By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Baca ini Sebelum Cintamu Menjadi Sampah di Hidupmu
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Esai

Baca ini Sebelum Cintamu Menjadi Sampah di Hidupmu

Last updated: 14 Maret 2019 11:59 am
Mohammad Hasib
Published: 14 Maret 2019
Share
SHARE
Ilustrasi cinta (www.idntimes.com).

Siapa yang tidak pernah merasakan cinta? Tentu, setiap orang pasti pernah merasakannya. Di kalangan kita menyebut itu dengan ungkapan jatuh cinta. Perasaan yang membuat seorang melayang karena saking cintanya. Tapi tidak sedikit juga cinta membuat jatuh, rapuh bahkan saking ekstremnya mampu membuat orang loncat dari gedung lantai empat.

Tentang cinta, Filsuf Erich Fromm dalam bukunya The Art Of Loving mencoba mengajak kita untuk berfikir kembali dalam memaknai cinta. Apa itu cinta? Apakah cinta itu aktif atau pasif? lebih baik mana mencintai atau dicintai?

Kebanyakan orang mendefinisikan cinta adalah rasa suka. Perasaan yang muncul tiba-tiba lalu menamainya jatuh cinta. Benarkah demikian? Pernyataan ini salah bagi Erich. Menurutnya cinta adalah seni karena butuh pemahaman dan praktek dalam melakukannya.

Untuk menjadi pribadi yang mencintai, fokuslah pada bagaimana cara mencintai yang baik. Jika kita sudah memutuskan untuk menjadi seorang pecinta, maka segala hal akan mudah untuk dicintai. Orang tidak akan pilih-pilih dalam urusan mencintai.

Untuk menumbuhkan rasa mencintai dalam diri seseorang, Fromm menjelaskan untuk menjadikan rasa cinta sebagai watak. Maksudnya, jadikanlah mencintai sebagai karakter, biasakan hal itu sehingga akan menjadi watak, karena watak menentukan takdir seseorang.

Cinta adalah suatu sikap, satu orientasi watak yang menentukan hubungan pribadi dengan dunia keseluruhan, tidak semata menuju satu ‘obyek cinta’. Jika seseorang hanya mencintai satu orang saja, dan tidak peduli terhadap yang lainnya, ini bukanlah cinta, namun ‘egoisme yang diperluas’.

Cinta sebenarnya tidak tergantung obyeknya. Orang yang mencintai hanya menunggu saat menemukan obyek yang tepat saja, ibarat orang yang mau melukis, namun ia tidak mau mempelajari seni lukis, hanya menunggu menemukan obyek yang bagus tepat untuk dilukis. Padahal jika ia memang ahli melukis, obyek apapun akan tampak bagus dan indah. Begitupun cinta. Jika kamu menjadi seorang pecinta, obyek apapun akan mudah untuk dicintai.

Erich Fromm juga menyatakan pentingnya cinta dalam kehidupan manusia. Kenapa? Karena cinta dibutuhkan untuk menjawab problem eksistensial manusia.

Problem keberadan kita di dunia, akan selalu ada masalah yang kita wajib hadapi di dunia ini. Seperti halnya problem kesepian, keterpisahan, ketidakberdayaan di hadapan kekuatan alam dan masyarakat, serta kesendirian.

Dalam menjawab problem-problem tersebut, ada dua solusi yang bisa dilakukan. Pertama, menerima otoritas dari luar dan tunduk kepada penguasa, serta menyesuaikan dengan masyarakat. Kedua, bersatu dengan yang lain dalam semangat cinta dan kerja sama, menciptakan ikatan dan tanggung jawab bersama.

Hati hati dengan cinta yang belum matang, atau kesatuan simbiotik. Perasaan yang tak tertahankan Karena keterasingan dan keterpisahan, menyerahkan diri sepenuhnya menjadi bagian dari pribadi lain yang memimpinnya.

Cinta yang seperti ini masih belum bisa dikatakan matang, seperti pernyataan sebelumnya, Fromm menyebutnya dengan istilah simbiotik, yakni saling memanfaatkan.
Cinta yang matang adalah ketika yang dicintai dan yang mencintai saling mengutuhkan masing-masing, jadi satu tapi tetap dua, biar beda tapi tetap saling mengukuhkan. Itulah yang dinamakan cinta yang sudah matang.

Dengan semua pemahaman yang diberikan Fromm seharusnya bisa menjadi titik balik kita dalam hal cinta, khususnya masalah mencintai. Karena hakikatnya, cinta itu mencintai. Jangan jatuh dalam cinta, tapi dirikanlah cinta. Jadi jangan menuntut untuk dicintai, tapi jadilah pecinta dengan mencintai segala hal.

Cinta yang belum matang berprinsip, “aku cinta karena aku dicintai”
Cinta yang matang prinsip “aku dicintai karena aku cinta”
Demikian seni mencintai ala Erich Fromm “The Art Of Loving”

Penulis: M. Hasib

Fenomena Adult Tantrum pada Orang Dewasa
William Shakespeare dan Hakikat Kehidupan Sebagai Panggung Sandiwara
Menyulam Jerat Pikiran Sendiri
Alegori Kehidupan yang Absurd
Ketika Sang ‘Pembunuh Tuhan’ Dibunuh Oleh Cinta
TAGGED:cinta sampahesai cintaseni mencintaithe art of loving
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
galeri pusaka, museum keris, museum keris nusantara, kota surakarta, budaya kota surakarta
Features

Dari Bangsal Jiwa jadi Galeri Pusaka

Redaksi SKM Amanat
9 November 2025
Tembus 1.163 Pengunjung, HMJ ISAI Sukses Gelar Artmosfest 3
Rencana dan Strategi yang Matang Antarkan Anis sebagai Wisudawan Terbaik FDK
Luka di Balik Hari Raya
Tragedi Angka
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Baca ini Sebelum Cintamu Menjadi Sampah di Hidupmu
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Baca ini Sebelum Cintamu Menjadi Sampah di Hidupmu
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?