan kebijakan tersebut ialah mendukung efisiensi energi dan pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
”Adanya kebijakan itu dilatarbelakangi banyak hal, contoh perang Iran dan Amerika yang mengakibatkan stok minyak kita terbatas serta efisiensi anggaran dari pemerintah juga,” katanya.
Ia menyampaikan kampus juga mendukung kebijakan tersebut dengan melakukan efisiensi.
”Kampus juga memberlakukan langkah-langkah untuk mendukung kebijakan tersebut seperti pembatasan perjalanan dinas dan lainnya. Ada juga yang masih butuh proses penyesuaian,” tuturnya.
Ia berharap para dosen mampu membuat mahasiswa mengikuti pembelajaran dengan serius.
“Harapannya dosen tetap bisa mengontrol mahasiswa mengikuti pembelajaran karena ini bukan libur,” ujarnya.
Mahasiswi Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH, Fadhilah Athya Rafi menilai suasana pembelajaran WFH seringkali membuat fokus terganggu.
“Kalau di rumah banyak distraksi. Kadang lagi fokus tiba-tiba diajak temen mabar dan sebagainya,” titahnya saat diwawancarai Tim Amanat.id, Rabu (22/4).
terkadang, jaringan internet dirumahnya juga seringkali terkendala.
“Kalau online kadang sinyal bermasalah, dosen menjelaskan sebentar, lalu selesai. Jadi pemahaman kami kurang maksimal,” ujarnya.
Ia berharap adanya kebijakan pemadatan jam mata kuliah pada hari WFO.
”Jika bisa, saya harap jam mata kuliah dipindah di hari-hari WFO. Lagi pula banyak waktu kosong juga dihari-hari itu,” tutupnya.
Reporter: David Setiawan
Editor: Ragil Alfiyyah


