By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat Tak Direstui Orang Tua Jadi Guru Agama, Hamidah Malah Jadi Wisudawan Terbaik FITK
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sosok

Sempat Tak Direstui Orang Tua Jadi Guru Agama, Hamidah Malah Jadi Wisudawan Terbaik FITK

Last updated: 6 September 2018 2:40 pm
Mukhayatul Khoiroh
Published: 6 September 2018
Share
SHARE
Hamidah wisudawan terbaik FITK berfoto bersama kedua orang tuanya (Dok. Pribadi)

Skmamanat.com– Ingin jadi Guru PAI, meski sampat tidak direstui ibu, tapi saya tetap nekat. Begitulah pernyataan Siti Nur Hamidah ketika diwawancarai Skmamanat.com via WhatsApp, (5/9/2018).

Hamidah, panggilan akrab mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) itu tidak pernah menyangka mendapat predikat wisudawan terbaik ke-73 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.

“Tidak pernah membayangkan, Apalagi saya merasa basic agama saya masih kurang,” katanya.

Restu Orang Tua yang Terpenting

Menurut cerita putri pasangan Slamet dan Sudarsih itu ingin menjadi guru PAI karena termotivasi dari guru agamanya semasa di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Melihat pribadi guru-guru agama saya membuat perasaan adem, tenang, dan nyaman,” ungkapnya.

Selain itu mahasiswa kelahiran Demak itu menambahkan, kalau ia punya kakak ipar guru PAI. melihat keseharian keluarga kakaknya yang agamis, membuatnya semakin mantap mengejar citanya.

Sayangnya, lanjutnya, ketika akan mengambil jurusan PAI ibunya tidak merestui. Takut kalau anaknya tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik, mengingat anaknya yang tidak memiliki basic agama yang kuat.

“Selama tiga semester saya tidak mendapat restu dari ibu, sedih rasanya. Tapi saya tidak patah semangat membujuk beliau, akhirnya hati ibu saya luluh,” ceritanya dengan mata berbinar.

Meski sampai saat ini mahasiswi angkatan 2014 itu merasa minder dengan teman lainnya yang punya basic pondok, tapi hal itu tidak membuatnya berkecil hati. Ia terus mengejar ketertinggalan kemampuannya dengan selau belajara hingga larut malam.

“Sebenarnya saya merasa terbebani dengan predikat ini, saya merasa kalau masih banyak teman-teman yang kemampuannya lebih dari saya. Tapi ya tetap saya syukuri,” pungkasnya.

Keberhasilannya didedikasikan untuk orang tua, sahabat, serta pihak yang telah mendukungnya.

“Utamanya saya dedikasikan untuk ibu saya, yang sempat tidak merestui keinginannya memilih jurusan guru PAI,” tegas Hamidah.

Reporter : Liviana M.K
Editor: Rima Dian P.

Jadi Wisudawan Termuda, Vanny Selesaikan Kuliah 3,5 Tahun
Raih Skripsi Terbaik UIN Walisongo, Rieke Aurelia Ciptakan Inovasi Baru Media Pembelajaran Siswa
Perjuangan Menyelesaikan Skripsi di Balik Sosok Wisudawan Terbaik FST
Sempat Kecelakaan, Tak Halangi Kismunthofiah Raih Wisudawan Terbaik FST
Aktif di Berbagai Kegiatan hingga Magang BEI, Risalatul Muawanah Berhasil Raih Wisudawan Terbaik FEBI
TAGGED:wisuda 73wisuda terbaik fitkwisuda uin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
perpustakaan pusat uin walisongo
Varia Kampus

Meski Dibuka, Perpustakaan Pusat UIN Walisongo Tidak Melayani Peminjaman Buku

Vina Ulkonita
16 Maret 2020
Polisi Semprotkan Water Canon, Mahasiswa Alami Luka hingga Dilarikan ke RS
Pancasila Manifestasi Piagam Madinah
Mendapat Inspirasi dari Twitter, Lenny Berhasil Menyandang Wisudawan Terbaik FPK
Wisuda November 2023 Tertib Parkir, Komandan Satpam; Kami Menyiapkan Strategi
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat Tak Direstui Orang Tua Jadi Guru Agama, Hamidah Malah Jadi Wisudawan Terbaik FITK
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sempat Tak Direstui Orang Tua Jadi Guru Agama, Hamidah Malah Jadi Wisudawan Terbaik FITK
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?