
Amanat.id- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Ida Lailatin berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada wisuda ke-101 yang digelar di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Sabtu (22/8/2026).
Skripsi berjudul “Epistemologi Tafsir pada Tafsir Ayat-Ayat Ekologi Karya Kementerian Agama RI” mengkaji fondasi keilmuan tafsir resmi Kementerian Agama RI, mulai dari sumber, metode, hingga pertanggungjawaban akademiknya.
“Temuan yang paling menarik adalah bahwa tafsir ini terbukti valid secara keilmuan, baik dari sisi konsistensi metodologisnya, kesesuaiannya dengan fakta ilmiah, maupun kebermanfaatannya bagi masyarakat dalam menghadapi krisis lingkungan,” paparnya.
Mahasiswa yang akrab disapa Ida tersebut mengaku tidak ada target teretentu sejak awal perkuliahan.
“Sejak awal kuliah, menjadi wisudawan terbaik sebenarnya bukan sesuatu yang secara khusus saya targetkan,” katanya.
Keinginan tersebut mulai muncul ketika Ida mengerjakan tugas akhir. Ia berharap kedua orang tuanya dari Palembang dapat menyaksikan dirinya lebih dari sekedar wisudawan biasa.
“Waktu itu saya berpikir, masa orang tua saya jauh-jauh dari Palembang hanya menyaksikan saya menjadi wisudawan?” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa predikat tersebut tidak menjadikannya merasa lebih baik dari mahasiswa lain.
“Saya tidak ingin menjadikan predikat ini sebagai ukuran bahwa saya lebih baik daripada orang lain. Setiap mahasiswa memiliki perjuangan dan kondisi yang berbeda,” ucapnya.
Selama masa perkuliahan, Ida memilih untuk tidak mengikuti banyak kegiatan dan fokus pada akademik dan kehidupan di pondok pesantren.
“Saya sadar tidak bisa fokus pada banyak hal. Jadi saya putuskan untuk lebih fokus kuliah dan belajar di Pondok Pesantren,” jelasnya.
Dalam proses belajarnya, Ida membiasakan diri membaca sebelum mengikuti perkuliahan.
“Sebelum saya berangkat kuliah saya harus mempunyai pertanyaan yang saya cari dengan membaca. Jika tidak, maka hari itu menjadi kekalahan dan kegagalan bagi saya,” terangnya.
Ida berpesan untuk jangan membandingkan perjalanan diri dengan orang lain. Fokus apa yang menjadi tujuan.
“Yang paling penting adalah mengetahui apa yang menjadi prioritas kalian. Kalau ingin mengejar akademik, fokuslah dengan baik. Kalau ingin aktif organisasi, belajarlah mengatur waktu,” pungkasnya.
Reporter: Oktavia Suci Ramadani
Editor: Nijam


