
Amanat.id- Peroleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.87, mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Muhammad Jahid meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo pada wisuda ke-100 di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (23/5/2026).
Mahasiswa kelahiran Rembang tersebut mengangkat skripsi berjudul “Kritik Isra’iliyyat Ikan Nun dalam Kitab Jami’ Al-Bayan an Ta’wil ay Al-Qur’an karya Al-Tabari” dengan tujuan mengungkap kebenaran hadis shahih mengenai tuduhan kepada Yahudi yang membuat Isra’iliyyat untuk menyesatkan umat Islam.
Jahid mengatakan skripsinya terinspirasi dari salah satu dosen pengajar saat perkuliahan semester tiga.
“Judul skripsi ini terinspirasi dari Bu Hanik Rosyida yang sempat mengajar matkul Studi Kritik Tafsir disemester tiga, ” ujarnya.
Selain dari dosennya, Ia mengatakan bahwa skripsi ini juga terinspirasi dari kitab ‘Isra’iliyyat Tafsir’ yang dibacanya.
“Selain dari Bu Hanik, skripsi ini juga terinspirasi dari kitab yang telah saya baca mengenai Isra’iliyyat Tafsir,” lanjutnya.
Dalam penulisan skripsi, Jahid mengatakan bahwa yang terpenting adalah proses menyicil, bukan niat mengerjakan.
“Bagi saya niat itu jangan terlalu dipikirkan. Yang penting konsisten dikerjakan dan dicicil, fokus pada penyelesaiannya,” katanya.
Ia mengaku sempat terkejut ketika dinobatkan menjadi wisudawan terbaik.
“Jujur waktu mendapat chat dari humas, saya kira itu info lowongan pekerjaan. Ternyata pemberitahuan wisudawan terbaik,” akunya.
Ia mengatakan bahwa hobinya membaca buku serta manajemen waktu yang baik memudahkannya dalam penulisan skripsi.
“Buku fiksi dan non fiksi yang saya baca serta pengumpulan tugas di awal membantu saya dalam proses penulisan skripsi,” ujarnya.
Selain berkuliah, Jahid mengaku membagi waktu perkuliahannya dengan mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di fakultasnya dan bekerja paruh waktu.
“Saya sempat mengikuti LPM Idea dari tahun 2022-2025, kemudian bekerja di outlet kebab selama satu bulan serta memotong ayam hingga sekarang. Saya bisa manajemen waktu antara akademik dan non akademik,” ujarnya.
Setelah lulus kuliah, dirinya berkeinginan untuk menjadi guru di tempat kelahirannya.
“Saya bekerja paruh waktu untuk mencari pengalaman dan menambah skill, kedepannya saya berniat untuk mengabdikan diri menjadi guru di Rembang,” ucapnya.
Setelah mendapatkan penghasilan yang stabil, Jahid berniat melanjutkan S2 di UIN Walisongo dengan memanfaatkan beasiswa wisudawan terbaik yang didapatnya.
“Setelah pendapatan stabil saya berniat untuk melanjutkan S2 di UIN dengan memanfaatkan beasiswa wisudawan terbaik,” ujarnya.
Jahid juga berterima kasih kepada orang tua yang mendukungnya sehingga ia bisa mendapatkan predikat sebagai wisudawan terbaik.
“Terima kasih Ibu, Ayah dan keluarga di rumah yang selalu menyemangati saya baik dalam bentuk fisik maupun mental sehingga saya bisa lulus cepat dan menjadi wisudawan terbaik Fuhum. Apa yang keluarga berikan sangat berarti,” tutupnya.
Reporter: Noor Saidah
Editor: Dinda Alfiani


