By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mengintip Pataba, Perpustakaan Keluarga Toer di Blora
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Soesilo Toer saat ditemui Kompas.com di rumahnya di Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan
FeaturesMelipir

Mengintip Pataba, Perpustakaan Keluarga Toer di Blora

Last updated: 22 Maret 2020 6:51 am
Rizki Nur Fadilah
Published: 16 Februari 2020
Share
SHARE
Soesilo Toer, pengelola Perpustakaan Pataba di  Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (19/01/2020) (Sumber Foto: Beritagar.id)

Bangunan di Jalan Sumbawa No. 40 Kelurahan Jetis, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu terlihat berbeda. Tidak seperti rumah pada umumnya. Ketika melintas pandangan orang-orang akan tertuju pada plang besi berwarna cokelat yang telah kusam dimakan usia. Plang itu menjadi penyangga tulisan di halaman rumah. Tulisanya ‘Perpustakaan Pataba‘.

Bangunan tembok bercat putih kombinasi kuning hijau itu adalah rumah masa kecil sastrawan kenamaan Indonesia Pramoedya Ananta Toer. Anak sulung dari pasangan Mastoer dan Siti ‎Saidah itu sudah beberapa kali meraih penghargaan Nobel. Di sanalah Pram kecil tinggal bersama kedelapan adiknya.

Kini rumah warisan itu ditinggali adik keenam Pram, Soesilo Ananta Toer atau yang akrab dipanggil Soes menyulapnya menjadi sebuah perpustakaan. Perpustakaan itu didirikan bertepatan dengan meninggalnya Pram pada 30 April 2006 yang lalu. Soes dan keluarga berinisiatif menamai perpustakaan itu Pataba untuk mengenang Pram dan keluarga. Kata Pataba menurut Soes adalah akronim dari Pramodya Ananta Toer Anak Semua Bangsa.

“Saya menamai sesuai buku yang pernah ditulis Pram yakni Anak Semua Bangsa,” kata Soes ketika ditemui di rumahnya, Kamis (19/01/2020).

Sekilas bangunan itu nampak kurang terawat. Di pelataran Anda akan temui beberapa kambing dan ayam yang bebas berkeliaran. Ceceran kertas koran, kardus, dan plastik dari hasil mulung Soes dibiarkan begitu saja hingga dikerubuti lalat  sudah  menjadi pemandangan biasa.

Sebelum memasuki perpustakaan, papan bertuliskan “Bacalah bukan Bakarlah” terpampang jelas seperti menampar para pengunjung yang enggan membaca. Di sana beberapa barang peninggalan keluarga Pramodya dipajang rapi. Tak hanya koleksi buku sastra, politik, hukum, atau filsafat saja. Di dalam perpustakaan itu  juga dipajang lukisan, kliping, dan mesin tik tempo dulu yang digunakan Pram menulis juga menjadi barang koleksi di perpustakaan ini.

Kliping karya Pramoedya Ananta Toer dipajang di dalam perpustakaan (Dok. istimewa)

Bagi Soes, Pataba bukan perpustakaan yang pertama kali ia rintis, ia bercerita bahwa sebelum mendirikan Perpustakaan Pataba di Blora, ia sudah lebih dulu mempunyai rintisan perpustakaan di Bekasi.

“Dulu buku sangat murah, apalagi belinya di Pasar Senen dan Jatinegara,” kata pria kelahiran 17 Februari 1937 itu.

Macam-macam buku yang dibelinya ia kumpulkan ketika masih bekerja sebagai Rektor di Universitas  Bakti Pertiwi dan Dosen di Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Jakarta.

“Separuh gaji saya dulu buat beli buku dan separuhnya lagi untuk traktir mahasiswa,” katanya.

Namun di tahun 2004 adik keenam Pram ini memutuskan untuk pulang dan meninggalkan segala aktivitasnya  di Bekasi.

Mendapat Mimpi

Sebelum pindah ke Blora dan mendirikan perpustakaan, Soes bermimpi bertemu sang ayah dengan wajah tersenyum. Ia menafsirkannya sebagai isyarat perintah untuk menjaga rumah warisan orangtuanya ini.

“Rupanya saya harus menjaga warisan rumah orangtua. Banyak orang salah mengira kalau ini rumah Pram,” kata Soes.

Mastoer, sang bapak membangun rumah pada tahun 1923. Pada tahun 1950 ia meninggal dunia. Baru pada tahun 1955 rumah tersebut direnovasi memakai uang pensiunannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pada tahun 1965-an, saat isu komunis sedang gencar-gencarnya melanda, rumah tersebut hampir dibakar oleh penduduk karena Pram dianggap masuk dalam golongan Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun pembakaran itu berhasil diurungkan.

“Pada saat itu mereka yang ingin membakar mengira kalau di rumah ini ada Pram,” ucap pria berjenggot putih itu.

Perpustakaan Pataba didirikan bertepatan dengan meninggalnya Pramodya Ananta Toer pada 30 April 2006 (Dok. istimewa)

Setelah melalalui pembenahan oleh Soes pada tahun 2004, letak perpustakaannya pun berubah, yang semula berada di samping bekas dapur kini dipindah. Kiranya hampir 10 ribu buku disimpan di Perpustakaan Pataba. Keluarga Toer menggratiskan bagi siapa saja yang berkunjung ke perpustakaannya.

“Dulu perpustakaanya tidak disini, dulu ada disamping bekas dapur. Sekitar 7-8 ribu buku ada, kalau nggak dimakan rayap bisa sampai 10 ribuan,”  jelasnya sambil menunjuk bangunan yang berdiri persis di samping rumah.

Yang terakhir, tahun 2018 Pataba direvitalisasi lagi oleh Pemerintah Kabupaten Blora dengan tujuan akan dijadikan cagar budaya. Hal ini  relevan dengan keinginan pemerintah yang akan menjadikan Blora sebagai Kota Sastra.

Reporter: Rizki Nur Fadhilah
Editor: Ibnu A.

Tindak Lanjut Korban Pohon Tumbang di FDK Masih Menjadi Tanda Tanya
Humor Gus Miftah: PSK lebih Mahal dari DPR
PekaKota Forum ke 76 Sebagai Ruang Refleksi Menjaga Tradisi, Merawat Lingkungan
Dari Bangsal Jiwa jadi Galeri Pusaka
4 Fakta Menarik Menwa UIN Walisongo yang Harus Kamu Ketahui!
TAGGED:bacalah bukan bakarlahbloraperpustakaan patabapramoedya ananta toersoesilo toer
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Menanti Pergerakan Santri

Redaksi SKM Amanat
24 Oktober 2016
Jejak Menuju Puncak
Ninik Rahayu Sebut Berita Bukan untuk Mobilisasi Masyarakat
Mahasiswa UIN Walisongo Soroti Ketidakjelasan Informasi Banding UKT 2024
Unggul, Fuhum Raih Emas di Cabang Lomba Bahtsul Qutub Orsenik 2017
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mengintip Pataba, Perpustakaan Keluarga Toer di Blora
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Mengintip Pataba, Perpustakaan Keluarga Toer di Blora
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?