By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Apa yang Salah dengan Hari Senin?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
(Sumber Foto: www.realita.co)
Esai

Apa yang Salah dengan Hari Senin?

Last updated: 17 Juni 2019 6:35 am
Rima Dian Pramesti
Published: 17 Juni 2019
Share
SHARE
(Sumber Foto: www.realita.co)

“Mengapa ada hari Senin, jika Minggu tuh menyenangkan”

Kalimat demikian sangat sering kita dapati di media sosial setiap hari Minggu akan berakhir. Mungkin juga di antara dari kita pernah menuliskan kalimat itu.

Hari Senin memang dianggap sebagai hari yang menyebalkan, lantaran rutinitas manusia ‘formal’ dimulai kembali setelah libur akhir pekan.

Beda tentunya dengan mereka yang berprofesi sebagai petani atau nelayan. Jenis manusia ini, bisa mempunyai kebebasan penuh untuk bekerja dan berlibur. Manusia ‘formal’ dituntut untuk mematuhi peraturan. Termasuk dalam bekerja dan berlibur.

Perasaan susah akan datangnya hari Senin juga banyak dirasakan mahasiswa UIN Walisongo. Lantaran mereka termasuk jenis manusia formal. Hehe

Terlebih lagi jika tugas kuliah menumpuk dan kita baru sadar, jika besok sudah hari Senin. Ada saja mahasiswa yang mengeluhkan hari senin, baik dunia nyata ataupun dunia maya. Hari senin layaknya “Monster Jahat” yang akan menerkam mahasiswa yang mau tak mau harus kembali kuliah setelah liburan.

Menurut survei, orang menghabiskan waktu 34 menit mengeluh di hari Senin. Sementara hari lain? Cukup 22 menit saja. Hasil riset Flomax Relief terhadap 2 ribu orang dewasa membuktikan, merasa lemas dan tidak enak badan adalah masalah umum di hari Senin.

Ada berbagai alasan yang sering mereka keluhkan dengan hari senin, ini sudah menjadi penyakit tahunan mahasiswa, diantaranya tugas yang belum selesai dan liburan yang belum puas. Mereka yang membenci hari Senin belum siap akan kenyataan, bahwasanya mereka harus balik ke rutinitasnya sebagai mahasiswa. Kuliah, tugas, dan UAS.

Terlena dengan liburan

Mungkin banyak sekali dari kita yang pernah merasakan ini, terlalu enjoy menikmati liburan, hingga terlena dengan kewajiban kita, tugas kuliah misalnya. Entah tugas UAS, laporan praktikum, rencana garap skripsi, atau tugas lainnya. Akibatnya satu hari sebelum deadline, kita bekerja mati-matian dengan sistem kebut semalam.

Cara mengatasi ketakutan dengan hari senin karena tugas menumpuk ya dikerjakan hari sebelumnya atau mencicil pekerjaan yang sudah diberikan. Meskipun mengerjakan tugas saat liburan memang sangat menganggu, tapi menunda-nunda mengerjakan tugas malah lebih berat.

Akibatnya saat liburan berakhir, bukannya rasa rileks yang didapat, namun tekanan akibat memikirkan setumpuk tugas yang menggunung sudah menguasai pikiran.

Ada banyak tipe mahasiswa, ada teman saya mengatakan, bahwa ia harus balik ke perantauan lebih cepat demi untuk mengerjakan tugas, sebab dirumah baginya tidak bisa untuk mengerjakan tugas yang menumpuk, namun tidak semudah itu bagi sebagian mahasiswa, balik ke perantauan usai libur, apalagi libur lebaran sangatlah berat, terlebih mahasiswa yang rumahnya jauh. Momen momen kumpul bersama keluarga sangatlah jarang mereka rasakan.

Ingat tujuan awal

Orang yang belum bisa moveon dari liburan tentu ogah-ogahan menyambut hari senin. Tapi dibalik itu semua, kita harus ingat tujuan awal kita disini untuk apa. Pencapaian apa saja yang ingin kita raih.

Kegalauan pascaliburan akan sirna jika kita melihat tantangan yang ada di depan mata. Hidupkan lagi jiwa-jiwa produktif itu. Hari senin bukan monster jahat. Ingat mimpi kamu saat kamu lelah. Ingat orang tua kamu saat kamu susah.

Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan,
“Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua”

Jadi, kuncinya adalah kita harus berani melawan ketakutan dan kebencian kita terhadap hari senin. Kita tidak boleh selamanya membenci hari senin bukan?

Sesingkat apapun rasanya liburan, kita harus tetap kembali pada rutinitas kita sebagai mahasiswa. Sebenarnya, singkat atau lamapun juga relatif. Setiap orang punya cara pandang berbeda.

Jika liburan diisi dengan kegiatan yang menyegarkan otak, paling lama seminggu sudah cukup. Tapi kalau untuk menyembuhkan hati yang luka nampaknya satu tahun liburan, mungkin, belum juga bisa. Hehehe

Selamat menyambut hari Senin !

Penulis: Rima Dian Pramesti

Berani Berharap Harus Siap Kecewa
Bahaya Flexing di Media Sosial
Mengapa Orang Begitu Bodoh setelah Mengenal Cinta?
Apa Sih, Standar Seorang Mahasiswa Menyandang Predikat Semester Tua
Apakah Kamu Termasuk Orang Baperan? Cek Ciri-Cirinya Di sini
TAGGED:antara hari libur dan seninapa yang salah dengan hari seninhari seninmembenci hari senin
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Program Studi S2 IAT Fuhum UIN Walisongo Kembangkan Kurikulum Berbasis KKNI

Afifah Kamaliyah
31 Oktober 2019
PBAK 2021 UIN Walisongo Resmi Dibuka Secara Virtual
10 Cara Kilat Cepat Menyelesaikan Skripsi
Segala yang Semu
Komunitas dan Peserta dari Berbagai Daerah Hadiri Latihan Memanah Bersama Santrendelik
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Apa yang Salah dengan Hari Senin?
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Apa yang Salah dengan Hari Senin?
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?