By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Menelaah Kembali Tradisi Buka Puasa Bersama
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
(Sumber foto: www.fimela.com)
Artikel

Menelaah Kembali Tradisi Buka Puasa Bersama

Last updated: 28 Mei 2019 2:08 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 27 Mei 2019
Share
SHARE
(Sumber foto: www.fimela.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bulan Ramadan merupakan bulan yang sakral bagi masyarakat Indonesia. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan yakni buka puasa bersama atau sebutan populernya yaitu bukber. Alih-alih kebiasaan ini sudah jadi sebuah tradisi. Tradisi bukber menjadi sarana berkumpul kembali bersama kawan-kawan lama atau keluarga besar.Tapi sebenarnya, ada apa dengan tradisi bukber ini?

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk mayoritas muslim.Tak heran kalau bulan Ramadan merupakan salah satu bulan yang ramai disambut oleh masyarakat Indonesia. Banyak kemudahan yang diberikan saat bulan Ramadan datang. Mulai dari pemotongan jam kerja yang menjadi lebih singkat hingga pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya diberikan di akhir bulan Ramadan.

Di samping itu, masyarakat Indonesia juga memiliki berbagai tradisi untuk mengisi bulan Ramadan. Misalnya salat tarawih bersama, santunan, pembagian takjil atau menu berbuka, hingga bukber. Sudah sejak lama bukber menjadi tradisi dan bagian dari budaya. Mungkin Anda juga sudah terbiasa bahwa saat Ramadan tiba, akan banyak undangan buka puasa bersama yang datang dari berbagai grup atau komunitas.

Pada umumnya, momen ini (baca : bukber) dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi atau berkumpul kembali dengan rekan atau sanak saudara yang lama tidak berjumpa karena berbagai macam kesibukan yang dimiliki.

Nilai Positif Tradisi Bukber

Tradisi bukber merupakan salah satu tradisi yang berkembang dan sudah ada sejak lama di tengah masyarakat Indonesia. Bisa dibilang, melaksanakan bukber merupakan salah satu bentuk menjaga tradisi dan budaya.

Nilai-nilai yang ada dalam bukber juga sesuai dengan keragaman dan adat kebiasaan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi silaturahmi. Karena itu, tidak heran juga tradis bukber ini masih terus bertahan sampai saat ini.

Ada banyak nilai positif yang bisa didapat dari mengadakan bukber. Khususnya dalam interaksi sosial manusia. Bukber memberikan kesempatan bagi setiap orang yang ada di dalamnya untuk saling mendekatkan diri, membuka komunikasi, membangun hubungan baru, mempermudah rezeki, hingga memperpanjang umur melalui silaturahmi.

Interaksi dalam tradisi bukber

Salah satu hal lain yang menarik dari tradisi bukber adalah interaksi yang terjadi di dalamnya. Secara umum, tradisi bukber merupakan salah satu bentuk interaksi mutualisme yang terjadi antara orang-orang di dalamnya. Biasanya, orang yang terlibat dan hadir dalam kegiatan bukber adalah orang yang memang memiliki kedekatan secara emosional.

Karena itu, biasanya kegiatan ini diadakan oleh orang-orang yang berada dalam satu kelompok. Misalnya reuni grup alumni sekolah, kelompok arisan, atau teman kantor. Adanya tradisi bukber ini dapat menjaga nilai-nilai emosional tersebut tetap ada. Sehingga budaya silaturahmi tetap terjaga dan hubungan kekerabatan menjadi semakin erat.

Dampak Negatif Bukber

Meskipun memiliki banyak nilai positif, sebagian orang juga melihat bahwa momen bukber juga memiliki dampak negatif atau kurang baik. Seperti meninggalkan salat tarawih, membicarakan orang lain, hingga pemborosan. Tak jarang juga bukber dianggap kurang tepat sasaran, yaitu dengan memberi makan orang yang secara ekonomi memang sudah mampu.

Selain itu, perlu diperhatikan juga jangan sampai berkah Ramadan ini malah membuat anda menjadi boros dan akhirnya membuat anda kesulitan di hari ke depannya. Karena itu, anda bisa mulai membuat prioritas bukber dan juga rencana keuangan agar lebih mudah menjaga pengeluaran anda selama bulan Ramadan.

Tradisi bukber memang baik untuk dilakukan, khususnya untuk menjalin silaturahmi. Tapi ingat, jangan sampai berlebihan. Jangan sampai anda terus menerus buka puasa bersama di luar tanpa memikirkan pengeluaran Anda.

Penulis : Muhammad Fahri Azka (Mahasiswa Pendidikan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi)

Danantara, Harapan atau Ladang Korupsi Baru?
Childfree; Isu Pengurangan Populasi atau Penyalahan Kodrati?
Tindakan Body Shamming Tak Layak Jadi Bahan Guyonan
Kematian
Menciptakan Tulisan yang Hidup dari Sebuah Karangan Fiksi
TAGGED:artikel bukberbuka puasa ramadanbukber ramadantradisi bukber
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
UKT 50%, Potongan UKT 50%, UKT UIN Walisongo, AMW, UIN Walisongo
AkademikUIN WalisongoVaria Kampus

Hasil Audiensi dengan Birokrasi, UKT 50% Tetap Berlaku Untuk Semester 14

Redaksi SKM Amanat
15 Januari 2025
Tuai Pro Kontra, Guru Besar Pendidikan UIN Walisongo Tanggapi Program Pendidikan Barak Militer KDM
Tabloid SKM Amanat Edisi 81 Tahun 2000
Lagi, Tiga LPM Semarang Raih Penghargaan ISPRIMA 2020
Menakar Hilangnya Privasi Diri di Media Sosial
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Menelaah Kembali Tradisi Buka Puasa Bersama
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Menelaah Kembali Tradisi Buka Puasa Bersama
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?