
(Advertorial)- Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 121 bersama masyarakat Desa Bunderan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Haul Mbah Demang sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh masyarakat Desa Bunderan serta masyarakat dari wilayah sekitar.
Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu perjuangan, yaitu Indonesia Raya, 17 Agustus, Yalal Wathon, dan Bagimu Negeri. Rangkaian lagu tersebut diiringi oleh ibu-ibu Fatayat Ranting Bunderan.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Muhammad Fadlan. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan kalimat tahlil yang dipimpin oleh Kiai Abdul Mujib sebagai bentuk doa dan penghormatan dalam rangka Haul Mbah Demang.
Ketua Panitia sekaligus Kami Tuwo Desa Bunderan, Ansori dan Kepala Desa Bunderan, Nur Alim turut menyampaikan sambutan.
Dalam sambutannya, Ansori menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 121 yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan anak-anak KKN Posko 121 Desa Bunderan yang telah membantu dan berpartisipasi dalam menyukseskan acara pengajian umum ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terlaksananya kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan partisipasi masyarakat bersama mahasiswa KKN. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat terus terjaga dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial di Desa Bunderan.
Kepala Desa Bunderan, Nur Alim turut menyampaikan bahwa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 121 Desa Bunderan menjadi salah satu dari tiga posko penerima program unggulan yang diselenggarakan oleh UIN Walisongo dengan mengangkat tema Revitalisasi Kawasan Kepunden Makam Mbah Demang.
“Program revitalisasi kawasan Kepunden Makam Mbah Demang ini menjadi salah satu bentuk upaya bersama untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah yang ada di Desa Bunderan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap keberadaan dan kelestarian warisan sejarah serta budaya desa,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa KKN dalam program tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi Desa Bunderan, khususnya dalam upaya mengenalkan, merawat, dan melestarikan kawasan Kepunden Makam Mbah Demang sebagai bagian dari sejarah dan budaya lokal.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Kelik Gunawan Pribadi.
Dalam tausiyahnya, Ia mengajak masyarakat untuk memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan meningkatkan rasa syukur, mempererat persatuan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan budaya yang ada di Desa Bunderan, khususnya kawasan Makam Mbah Demang.
“Mari kita syukuri kemerdekaan yang telah diberikan kepada bangsa ini dengan terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Salah satu bentuk rasa syukur tersebut adalah dengan turut menjaga dan melestarikan peninggalan serta warisan yang ada di desa kita, termasuk kawasan Makam Mbah Demang, agar tetap terawat dan dapat dikenang serta diwariskan kepada generasi yang akan datang,” paparnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kelik Gunawan Pribadi, kemudian dilanjutkan dengan penutupan oleh pembawa acara.
Selain memperkuat nilai keagamaan dan nasionalisme, pengajian tersebut turut mendorong kepedulian masyarakat terhadap pelestarian sejarah dan budaya lokal Desa Bunderan.
Penulis : Muhammad Zainul Ridho mahasiswa UIN Walisongo Semarang
Editor: Romaito


