Aparat kepolisian menyemprotkan water canon kepada massa aksi yang sedang berada di depan Mapolda Jateng, Jumat (29/8/2025). (Amanat/Rio).
Amanat.id– Aksi solidaritas untuk salah satu ojol yang meregang nyawa akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob, Affan Kurniawan (21) terus bergema di beberapa wilayah Indonesia, Sabtu (30/8/2025).
Aksi ini menjadi akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap isu politik dan demokrasi yang tengah ramai diperbincangkan saat ini. Aksi digaungkan di gedung Mapolda dan DPRD kota-kota besar di Indonesia.
Beberapa kota yang telah melaksanakan aksi adalah:
Serang
Jakarta
Depok
Surabaya
Cirebon
Mataram
Bandung
Makassar
Yogyakarta
Batang
Wonosobo
Tegal
Brebes
Denpasar
Kuningan
Semarang
Hingga berita ini diterbitkan, aksi masih terjadi dan terus menyebar di beberapa kota lainnya.
Di Kota Semarang sendiri massa aksi telah berkumpul di Mapolda Jawa Tengah pada Jumat, (29/8). Aksi sempat tidak kondusif, rantis-rantis bersiaga, gas air mata dan water canon ditembakan oleh aparat kepolisian.
Aksi berlangsung bahkan terjadi hingga Sabtu (30/9), pukul 03.00 dini hari. Data massa aksi yang ditangkap adalah 283 dan memungkinkan bertambah.
Berikut beberapa dokumentasi dari aksi yang terjadi di Mapolda Jateng pada Jumat, (29/8).
Para ojol yang sedang berorasi dengan membawa selembaran berisikan tuntutan atas meninggalnya rekan ojol akibat terlindas rantis brimob, Jumat (29/8). (Amanat/Rio).Ojol lainnya sedang memegang selembaran yang berisikan keluh kesahnya terhadap institusi kepolisian Indonesia, Jumat (29/8). (Amanat/Rio).Aparat kepolisian yang sedang bersiaga di dalam Mapodla Jateng dengan tameng, mobil rantis, dan water canon, Jumat (29/8). (Amanat/Rio).Aparat kepolisian yang memukul mundur massa aksi dan tengah menembakkan water canon di depan Mapolda Jateng, Jumat (29/8). (Amanat/Rio).Aparat kepolisian yang mulai menembakkan water canon kepada massa aksi, suasana mulai panas dan tidak kondusif, Jumat (29/8). (Amanat/Rio).Massa aksi mulai membalas water canon dari aparat kepolisian dengan menggunakan tongkat-tongkat yang ada di sekitar Mapolda Jateng, Jumat (29/8). (Amanat/Rio).Aksi mulai tidak kondusif, benturan antara aparat kepolisian dan massa aksi tidak terhindarkan, water canon dari aparat kepolisian dan lemparan batu dari massa aksi silih berganti terjadi, Jumat (29/8). (Amanat/Rio).Dua orang aksi yang sedang menyampaikan aspirasi di depan aparat kepolisian berseragam lengkap dengan tameng dan rantis water canon, Jumat (29/8). (Amanat/Alfarizy).Aparat kepolisian mulai bergerak, menembakkan water canon kepada dua massa yang sebelumnya menyampaikan aspirasi, bahkan menangkap dan memukuli beberapa massa, Jumat (29/8). (Amanat/Alfarizy).Spanduk bertuliskan “REFORM FOR POLICE” terbentang di depan Mapolda Jateng sebagai aspirasi keresahan seluruh lini masyarakat Indonesia akan kinerja Kepolisian Republik Indonesia, Jumat (29/8). (Amanat/Rio).